MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa kebiasaan sederhana untuk bantu mengurangi konsumsi makanan ultra proses. Apa saja?
Makanan ultra proses telah menjadi bagian dari pola makan modern karena praktis, mudah ditemukan, dan memiliki rasa yang menggugah selera. Produk seperti mi instan, sosis, nugget, minuman manis kemasan, keripik, biskuit, hingga makanan siap saji sering menjadi pilihan saat waktu terbatas.
Meski praktis, konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan lainnya.
Mengurangi makanan ultra proses bukan berarti Anda harus langsung menghilangkannya dari menu sehari-hari. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Dengan membangun kebiasaan yang lebih sehat, Anda dapat mengurangi ketergantungan pada makanan olahan sekaligus meningkatkan kualitas pola makan.
Baca Juga: 9 Camilan Sehat yang Secara Alami Bisa Meningkatkan Produksi Kolagen
Bersumber dari Verywell Health, berikut beberapa kebiasaan sederhana untuk bantu mengurangi konsumsi makanan ultra proses:
1. Biasakan Membaca Label Kemasan
Sebelum membeli makanan kemasan, luangkan waktu untuk membaca daftar bahan dan informasi nilai gizinya.
Makanan ultra proses umumnya memiliki daftar bahan yang panjang dan mengandung berbagai zat tambahan, seperti pemanis buatan, pengawet, pewarna, atau perisa. Produk ini juga sering mengandung gula, garam, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi.
Semakin sederhana daftar bahannya, biasanya semakin sedikit proses pengolahannya.
2. Siapkan Buah dan Sayuran agar Mudah Dikonsumsi
Salah satu alasan orang memilih makanan ultra proses adalah karena praktis.
Agar pilihan sehat juga terasa praktis, cuci, kupas, dan potong buah atau sayuran segera setelah dibeli. Simpan dalam wadah di lemari pendingin sehingga siap disantap kapan saja.
Jika tidak sempat membeli produk segar, buah dan sayuran beku atau kalengan tanpa tambahan gula dan garam juga bisa menjadi pilihan yang baik.
3. Lebih Sering Memasak di Rumah
Memasak sendiri membuat Anda lebih leluasa memilih bahan dan mengatur jumlah garam, gula, serta minyak yang digunakan.
Anda tidak harus membuat hidangan yang rumit. Menu sederhana dengan sayuran, sumber protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, dan lemak sehat sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Jika waktu terbatas, manfaatkan bahan yang sudah siap diolah, seperti ayam matang tanpa bumbu, kacang kalengan rendah garam, atau sayuran yang sudah dipotong.
4. Ganti Makanan Ultra Proses dengan Pilihan yang Lebih Sehat
Mengubah pola makan akan terasa lebih mudah jika dilakukan sedikit demi sedikit.
Sebagai contoh, ganti sereal manis dengan oatmeal, yogurt berperisa dengan yogurt tawar yang diberi potongan buah segar, roti putih dengan roti gandum utuh, nasi putih dengan beras merah atau quinoa, serta keripik kentang dengan popcorn tanpa tambahan mentega atau keripik kale buatan sendiri.
Perubahan kecil seperti ini dapat memberikan manfaat besar jika dilakukan secara konsisten.
Baca Juga: 10 Makanan Sehat yang Bisa Bantu Memperpanjang Umur jika Dikonsumsi Rutin
5. Siapkan Camilan Sehat
Saat rasa lapar datang, camilan yang sudah tersedia biasanya menjadi pilihan pertama.
Karena itu, siapkan camilan sehat di rumah atau tempat kerja, seperti paprika dengan hummus, buah potong, telur rebus, yogurt tanpa gula, edamame rebus, campuran kacang-kacangan tanpa garam, atau popcorn tanpa tambahan gula dan mentega.
Dengan begitu, Anda tidak mudah tergoda membeli camilan kemasan yang tinggi gula, garam, dan lemak.
6. Rencanakan Saat Ingin Makan di Luar
Mengurangi makanan ultra proses bukan berarti Anda tidak boleh makan di restoran.
Sebelum berangkat, lihat menu terlebih dahulu dan pilih hidangan yang menggunakan bahan segar. Jika memungkinkan, pilih restoran yang memasak makanan setelah dipesan sehingga Anda dapat meminta penyesuaian, misalnya mengurangi saus atau mengganti kentang goreng dengan sayuran.
7. Perbanyak Minum Air Putih
Minuman bersoda, minuman energi, kopi manis, dan minuman kemasan merupakan contoh makanan ultra proses yang sering mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Biasakan memilih air putih sebagai minuman utama. Jika ingin rasa yang lebih segar, tambahkan irisan lemon, jeruk, mentimun, atau daun mint ke dalam air.
8. Lakukan Perubahan Secara Bertahap
Mengubah pola makan tidak harus dilakukan sekaligus. Perubahan yang terlalu drastis sering kali sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Mulailah dengan 1 atau 2 kebiasaan baru, misalnya mengganti camilan kemasan dengan buah atau memasak makan malam di rumah beberapa kali dalam seminggu. Setelah kebiasaan tersebut terasa mudah dilakukan, tambahkan perubahan sehat lainnya secara bertahap.
Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mempertahankan pola makan sehat dalam jangka panjang tanpa merasa terbebani.
Baca Juga: 5 Makanan Ultra Olahan yang Masih Aman Dikonsumsi untuk Kesehatan Tubuh
Itulah beberapa kebiasaan sederhana untuk bantu mengurangi konsumsi makanan ultra proses. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News