M O M S M O N E Y I D
Bugar

8 Pemanis Paling Sehat yang Aman untuk Kesehatan Tubuh

8 Pemanis Paling Sehat yang Aman untuk Kesehatan Tubuh
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa pemanis paling sehat yang aman untuk kesehatan tubuh, ya? Cari tahu rekomendasinya di sini!

Bagi sebagian orang, rasa manis menjadi bagian penting dari kenikmatan hidup. Namun, terlalu banyak mengonsumsi gula bisa berdampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Karena itu, banyak orang mulai mencari alternatif pemanis yang lebih sehat pada makanan atau minuman. Ada beberapa jenis pemanis alami yang tidak hanya lebih aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki manfaat tambahan bagi tubuh.

Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air untuk Menurunkan Berat Badan Anda

Anda tetap bisa menikmati rasa manis dengan cara yang lebih cerdas dan menyehatkan. Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini rekomendasi pemanis paling sehat yang aman untuk kesehatan tubuh:

1. Madu

Madu merupakan sumber alami yang kaya antioksidan, vitamin, mineral, dan enzim bermanfaat. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Indeks glikemik madu lebih rendah dibandingkan gula pasir, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam. Dalam jumlah wajar, madu juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga keseimbangan lemak darah.

Meskipun belum terbukti langsung menurunkan berat badan, mengganti gula dengan madu bisa menjadi langkah kecil yang membantu menjaga berat badan tetap ideal.

2. Stevia

Stevia berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana yang mengandung senyawa manis alami bernama glikosida steviol. Pemanis ini tidak mengandung kalori, sehingga cocok digunakan oleh penderita diabetes atau Anda yang sedang membatasi asupan gula.

Penelitian menunjukkan bahwa stevia dapat membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkan sensitivitas insulin. Kandungan antioksidan dan asam lemak di dalamnya juga memberi efek positif bagi kesehatan tubuh.

Menggunakan stevia sebagai pengganti gula bisa membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah kenaikan berat badan.

Baca Juga: 8 Manfaat Minum Jus Wortel Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

3. Ekstrak Buah Monk

Pemanis alami ini berasal dari buah monk atau luo han guo yang mengandung senyawa antioksidan tinggi serta memiliki efek antiinflamasi. Ekstrak buah monk tidak mengandung kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah, menjadikannya alternatif sehat untuk penderita diabetes.

Sebuah tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa pemanis dari buah monk dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan hingga 18 persen. Selain itu, kandungan antioksidannya juga berpotensi mendukung kesehatan jantung. Menggantikan gula dengan pemanis ini bisa membantu pengelolaan berat badan lebih baik.

4. Xylitol

Xylitol termasuk jenis alkohol gula alami yang memiliki rasa manis mirip gula, namun dengan indeks glikemik jauh lebih rendah. Karena tidak meningkatkan kadar gula darah atau insulin, pemanis ini aman untuk penderita diabetes dan mereka yang ingin menjaga kestabilan energi tubuh.

Selain rendah kalori, xylitol juga baik untuk pencernaan karena dapat meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek di usus besar. Asam lemak ini penting untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dan kesehatan usus secara keseluruhan.

Baca Juga: 10 Manfaat Makan Tape Singkong bagi Kesehatan Tubuh, Sehatkan Pencernaan!

5. Sucralosa

Sucralosa adalah pemanis buatan yang bebas kalori dan memiliki rasa manis hingga 600 kali lebih kuat dari gula. Karena tidak diserap sepenuhnya oleh tubuh, sucralosa tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara signifikan.

Saat digunakan dalam jumlah sedang, pemanis ini dapat membantu pengelolaan berat badan dan mendukung penderita diabetes. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, sucralosa bisa memicu peradangan dalam tubuh. Oleh karena itu, gunakan secukupnya untuk menjaga keseimbangan kesehatan.

6. Molase

Molase atau tetes tebu merupakan hasil sampingan dari proses pembuatan gula. Pemanis ini memiliki warna gelap dan rasa karamel yang khas. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa molase dapat membantu mengurangi peradangan, menjaga kesehatan hati, serta menurunkan risiko resistensi insulin.

Molase dari bit gula juga kaya akan senyawa betaine yang dapat membantu menurunkan kadar homosistein, yaitu zat dalam darah yang jika berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Mengonsumsi molase dalam jumlah kecil bisa menjadi pilihan pemanis yang lebih alami dibanding gula putih.

Baca Juga: Ini Dia Manfaat Jagung Rebus untuk Diet Turunkan Berat Badan

7. Alulosa

Alulosa termasuk jenis gula alami langka yang memiliki kalori sangat rendah. Pemanis ini tidak memengaruhi kadar gula darah seperti gula biasa, sehingga menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin menjaga kadar glukosa tetap stabil.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa alulosa dapat meningkatkan kadar hormon GLP-1, yaitu hormon yang mengatur rasa kenyang dan nafsu makan. Karena itu, mengganti gula dengan alulosa bisa membantu mengendalikan nafsu makan dan mendukung program penurunan berat badan.

8. Sirup Yacon

Sirup yacon berasal dari akar tanaman yacon yang kaya akan prebiotik alami. Prebiotik ini membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, yang berperan penting dalam metabolisme dan pengaturan berat badan.

Beberapa penelitian menemukan bahwa sirup yacon dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama serta mengaktifkan hormon GLP-1 yang membantu mengontrol nafsu makan. Selain itu, sirup ini juga dapat menurunkan kadar gula darah, lemak darah, dan peradangan dalam tubuh.

Baca Juga: 3 Manfaat Makan Sayuran Hijau untuk Kesehatan Otak

Itulah rekomendasi pemanis paling sehat yang aman untuk kesehatan tubuh. Menggantikan gula dengan pemanis alami bukan berarti Anda harus menghilangkan rasa manis sepenuhnya dari hidup. Justru dengan memilih pemanis yang lebih sehat, Anda dapat tetap menikmati makanan favorit tanpa khawatir akan dampak buruk bagi tubuh.

Pilihlah pemanis yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda, serta konsumsi dalam jumlah wajar. Dengan langkah sederhana ini, Anda tidak hanya menjaga kadar gula tetap stabil tetapi juga membantu tubuh tetap bugar dan seimbang setiap hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Indonesia Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Semifinal, Segel 1 Tiket Final

Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026 Babak Perempat Final Jumat (23/1), enam wakil Indonesia melesat ke semifinal. 

5 Makanan dan Minuman yang Paling Tidak Baik untuk Kesehatan Otak

Ternyata ini, lho, beberapa makanan dan minuman yang paling tidak baik untuk kesehatan otak. Apa sajakah itu?  

4 Tanda Kekurangan Konsumsi Serat pada Tubuh, Cek di Sini yuk!

Ini dia beberapa tanda kekurangan konsumsi serat pada tubuh. Apa sajakah itu? Mari intip di sini!        

4 Nutrisi yang Paling Dibutuhkan saat Usia 50 Tahun ke Atas

Apa saja nutrisi yang paling dibutuhkan saat usia 50 tahun ke atas, ya? Mari cek selengkapnya di sini!  

10 Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Tidur, Bikin Berat Badan Naik!

Ini dia beberapa makanan yang harus dihindari sebelum tidur. Apa sajakah itu? Cek di sini, yuk!       

4 Minuman Tidak Sehat yang Bisa Bikin Ginjal Rusak

Tahukah bahwa ada sejumlah minuman tidak sehat yang bisa bikin ginjal rusak, lho. Intip daftarnya di sini!  

Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026: Sudah 3 Wakil Indonesia Tembus Babak Semifinal

Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026 Babak Perempat Final Jumat (23/1), sudah tiga wakil Indonesia menembus partai semifinal. 

11 Rekomendasi Camilan Sehat yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Yuk, intip rekomendasi camilan sehat yang aman dikonsumsi penderita diabetes berikut ini. Apa saja?   

6 Jenis Vitamin dan Suplemen yang Bagus Dikonsumsi untuk Kesehatan

Ada beberapa jenis vitamin dan suplemen yang bagus dikonsumsi untuk kesehatan. Apa sajakah itu?            

7 Efek Samping Diet Keto yang Penting Diketahui, Intip di Sini!

Tahukah Anda bahwa ada beberapa efek samping diet keto yang penting diketahui, lho. Mari intip selengkapnya di sini!