M O M S M O N E Y I D
Bugar

8 Kebiasaan Sederhana untuk Bantu Mengurangi Konsumsi Makanan Ultra Proses

8 Kebiasaan Sederhana untuk Bantu Mengurangi Konsumsi Makanan Ultra Proses
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa kebiasaan sederhana untuk bantu mengurangi konsumsi makanan ultra proses. Apa saja?

Makanan ultra proses telah menjadi bagian dari pola makan modern karena praktis, mudah ditemukan, dan memiliki rasa yang menggugah selera. Produk seperti mi instan, sosis, nugget, minuman manis kemasan, keripik, biskuit, hingga makanan siap saji sering menjadi pilihan saat waktu terbatas.

Meski praktis, konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan lainnya.

Mengurangi makanan ultra proses bukan berarti Anda harus langsung menghilangkannya dari menu sehari-hari. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Dengan membangun kebiasaan yang lebih sehat, Anda dapat mengurangi ketergantungan pada makanan olahan sekaligus meningkatkan kualitas pola makan.

Baca Juga: 9 Camilan Sehat yang Secara Alami Bisa Meningkatkan Produksi Kolagen

Bersumber dari Verywell Health, berikut beberapa kebiasaan sederhana untuk bantu mengurangi konsumsi makanan ultra proses:

1. Biasakan Membaca Label Kemasan

Sebelum membeli makanan kemasan, luangkan waktu untuk membaca daftar bahan dan informasi nilai gizinya.

Makanan ultra proses umumnya memiliki daftar bahan yang panjang dan mengandung berbagai zat tambahan, seperti pemanis buatan, pengawet, pewarna, atau perisa. Produk ini juga sering mengandung gula, garam, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi.

Semakin sederhana daftar bahannya, biasanya semakin sedikit proses pengolahannya.

2. Siapkan Buah dan Sayuran agar Mudah Dikonsumsi

Salah satu alasan orang memilih makanan ultra proses adalah karena praktis.

Agar pilihan sehat juga terasa praktis, cuci, kupas, dan potong buah atau sayuran segera setelah dibeli. Simpan dalam wadah di lemari pendingin sehingga siap disantap kapan saja.

Jika tidak sempat membeli produk segar, buah dan sayuran beku atau kalengan tanpa tambahan gula dan garam juga bisa menjadi pilihan yang baik.

3. Lebih Sering Memasak di Rumah

Memasak sendiri membuat Anda lebih leluasa memilih bahan dan mengatur jumlah garam, gula, serta minyak yang digunakan.

Anda tidak harus membuat hidangan yang rumit. Menu sederhana dengan sayuran, sumber protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, dan lemak sehat sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Jika waktu terbatas, manfaatkan bahan yang sudah siap diolah, seperti ayam matang tanpa bumbu, kacang kalengan rendah garam, atau sayuran yang sudah dipotong.

4. Ganti Makanan Ultra Proses dengan Pilihan yang Lebih Sehat

Mengubah pola makan akan terasa lebih mudah jika dilakukan sedikit demi sedikit.

Sebagai contoh, ganti sereal manis dengan oatmeal, yogurt berperisa dengan yogurt tawar yang diberi potongan buah segar, roti putih dengan roti gandum utuh, nasi putih dengan beras merah atau quinoa, serta keripik kentang dengan popcorn tanpa tambahan mentega atau keripik kale buatan sendiri.

Perubahan kecil seperti ini dapat memberikan manfaat besar jika dilakukan secara konsisten.

Baca Juga: 10 Makanan Sehat yang Bisa Bantu Memperpanjang Umur jika Dikonsumsi Rutin

5. Siapkan Camilan Sehat

Saat rasa lapar datang, camilan yang sudah tersedia biasanya menjadi pilihan pertama.

Karena itu, siapkan camilan sehat di rumah atau tempat kerja, seperti paprika dengan hummus, buah potong, telur rebus, yogurt tanpa gula, edamame rebus, campuran kacang-kacangan tanpa garam, atau popcorn tanpa tambahan gula dan mentega.

Dengan begitu, Anda tidak mudah tergoda membeli camilan kemasan yang tinggi gula, garam, dan lemak.

6. Rencanakan Saat Ingin Makan di Luar

Mengurangi makanan ultra proses bukan berarti Anda tidak boleh makan di restoran.

Sebelum berangkat, lihat menu terlebih dahulu dan pilih hidangan yang menggunakan bahan segar. Jika memungkinkan, pilih restoran yang memasak makanan setelah dipesan sehingga Anda dapat meminta penyesuaian, misalnya mengurangi saus atau mengganti kentang goreng dengan sayuran.

7. Perbanyak Minum Air Putih

Minuman bersoda, minuman energi, kopi manis, dan minuman kemasan merupakan contoh makanan ultra proses yang sering mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Biasakan memilih air putih sebagai minuman utama. Jika ingin rasa yang lebih segar, tambahkan irisan lemon, jeruk, mentimun, atau daun mint ke dalam air.

8. Lakukan Perubahan Secara Bertahap

Mengubah pola makan tidak harus dilakukan sekaligus. Perubahan yang terlalu drastis sering kali sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Mulailah dengan 1 atau 2 kebiasaan baru, misalnya mengganti camilan kemasan dengan buah atau memasak makan malam di rumah beberapa kali dalam seminggu. Setelah kebiasaan tersebut terasa mudah dilakukan, tambahkan perubahan sehat lainnya secara bertahap.

Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mempertahankan pola makan sehat dalam jangka panjang tanpa merasa terbebani.

Baca Juga: 5 Makanan Ultra Olahan yang Masih Aman Dikonsumsi untuk Kesehatan Tubuh

Itulah beberapa kebiasaan sederhana untuk bantu mengurangi konsumsi makanan ultra proses. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Denah Rumah 6×12 Meter Open Plan, Trik Bikin Hunian Kecil Terasa Lebih Lega

Denah rumah 6×12 meter open plan bisa terasa lebih lega dengan penataan ruang, furnitur, cahaya, dan sirkulasi yang tepat.

Panduan Diet Golongan Darah O: Apa Saja Makanan yang Disarankan dan Harus Dihindari?

Simak daftar makanan yang dianjurkan untuk golongan darah O, serta berbagai jenis makanan yang wajib dibatasi agar tubuh tetap sehat.

Money Dysmorphia: Saldo Ratusan Juta Tapi Tetap Merasa Miskin, Ini Faktanya

Punya saldo ratusan juta tapi Anda tetap merasa miskin? Kenali money dysmorphia, penyebab, tanda, dan cara mengatasinya.​

Jangan Terlambat! Kenali 6 Cara Merawat Jantung agar Tetap Sehat di Usia 30-an, yuk

Ketahui berbagai cara merawat jantung yang tepat di usia 30-an melalui pola hidup sehat, olahraga rutin, hingga manajemen stres.

7 Rumus Dekorasi Rumah Sederhana biar Ruangan Kecil Terlihat Berkelas

Ruangan kecil terasa membosankan? Coba 7 rumus dekorasi sederhana ini agar rumah lebih rapi, nyaman, dan punya karakter.

5 Bahaya Makan Sehari Sekali bagi Kesehatan, Benar Bisa Turunkan Berat Badan?

Waspadai berbagai risiko kesehatan dari pola makan sehari sekali, mulai dari lonjakan asam lambung hingga penurunan energi tubuh secara drastis.

4 Mitos Tentang Eksfoliasi Kulit yang Dipercaya Banyak Orang, Cek Faktanya!

Eksfoliasi harus dilakukan dengan pemahaman yang benar. Ini 4 mitos tentang eksfoliasi kulit yang perlu Anda ketahui.

Perlu Diterapkan Fitur Penangkal Deepfake dalam Transaksi Keuangan

Vida mulai memperkenalkan beberapa fitur untuk bisa mencegah penipuan berbasis kecerdasaan artifisial (AI).

Program Inkubasi Smesco Bergulir Untuk Dongkrak UMKM Naik Kelas

Program Inkubasi Smesco yang digelar tahun ini juga mengetahkan adaptasi teknologi digital termasuk AI dalam pengembangan UMKM.

Dari AC hingga Kulkas, Midea Bawa Produk Rumah Tangga Berbasis AI

​Midea Electronics Indonesia mengembangkan teknologi AI pada sejumlah perangkat rumah tangga, mulai dari AC, kulkas, hingga mesin cuci.