MOMSMONEY.ID - Sebelum renovasi dapur, kenali 6 tren yang terlihat menarik tetapi bisa boros ruang, mahal dirawat, dan kurang praktis untuk jangka panjang.
Renovasi dapur bukan cuma soal membuat ruangan terlihat lebih modern, tetapi juga memastikan setiap sudutnya tetap nyaman digunakan.
Di Indonesia, dapur sering menjadi ruang yang cukup aktif karena digunakan untuk memasak, menyimpan bahan makanan, hingga berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, desain yang terlihat menarik di foto belum tentu cocok dengan kebiasaan penghuni rumah. Melansir dari Real Simple, sejumlah desainer menyarankan agar pemilik rumah tidak terburu-buru mengikuti tren ketika keputusan tersebut berkaitan dengan bagian dapur yang mahal dan sulit diubah.
“Pemilik rumah sebaiknya mendesain berdasarkan bagaimana mereka benar benar hidup, bukan berdasarkan tren yang sedang populer,” dikutip dari Real Simple.
Baca Juga: Meja Dapur Kusam Tak Perlu Diganti, Ini 6 Cara Bikin Tampilannya Segar Kembali
Peralatan dapur khusus yang belum tentu sering digunakan
Mesin pembuat es, mesin kopi tanam, hingga perangkat dengan fungsi sangat spesifik memang bisa membuat dapur terlihat lebih lengkap. Masalahnya, peralatan seperti ini membutuhkan ruang dan terkadang memerlukan instalasi listrik atau saluran tambahan.
Sebelum memasangnya, coba hitung seberapa sering alat tersebut benar benar digunakan. Jika hanya dipakai sesekali, perangkat yang mudah dipindahkan justru dapat memberikan fleksibilitas lebih besar.
Lemari tanpa pegangan terlihat rapi tetapi punya konsekuensi
Konsep kabinet tanpa pegangan masih menarik bagi pencinta desain minimalis. Permukaannya terlihat bersih karena tidak banyak detail yang menonjol.
Namun, dapur merupakan area yang sering terkena air, minyak, dan sisa makanan. Pintu yang terus dibuka dengan tangan secara langsung berpotensi membuat permukaannya lebih cepat kotor dan menunjukkan tanda pemakaian.
Untuk rumah yang mengutamakan kepraktisan, pegangan kecil atau model tarikan tepi bisa menjadi jalan tengah antara tampilan modern dan kemudahan penggunaan.
Meja dapur cantik yang membutuhkan perhatian ekstra
Material meja dapur sebaiknya dipilih berdasarkan gaya hidup, bukan hanya warna dan tampilannya. Marmer, misalnya, memiliki tampilan elegan tetapi membutuhkan perhatian lebih terhadap noda dan perawatan.
Begitu pula meja kayu yang perlu mendapatkan perlindungan secara berkala dari kelembapan dan panas. Jika dapur digunakan intensif setiap hari, material yang lebih mudah dirawat dapat menghemat waktu dan tenaga dalam jangka panjang.
Kabinet warna tertentu bisa lebih cepat memperlihatkan kerusakan
Kabinet berwarna memang mampu mengubah suasana dapur secara instan. Namun, bagian bawah kabinet biasanya menghadapi aktivitas lebih berat dibandingkan bagian atas.
Goresan, benturan, atau cat yang terkelupas dapat terlihat cukup jelas. Jika tetap ingin menggunakan warna kuat, bagian atas kabinet bisa menjadi area yang lebih aman untuk bereksperimen.
Baca Juga: 10 Cara Menata Dapur Kecil biar Rapi dan Nyaman Tanpa Renovasi Besar
Jangan mengorbankan ruang penyimpanan demi tampilan
Dapur yang terlihat lapang memang menyenangkan, tetapi terlalu banyak mengurangi kabinet tertutup bisa menjadi masalah ketika semua peralatan mulai digunakan. Sebelum membongkar penyimpanan, perhatikan kebutuhan sehari hari, terutama untuk:
- Peralatan memasak
- Peralatan makan
- Bahan makanan
- Perlengkapan rumah tangga
Prinsipnya, setiap perubahan sebaiknya menambah fungsi atau setidaknya tidak membuat kapasitas penyimpanan berkurang secara signifikan.
Jangan jadikan tren sebagai dasar elemen permanen
Tren interior bisa berubah, sedangkan mengganti lantai, kabinet, atau meja dapur membutuhkan biaya dan pekerjaan yang tidak sedikit. Karena itu, elemen utama sebaiknya dibuat relatif netral dan tahan waktu.
Sentuhan yang sedang populer lebih aman diterapkan pada bagian yang mudah diganti, seperti warna cat, pencahayaan, pegangan kabinet, atau aksesori. Cara ini juga membuat pemilik rumah lebih leluasa memperbarui suasana dapur tanpa melakukan renovasi besar.
Pada akhirnya, dapur yang baik bukanlah yang paling mengikuti tren, melainkan yang paling sesuai dengan kebiasaan penggunanya.
Pertimbangkan frekuensi pemakaian, luas ruangan, kebutuhan penyimpanan, perawatan, serta biaya sebelum mengambil keputusan, ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News