MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lho, beberapa makanan dan minuman yang paling tidak baik untuk kesehatan otak. Apa sajakah itu?
Otak adalah pusat kendali tubuh yang bekerja tanpa henti setiap hari. Ia mengatur cara berpikir, mengingat, mengambil keputusan, hingga mengontrol emosi. Menariknya, kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh apa yang Anda konsumsi.
Pola makan yang kurang tepat bukan hanya berdampak pada berat badan atau kesehatan jantung, tetapi juga dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif, menurunkan daya ingat, hingga meningkatkan risiko gangguan saraf.
Baca Juga: 7 Minuman untuk Meningkatkan Kesehatan Otak secara Alami
Tanpa disadari, beberapa makanan dan minuman yang sering dikonsumsi justru menjadi “musuh diam-diam” bagi kesehatan otak. Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa makanan dan minuman yang paling tidak baik untuk kesehatan otak:
1. Alkohol termasuk dalam jumlah sedang
Alkohol dapat mengganggu kerja normal otak. Zat ini membuat sel-sel otak sulit berkomunikasi satu sama lain sehingga kinerjanya menurun. Jika dikonsumsi terus-menerus, alkohol bisa merusak saraf, mengganggu daya ingat, serta memengaruhi suasana hati dan perilaku.
Minum alkohol secara rutin juga dikaitkan dengan gangguan dalam mengambil keputusan dan mengontrol emosi. Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko demensia. Menariknya, dampak negatif ini tidak hanya terjadi pada peminum berat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol ringan hingga sedang pun dapat menyebabkan kerusakan pada hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori.
2. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi
Merkuri adalah logam berat yang bersifat neurotoksik, artinya dapat merusak otak dan sistem saraf. Paparan merkuri paling sering terjadi melalui makanan, terutama dari konsumsi ikan tertentu seperti tuna dan makarel.
Merkuri dapat merusak sistem saraf pusat, sehingga lembaga kesehatan memberikan batas aman konsumsi ikan yang mengandung merkuri setiap minggu. Memilih jenis ikan dengan bijak sangat penting, terutama bagi anak-anak yang otaknya masih berkembang serta ibu hamil. Paparan merkuri selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan otak janin. Dalam kasus paparan tinggi, merkuri bahkan dapat memicu gejala serius seperti halusinasi dan gangguan kejiwaan.
Baca Juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Otak saat Usia Lanjut
3. Gula dan pemanis buatan
Otak memang membutuhkan glukosa sebagai sumber energi. Namun, jika asupannya berlebihan, gula justru dapat menimbulkan dampak negatif. Konsumsi gula dapat memicu pelepasan dopamin, yaitu zat kimia otak yang menimbulkan rasa senang. Inilah alasan mengapa seseorang sering mengidam makanan manis.
Lonjakan gula darah yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi tingkat energi, suasana hati, serta kualitas tidur. Tidak hanya itu, pemanis buatan juga dikaitkan dengan penurunan kesehatan otak, termasuk meningkatnya risiko penurunan fungsi kognitif, stroke, dan demensia.
4. Karbohidrat olahan
Karbohidrat olahan seperti nasi putih dan roti putih mudah dipecah oleh tubuh menjadi glukosa. Proses ini memang memberikan energi dengan cepat, tetapi efeknya mirip dengan konsumsi gula berlebihan.
Otak memang membutuhkan karbohidrat untuk bekerja dengan baik. Namun, karbohidrat dari biji-bijian utuh lebih disarankan karena tidak memicu peradangan, lonjakan gula darah, atau dampak negatif lain seperti yang terjadi pada karbohidrat olahan. Mengganti karbohidrat olahan dengan biji-bijian utuh dapat membantu menjaga fungsi kognitif dan menurunkan risiko gangguan otak terkait usia, termasuk demensia dan Alzheimer.
Baca Juga: 3 Manfaat Makan Sayuran Hijau untuk Kesehatan Otak
5. Makanan ultra olahan
Makanan ultra olahan biasanya mengandung lemak trans, gula tambahan atau pemanis buatan, natrium, pengawet, serta berbagai zat aditif lainnya. Kandungan ini sering dikemas dalam jumlah tinggi dalam satu produk.
Pola makan yang tinggi makanan ultra olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk demensia dan Alzheimer. Perlu diingat bahwa makanan ultra olahan tidak hanya berupa camilan kemasan, tetapi juga mencakup produk seperti daging olahan atau daging deli.
Itulah beberapa makanan dan minuman yang paling tidak baik untuk kesehatan otak. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: 4 Tanda Kekurangan Konsumsi Serat pada Tubuh, Cek di Sini yuk!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News