MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berbalik menguat secara teknikal alias technical rebound. Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham dari Kiwoom Sekuritas Indonesia untuk hari ini, Selasa, 10 Maret 2026.
IHSG Senin kemarin (9/3) ditutup melemah 3,27% ke level 7337.37. Itu pun sempat terhempas ke 7156,7, terhempas oleh karena sentimen market regional dan memanasnya harga minyak ke kisaran US$ 120 per barel.
Langkah asing dengan aksi beli atau net buy Rp 1,1 triliun, setidaknya bisa membantu rupiah yang terpuruk ke Rp 16.940 per dollar AS.
Baca Juga: Cara Melihat Data Informasi Kepemilikan Saham di Atas 1% di Website BEI
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata cukup optimistis bahwa IHSG akan ada technical rebound, terlebih setelah adanya tanda-tanda reversal awal seperti: candle serupa long-leg Hammer. Selain itu, target angka bawah harian dan mingguan sudah tercapai sesuai masing-masing pola support.
Dia menilai, pasar didukung sentimen speculative buy. Namun, investor tetap berpegang pada disiplin pengelolaan dana dan risiko, jelang libur Idul Fitri.
Selain itu, Wall Street pada perdagangan Senin (9/3) ditutup menguat setelah volatilitas tajam sepanjang sesi akibat lonjakan harga minyak di tengah eskalasi perang US–Israel melawan Iran. Sentimen membaik pada akhir perdagangan setelah Presiden Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sudah mendekati akhir dan konflik berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan estimasi awal 4–5 minggu.
Rekomendasi saham
1. AADI
Entry Buy : 10.150 – 10.450
Target Price : 10.800 – 11.150
Support : 10.000 – 10.150
Cut loss : 9.950
2. BBNI
Entry Buy : 4.180 – 4.290
Target Price : 4.420 – 4.550
Support : 4.120 – 4.180
Cut loss : 4.100
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini dari Sinarmas Sekuritas (10/3)
3. HEAL
Entry Buy : 1.245 – 1.280
Target Price : 1.320 – 1.360
Support : 1.230 – 1.245
Cut loss : 1.220
4. PTRO
Entry Buy : 4.840 – 4.990
Target Price : 5.175 – 5.350
Support : 4.760 – 4.840
Cut loss : 4.740
Namun perlu diingat, rekomendasi ini bukan ajakan untuk jual atau beli saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News