MOMSMONEY.ID - Mari intip beberapa khasiat jahe untuk mengatasi migrain yang jarang diketahui di sini!
Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Nyeri berdenyut yang muncul di satu sisi kepala, disertai mual, sensitif terhadap cahaya, atau suara, dapat mengganggu aktivitas harian secara signifikan.
Sebagian orang mengandalkan obat pereda nyeri, tetapi tidak sedikit yang mulai mencari pendekatan alami untuk membantu meredakan gejalanya. Salah satu bahan alami yang menarik perhatian adalah jahe.
Baca Juga: 7 Manfaat Kesehatan Konsumsi Seledri bagi Tubuh, Apa Saja?
Jahe telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan. Melansir dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa khasiat jahe untuk mengatasi migrain yang jarang diketahui:
1. Pereda nyeri alami
Migrain terjadi karena aktifnya jalur peradangan dan rasa nyeri di dalam tubuh. Senyawa aktif dalam jahe, seperti gingerol dan shogaol, memiliki efek antiinflamasi dan pereda nyeri yang mirip dengan obat NSAID. Bedanya, jahe cenderung lebih ramah bagi lambung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jahe dapat membantu mengurangi nyeri migrain. Dalam analisis sejumlah studi terkontrol, penderita migrain yang mengonsumsi jahe mengalami penurunan rasa sakit yang lebih cepat dan tingkat bebas nyeri yang lebih baik dalam waktu 2 jam dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Hasil ini menunjukkan bahwa jahe aman dan efektif sebagai pendamping penanganan migrain. Bentuk yang bisa dipilih antara lain jahe segar, bubuk, tincture, teh, kapsul, atau minyak esensial yang dioleskan pada area nyeri.
2. Membantu meredakan mual dan muntah
Analisis penelitian yang sama juga menemukan bahwa kejadian mual dan muntah lebih rendah pada kelompok yang mengonsumsi jahe. Migrain sering disertai mual, meskipun riset khusus tentang jahe untuk mual akibat migrain masih terbatas.
Namun, berbagai studi lain membuktikan bahwa jahe efektif mengurangi mual dan muntah akibat kehamilan, kemoterapi, dan setelah operasi. Gingerol dalam jahe membantu mempercepat pergerakan makanan di saluran cerna, sehingga rasa mual dapat berkurang.
Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk tincture, teh, atau permen jahe.
3. Membantu meningkatkan kerja obat pereda nyeri
Bagi Anda yang mengonsumsi obat NSAID, jahe dapat menjadi pendamping alami. Dalam sebuah uji klinis, penderita migrain yang mengonsumsi ekstrak jahe bersamaan dengan NSAID mengalami penurunan nyeri yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok plasebo. Selain itu, kemampuan beraktivitas juga meningkat lebih cepat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jahe dapat membantu memperkuat efek obat pereda nyeri dalam mengatasi migrain.
Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, bubuk, tincture, teh, kapsul, atau minyak esensial.
Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan Konsumsi Kimchi yang Jarang Diketahui
4. Mengurangi sensitivitas terhadap cahaya
Sensitivitas terhadap cahaya merupakan gejala migrain yang cukup mengganggu. Dalam uji klinis acak, penderita migrain yang mengonsumsi jahe bersama NSAID melaporkan sensitivitas cahaya yang lebih ringan dibandingkan kelompok plasebo. Efek ini terlihat dalam 30 hingga 90 menit setelah konsumsi.
Jahe dapat dikonsumsi atau digunakan dengan cara yang sama seperti sebelumnya, sesuai kenyamanan Anda.
5. Berpotensi menjadi alternatif obat migrain tertentu
Sumatriptan merupakan obat migrain yang sering diresepkan. Sebuah penelitian membandingkan efektivitas bubuk jahe dengan sumatriptan pada penderita migrain. Hasilnya, keduanya sama-sama efektif dalam menurunkan tingkat nyeri setelah 2 jam. Namun, jahe memiliki risiko efek samping yang lebih rendah.
Sebagai percobaan awal, Anda dapat mencoba kapsul ekstrak jahe kering dengan dosis sedang sesuai anjuran. Konsumsi dapat diulang secara terbatas bila diperlukan.
6. Memberikan efek menenangkan
Stres dan kecemasan sering memicu atau memperburuk migrain. Jahe kaya antioksidan yang dapat membantu meredakan gejala kecemasan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jahe bersamaan dengan obat antidepresan tertentu dapat membantu menurunkan kecemasan sekaligus memperbaiki gangguan pencernaan. Minum teh jahe hangat atau menggunakan minyak jahe untuk pijat ringan dapat memberikan efek relaksasi.
Baca Juga: 12 Manfaat Minum Air Hangat Setiap Pagi bagi Kesehatan Tubuh
7. Membantu mengurangi risiko serangan berulang
Jahe juga berpotensi membantu menurunkan frekuensi serangan migrain jika dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari perawatan pencegahan. Meski hasil penelitian masih beragam, jahe dianggap sebagai terapi tambahan yang cukup menjanjikan.
Anda dapat menambahkan jahe ke dalam menu harian atau mengonsumsinya dalam bentuk suplemen sesuai kebutuhan.
Nah, itu dia beberapa khasiat jahe untuk mengatasi migrain yang jarang diketahui. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News