MOMSMONEY.ID - Sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kandung memang umum terjadi. Namun, ada baiknya orangtua tahu cara mengatasi dara sibling rivalry berikut ini.
Bersumber dari laman Kayrossconsulting, begini solusi atas permasalahan sibling rivalry:
- Sadari bahwa peran orang tua sangat esensial. Hindari membandingkan anak-anak. Masing-masing memiliki keunikan, kelebihan dan identitasnya masing-masing.
- Berikan mereka waktu pribadi bersama orang tua. Biarkan mereka menentukan aktivitas yang ingin dilakukan. Berikan mereka hak untuk memilih yang setara.
- Ajak mereka merefleksikan perasaan. Jadi fasilitator yang bisa meningkatkan rasa cinta antar saudara dan tanyakan emosi yang mereka alami.
- Jika terjadi kekerasan fisik, pisahkan mereka hingga emosi mereda. Lalu ajak mereka berdiskusi dengan kepala dingin.
- Tanamkan prinsip negosiasi dan kompromi (win win solution). Tanamkan prinsip mau menunggu dan kesabaran.
- Validasi emosi mereka dan tidak langsung berfokus pada perselisihan.
Baca Juga: Kenapa Kakak dan Adik Sering Bersaing? Ini Faktor yang Mendorong Sibling Rivalry
Bukan hanya sekadar perselisihan, tapi begitu kompleks dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dengan bimbingan yang tepat, konflik ini bisa menjadi jalan untuk melatih kemampuan negosiasi, empati dan resolusi masalah yang krusial untuk masa depan mereka.
Ngomong-ngomong soal conflict resolutin. Tahukah kamu bahwa salah satu cara paling efektif mengajarkan anak bernegosiasi, berbagi, dan mengelola emosi adalah lewat bermain bersama.
Kayross Psikologi meyakini bahwa playing is a serious business. Aktivitas fisik bersama seperti berlari, bermain peran, atau olahraga ringan hingga board game bukan sekadar hiburan.
Ini adalah media belajar yang powerful untuk membangun keterampilan sosial-emosional anak: belajar bergiliran, bernegosiasi, mengelola rasa frustrasi, dan merayakan pencapaian saudara mereka tanpa rasa iri.
Ketika kakak dan adik bermain dalam satu tim atau bahkan bersaing secara sehat dalam aturan yang jelas, mereka sedang melatih hal yang sama yang dibutuhkan orang dewasa di tempat kerja dan dalam hubungan: empati, regulasi emosi, dan komunikasi.
Jadi, salah satu langkah paling sederhana yang bisa orang tua lakukan hari ini adalah ajak mereka main bareng. Konsisten. Terstruktur. Dan hadir sepenuhnya.
Namun, apabila konflik antar saudara mulai terasa sulit ditangani, sering memicu ledakan emosi, atau memengaruhi keseharian anak dan keluarga, orang tua juga dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak.
Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat dibantu memahami emosinya, belajar menyampaikan kebutuhan dengan sehat, serta membangun hubungan yang lebih positif dengan saudaranya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News