MOMSMONEY.ID - Kenali 7 desain ruang tamu yang mulai terasa usang dan cara membuatnya tetap nyaman, hangat, serta tetap cocok segala kondisi di rumah.
Ruang tamu tidak harus selalu mengikuti tren terbaru agar terlihat menarik. Justru, terlalu banyak memasukkan elemen yang sedang populer bisa membuat suasana rumah cepat terasa monoton ketika tren tersebut mulai bergeser.
Melansir dari The Spruce, sejumlah desainer interior menilai ada beberapa gaya ruang tamu yang kini perlu ditata ulang agar rumah terasa lebih personal dan tidak seperti ruang pajangan.
Bagi banyak orang, perubahan kecil seperti menambah tanaman, mengganti pencahayaan, atau memasukkan warna hangat bisa menjadi pilihan praktis tanpa harus membeli banyak furnitur baru.
“Interior yang paling berkesan menceritakan sebuah kisah dengan berbagai barang yang dikumpulkan dari waktu ke waktu dan mencerminkan orang yang tinggal di dalamnya,” ujar desainer interior Nina Lichtenstein.
Baca Juga: 6 Cara Mudah Bikin Dapur Tetap Bersih Lebih Lama Setiap Hari di Rumahmu
Papan tulisan dekoratif mulai kehilangan daya tarik
Papan dengan tulisan motivasi atau kalimat seperti ajakan berkumpul memang pernah menjadi dekorasi favorit. Namun, penggunaannya secara berlebihan kini bisa membuat ruang tamu terasa terlalu mengikuti gaya tertentu.
Sebagai gantinya, dinding dapat diisi dengan foto keluarga, lukisan, kerajinan lokal, koleksi pribadi, atau benda yang memang memiliki cerita. Dekorasi seperti ini biasanya terasa lebih dekat dengan kehidupan penghuni rumah.
Ruang serba abu abu terasa terlalu dingin
Warna abu abu masih bisa menjadi pilihan netral. Masalahnya muncul ketika warna tersebut digunakan hampir di seluruh bagian ruang, mulai dari sofa, dinding, karpet hingga aksesori.
Diane Rath menyarankan warna yang lebih hangat seperti hijau, terakota, biru pekat, dan putih hangat. Pilihan tersebut dapat memberikan kesan lebih nyaman sekaligus membuat ruang tamu memiliki karakter.
Tidak perlu mengecat ulang seluruh ruangan. Bantal sofa, karpet, tirai, tanaman, atau dekorasi berwarna hangat sudah cukup untuk mengurangi kesan monoton.
Satu lampu utama membuat suasana datar
Ruang tamu yang hanya mengandalkan satu lampu plafon berpotensi terlihat terlalu terang pada bagian tertentu tetapi kurang memiliki suasana.
Desainer Nina Lichtenstein menyarankan pencahayaan berlapis. Lampu utama dapat dipadukan dengan lampu meja, lampu lantai, atau pencahayaan aksen untuk memberikan fungsi berbeda.
Konsep tersebut juga cocok diterapkan di rumah Indonesia karena ruang tamu sering digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari menerima tamu hingga bersantai bersama keluarga.
Furnitur satu set membuat ruangan terasa seperti showroom
Sofa, meja, kursi, dan lemari dengan desain identik memang terlihat rapi. Namun, jika semuanya terlalu seragam, ruang tamu dapat kehilangan kesan alami.
Mencampurkan material kayu, kain, kaca, logam, serta aksesori dengan karakter berbeda justru bisa membuat interior terasa lebih hidup. Tidak perlu takut memadukan furnitur lama dengan barang baru selama warna dan ukurannya tetap seimbang.
Baca Juga: Warna Cat Rumah di Tahun 2027 Jadi Tren Baru, Pintu Cottage Biru Akan Dominan?
Rak buku terlalu rapi juga bisa terasa kaku
Rak buku yang seluruhnya disusun berdasarkan warna memang menarik secara visual. Tetapi, jika hanya mengejar tampilan, kepribadian pemilik rumah bisa hilang.
Buku dapat dipadukan dengan tanaman, foto, karya seni, koleksi kecil, atau benda kenangan. Hasilnya lebih santai dan tidak terasa seperti dekorasi yang sengaja dibuat hanya untuk difoto.
Minimalisme tidak berarti ruangan harus kosong
Minimalisme masih relevan, tetapi bukan berarti ruang tamu harus benar benar kosong. Ruangan tanpa sentuhan personal justru dapat terasa seperti kantor atau lobi.
Tambahkan beberapa benda yang memiliki fungsi dan cerita, seperti buku, tanaman, karya seni, keranjang berbahan alami, atau aksesori keluarga. Dengan begitu, ruangan tetap rapi tanpa kehilangan kehangatan.
Bouclé putih sebaiknya tidak mendominasi
Furnitur bouclé putih pernah menjadi salah satu pilihan populer karena teksturnya terlihat lembut dan nyaman. Namun, jika digunakan terlalu dominan, tampilannya bisa terasa sangat terikat dengan tren interior era tertentu.
Sebagai alternatif, pemilik rumah dapat mengombinasikannya dengan linen, beludru, kayu, rotan, atau tekstil berwarna hangat. Sofa bouclé yang masih bagus juga tidak perlu buru buru diganti.
Baca Juga: 7 Barang Rumah yang Jangan Diletakkan di Luar biar Tidak Cepat Rusak
Cara membuat ruang tamu lebih timeless
Daripada mengganti seluruh furnitur, lakukan perubahan sederhana berikut:
- Tambahkan warna hangat melalui tekstil dan aksesori.
- Gunakan lebih dari satu sumber pencahayaan.
- Masukkan tanaman atau material alami.
- Campurkan furnitur lama dengan elemen baru.
- Pajang benda yang memiliki cerita pribadi.
- Kurangi dekorasi yang hanya mengikuti tren.
Ruang tamu yang terlihat ketinggalan zaman tidak selalu disebabkan oleh satu furnitur tertentu. Penggunaan warna, pencahayaan, tekstur, dan dekorasi secara terlalu seragam justru lebih sering membuat ruangan kehilangan karakter.
Tren interior boleh menjadi inspirasi, tetapi kenyamanan dan kepribadian penghuni sebaiknya tetap menjadi pertimbangan utama.
Melalui sedikit perubahan pada warna, pencahayaan, tanaman, tekstil, dan dekorasi personal, ruang tamu lama pun bisa kembali terasa segar tanpa renovasi besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News