MOMSMONEY.ID - Perawatan alami untuk asam urat bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan radang sendi akibat asam urat. Asam urat adalah jenis radang sendi yang mempengaruhi 1-4% populasi di negara-negara Barat.
Penyakit ini paling sering terjadi pada pria di atas usia 30 tahun. Pendekatan terhadap akar penyebab bisa mengatasi kondisi radang sendi dan membantu mencegah kekambuhannya.
Dr. Jennifer L. Weinberg, dokter spesialis kedaruratan medis di Baltimore, Maryland menjelaskan bahwa penyakit ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah lebih tinggi dari batas normal.
“Kondisi ini menyebabkan kristal monosodium urat monohidrat mengendap di ruang sendi, berpotensi menyebabkan peradangan dan rasa tidak nyaman,” jelasnya.
Baca Juga: Cara Mengurangi Kadar Asam Urat Tinggi dengan Alami, Ini Dia Tips dari Dokter!
Asam urat diproduksi dari metabolisme senyawa yang ditemukan dalam makanan tertentu yang disebut purin. Kadar asam urat dapat menumpuk dalam darah karena tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau karena pemecahan purin yang tidak efektif.
Biasanya, ginjal menyaring kelebihan asam urat. Namun, asam urat dapat menumpuk jika ginjal tidak cukup membuang asam urat tersebut.
Penyebab terjadinya penyakit asam urat
Dilansir dari Rupahealth.com, tubuh dapat memproduksi terlalu banyak asam urat ketika mengonsumsi makanan tinggi purin atau karena kondisi kesehatan tertentu lainnya. Makanan tinggi purin meliputi:
- Jeroan
- Daging sapi dan daging kambing
- kerang, sarden, dan teri
- Makanan dan minuman tinggi fruktosa
- Makanan yang mengandung ragi
- Mengalami dehidrasi
- Riwayat operasi atau trauma
- Obesitas yang membebani ginjal dan menyulitkan tubuh mengeluarkan asam urat.
Kondisi lain yang dapat menyebabkan asam urat
Obat-obatan tertentu pun bisa meningkatkan risiko asam urat dengan mempengaruhi kadar reabsorpsi dan sekresi asam urat. Beberapa individu memiliki defisiensi enzim bawaan atau kelainan genetik seperti sindrom Lesch-Nyhan dan sindrom Kelley-Seegmiller yang menyebabkan produksi asam urat berlebih.
Jika Anda sering mengalami stres berlebih, patut waspada karena kondisi ini bisa meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Tanda dan gejala asam urat
Penyakit asam urat dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Ketika kristal urat mengendap di persendian, hal itu dapat menyebabkan peradangan yang mengakibatkan episode akut dan gejala sistemik seperti demam.
Rasa tidak nyaman akibat asam urat biasanya parah dan datang tiba-tiba, seringkali di malam hari. Rasa tidak nyaman tersebut biasanya berupa denyutan disertai rasa hangat, kemerahan, dan nyeri tekan pada sendi yang terkena.
Ketika kristal urat menumpuk di jaringan lunak seperti jari tangan, tempurung lutut, jari kaki, dan siku maka akan membentuk tofi atau benjolan kecil di bawah kulit.
Asam urat seringkali menyerang jempol kaki. Area ini adalah lokasi umum terjadinya serangan asam urat karena memiliki suhu yang lebih dingin dan menjadi bagian tepi tubuh. Jempol kaki juga rentan terhadap faktor-faktor seperti trauma dan iritasi.
Komplikasi penyakit asam urat
Jika penyakit asam urat tidak ditangani, komplikasi berikut bisa terjadi:
- Kerusakan sendi permanen
- Infeksi sekunder
- Kerusakan pada ginjal
- Batu ginjal
- Kerusakan pada saraf
Mengukur kadar gula darah dan status hidrasi
Profil metabolik lengkap memberikan gambaran tentang status hidrasi, keseimbangan gula darah, dan fungsi ginjal. Hal ini dilakukan untuk menilai faktor-faktor yang berkontribusi pada risiko kambuhnya asam urat.
Beberapa tes berikut juga berfungsi untuk menilai kemungkinan terjadinya kadar asam urat tinggi:
1. Fungsi pencernaan
Ketidakseimbangan bakteri usus dapat mengurangi pemecahan dan pembersihan asam urat dari tubuh dan dapat berkontribusi pada penyakit asam urat. Tes tinja Gut Zoomer mengevaluasi mikroba di saluran pencernaan untuk menilai keseimbangan secara keseluruhan
2. Fungsi tiroid
Pemeriksaan tiroid lengkap termasuk hormon perangsang tiroid (TSH), T3, T4, dan reverse T3 harus dinilai menggunakan rentang pengobatan fungsional. Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat berkontribusi pada penumpukan asam urat dalam darah.
3. Status metilasi
Polimorfisme C677T pada gen MTHFR merupakan faktor risiko hiperurisemia dan dapat memperburuk serangan asam urat.
4. Kadar timbal dalam darah
Ketika kadar timbal dalam darah mencapai sekitar 1,2 mcg/dL, risiko terkena asam urat meningkat. Kadar timbal dapat dinilai dengan tes darah.
Baca Juga: Manfaatkan Tanaman Seledri untuk Mengobati Asam Urat Tinggi
Perawatan alami untuk pasien asam urat
1. Pertimbangkan diet rendah purin
Makanan seperti kerang, jeroan dan daging merah mengandung purin tinggi. Anda harus membatasi konsumsi purin hingga 150-300 g/hari untuk membantu mengelola serangan asam urat.
2. Batasi konsumsi alkohol
Alkohol dapat mengurangi ekskresi asam urat dan menyebabkan dehidrasi yang dapat meningkatkan risiko serangan asam urat.
3. Fokus pada diet antiinflamasi
Mengurangi peradangan secara keseluruhan dalam tubuh bisa dilakukan dengan menjalani diet antiinflamasi. Hal ini akan membantu menjaga keseimbangan bakteri usus dan mendukung kesehatan sendi.
Pola makan seperti sayuran, protein nabati, biji-bijian, dan lemak omega-3 dapat membantu mencegah radang sendi. Gunakan pemanis alami seperti stevia atau madu hutan jika diperlukan.
4. Vitamin c
Vitamin C dapat mempengaruhi metabolisme purin secara positif dan membantu menjaga kadar asam urat yang sehat dalam darah dengan meningkatkan ekskresi melalui urin. Sehingga, berpotensi menurunkan risiko pengendapan kristal monosodium urat pada struktur sendi dan jaringan lunak.
5. Seledri
Seledri memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi serta dapat membantu menjaga kadar asam urat karena mengandung flavonoid apigenin. Seledri juga dapat membantu mengurangi dampak tersebut dan mendukung kesehatan sendi.
6. Konsumsi buah ceri
Buah ceri mengandung vitamin A, C, E serta senyawa fenol seperti antosianin dan quercetin yang mendukung keseimbangan kadar asam urat. Ceri dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan mendukung filtrasi ginjal dan mengurangi reabsorpsi asam urat.
Konsumsi rutin konsentrat atau ekstrak jus ceri asam selama beberapa bulan dikaitkan dengan penurunan kejadian episode asam urat.
7. Jangan lupa minum air putih
Kebutuhan hidrasi setiap individu berbeda-beda tergantung pada gaya hidup, cuaca, aktivitas, dan pola makan. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik sesuai kebutuhan sangat penting untuk membantu mengelola serangan asam urat.
Air membantu tubuh menjaga asam urat tetap larut dan mendorong pengeluaran asam urat dari tubuh. Itulah informasi lengkap yang memuat tentang perawatan alami untuk meredakan asam urat tinggi.
Selanjutnya: Mulai Tahun Ini, Ditjen Pajak Bisa Mengintip Data E-Wallet hingga Kripto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News