MOMSMONEY.ID - Simak, berikut ini tiga strategi investasi reksadana saham yang bisa investor cermati dari Panin Asset Management.
Reksadana saham Panin Dana Maksima dari Panin Asset Management mencatat pencapaian baru di industri reksadana Indonesia.
Produk ini menjadi reksadana saham yang menembus nilai aktiva bersih (NAB) per unit Rp 100.000 pada 5 Januari 2026.
Pencapaian tersebut mencerminkan perjalanan investasi jangka panjang yang mampu melewati berbagai siklus pasar, mulai dari periode optimisme hingga volatilitas tinggi.
Director of Investment Panin Asset Management Winston S. A. Sual mengatakan, konsistensi dalam pengelolaan investasi menjadi salah satu kunci dari kinerja tersebut.
“Setiap angka yang tercapai adalah hasil dari kepercayaan yang dirajut melalui proses yang konsisten dan bertanggung jawab. NAB/unit 100.000 ini bukan sekadar garis finis, melainkan bukti disiplin pada kualitas akan memberikan hasil terbaik bagi investor dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (10/3).
Baca Juga: Begini Strategi Investasi Reksadana di Tengah Tren Penurunan Bunga
Dari strategi pengelolaannya, ada beberapa pendekatan investasi reksadana saham yang dapat dicermati investor.
Pertama, fokus pada kualitas aset. Pengelolaan investasi dilakukan dengan memilih saham berdasarkan analisis fundamental yang mendalam, bukan sekadar mengikuti tren pasar jangka pendek.
Kedua, disiplin dalam strategi investasi. Konsistensi dalam menjalankan strategi dinilai penting untuk menghadapi berbagai kondisi pasar, termasuk saat volatilitas meningkat.
Ketiga, menerapkan manajemen risiko. Keputusan investasi juga dilakukan dengan pengelolaan risiko yang ketat, agar portofolio tetap adaptif terhadap perubahan kondisi pasar global maupun domestik.
Saat ini, Panin Dana Maksima telah dipercaya oleh lebih dari 71.000 investor. Per Februari 2026, Panin Asset Management tercatat mengelola dana investasi lebih dari Rp 15 triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News