M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah, Coba yuk!

7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah, Coba yuk!
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa tips membuat smoothie yang aman untuk gula darah. Mau coba praktikkan?

Smoothie sering menjadi pilihan minuman praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Perpaduan buah, sayur, dan bahan alami di dalamnya dapat memberikan vitamin serta mineral penting bagi tubuh.

Namun, smoothie juga bisa memicu lonjakan gula darah jika komposisinya kurang tepat, terutama saat mengandung gula berlebih dari buah tertentu atau tambahan pemanis.

Kondisi ini tentu perlu diwaspadai, khususnya bagi Anda yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kabar baiknya, smoothie tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih aman dan seimbang.

Baca Juga: 7 Jenis Keju Sehat yang Aman untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Melansir dari Health, berikut beberapa tips membuat smoothie yang aman untuk gula darah:

1. Perhatikan Jenis Buah yang Digunakan

Buah mengandung serat, vitamin, dan antioksidan, tetapi tidak semuanya bereaksi sama terhadap gula darah. Beberapa buah dapat menaikkan gula darah lebih cepat dibandingkan yang lain.

Buah dengan indeks glikemik rendah dicerna lebih lambat sehingga kenaikan gula darah terjadi secara bertahap. Memilih buah jenis ini akan membantu menjaga smoothie tetap seimbang, apalagi jika dikombinasikan dengan protein, serat, dan lemak sehat.

Pilihan buah dengan indeks glikemik rendah antara lain stroberi, blackberry, blueberry, raspberry, kiwi, apel, dan ceri. Buah dengan indeks glikemik lebih tinggi seperti pisang matang atau nanas masih bisa digunakan, tetapi sebaiknya dalam jumlah kecil.

2. Batasi Porsi Buah

Saat membuat smoothie, Anda bisa tanpa sadar menambahkan buah dalam jumlah berlebihan. Porsi buah yang terlalu besar akan meningkatkan kandungan gula, meskipun buah yang dipilih termasuk rendah glikemik.

American Diabetes Association menyarankan konsumsi buah sekitar setengah cangkir atau satu buah kecil dalam sekali makan atau camilan.

Untuk smoothie, Anda bisa menggunakan setengah cangkir buah beri atau mengombinasikan beberapa jenis buah dalam porsi kecil, selama totalnya tetap setara satu porsi buah.

3. Tambahkan Sumber Protein

Protein membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Jika smoothie hanya berisi buah, gula darah bisa naik dengan cepat. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu menyeimbangkan respons tubuh terhadap gula.

Selain itu, protein juga membuat smoothie terasa lebih mengenyangkan dan membantu mengurangi rasa lapar setelahnya.

Beberapa sumber protein yang bisa ditambahkan ke smoothie antara lain yogurt Yunani polos, skyr, bubuk protein tanpa pemanis, selai kacang tanpa gula tambahan, dan tahu.

Baca Juga: 9 Tips Memilih Cokelat Hitam yang Paling Sehat

4. Tingkatkan Kandungan Serat

Meski sudah mengandung buah dan protein, smoothie tetap bisa dicerna terlalu cepat jika seratnya rendah. Serat berperan memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula, sehingga membantu mencegah lonjakan gula darah.

Selain itu, serat juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama, yang penting karena smoothie sering mengandung kalori lebih tinggi dari perkiraan.

Bahan tinggi serat yang cocok ditambahkan ke smoothie meliputi biji chia, biji rami yang sudah dihaluskan, gandum gulung, dan sekam psyllium.

5. Sertakan Lemak Sehat

Lemak sehat membantu membuat smoothie lebih mengenyangkan dan memperlambat pencernaan, sehingga gula alami dari buah masuk ke aliran darah secara bertahap.

Alpukat sering menjadi pilihan karena memberi tekstur creamy sekaligus menyediakan lemak dan serat. Konsumsi alpukat juga dikaitkan dengan kontrol gula darah yang lebih baik, terutama pada penderita diabetes tipe 2.

Selain alpukat, kacang dan biji-bijian juga mengandung lemak sehat, protein, dan serat yang mendukung keseimbangan nutrisi smoothie.

Pilihan lemak sehat meliputi alpukat, selai kacang tanpa pemanis, kenari, kacang mete, dan biji rami.

6. Pilih Cairan Dasar dengan Tepat

Menggunakan jus buah sebagai cairan dasar smoothie sering menjadi kesalahan karena jus hampir tidak mengandung serat dan tinggi gula.

Akibatnya, gula dapat diserap tubuh dengan sangat cepat dan memicu lonjakan gula darah. Hal yang sama bisa terjadi jika menggunakan susu nabati manis, madu, atau sirup perasa.

Sebagai alternatif, gunakan cairan tanpa pemanis. Air putih merupakan pilihan yang paling aman, terutama jika smoothie sudah mengandung buah dan bahan bernutrisi lainnya.

Pilihan lain yaitu air kelapa tanpa pemanis, susu almond tanpa gula, susu nabati tanpa pemanis, atau susu sapi tanpa tambahan gula.

Baca Juga: 4 Minuman Tidak Sehat yang Bisa Bikin Ginjal Rusak

7. Tambahkan Sayuran Non-Tepung

Sayuran merupakan cara mudah untuk meningkatkan nilai gizi smoothie tanpa menambah gula. Sayuran menambah volume sekaligus menyediakan vitamin, mineral, dan serat.

Sayuran dengan rasa ringan cocok digunakan karena tidak mendominasi rasa smoothie. Contohnya bayam, kangkung, zucchini, mentimun, dan kembang kol. Dengan tambahan sayuran ini, smoothie tetap lezat sekaligus lebih ramah bagi gula darah.

Itulah beberapa tips membuat smoothie yang aman untuk gula darah. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Serum Vitamin C: Pemakaian Rutin Ampuh Samarkan Flek Hitam dan Kulit Kusam

Pemakaian rutin serum vitamin C ampuh menyamarkan flek hitam dan kusam. Pelajari cara memilih produk yang tepat di artikel ini.  

5 Manfaat Teh Bunga Osmanthus untuk Kesehatan Pencernaan hingga Melindungi Kulit

Teh bunga osmanthus tak hanya memiliki aroma lembut yang menenangkan, tetapi juga kaya antioksidan. Ketahui beragam manfaatnya di sini!

12 Warna Kabinet Dapur yang Bikin Rumah Terlihat Punya Karakter Kuat

Bingung memilih warna kabinet dapur? Ini 12 pilihan warna tahun 2026 yang hangat, fleksibel, dan cocok untuk beragam gaya rumah di Indonesia.​  

Cara Mengetahui Bank dari Nomor Rekening Tanpa Ribet, Cek Sebelum Transfer

Bingung rekening tersebut bank apa? Kenali cara cek bank dari nomor rekening agar transfer lebih aman dan tidak salah tujuan.

Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun? Ini Penjelasannya

Sekitar 80% kasus penyakit autoimun dialami oleh wanita akibat faktor genetik dan hormon estrogen. Kenali penyebab, gejala umum, hingga dampaknya.

Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 4 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Antisipasi Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumatra Barat Selasa (4/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca di Sumatra Barat pada besok (4/8) dan lusa didominasi berawan, dengan suhu 17-31 derajat Celsius.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (4/8) dan Lusa, Waspada Udara Kabur

BMKG memprakirakan cuaca Bali pada Selasa (4/8) didominasi cerah. Namun, pada Rabu, waspadai udara kabur dan kabut asap.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (4/8) Cerah Dominan, Kabut di Sejumlah Daerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa-Rabu didominasi cerah dan berawan dengan kabut di sejumlah wilayah.

Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Selasa (4/8), Mayoritas Wilayah Cerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Selasa-Rabu didominasi cerah hingga berawan dengan suhu 15-33 °C