M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Cara Makanan Fermentasi Menjaga Kesehatan Usus Anda

 5 Cara Makanan Fermentasi Menjaga Kesehatan Usus Anda
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Begini, lo, cara makanan fermentasi menjaga kesehatan usus Anda. Yuk, simak pembahasan lengkapnya di sini!

Kesehatan usus memiliki peran besar terhadap kondisi tubuh secara keseluruhan. Usus tidak hanya membantu mencerna makanan, tetapi juga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, suasana hati, hingga kualitas tidur.

Karena itu, menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi makanan fermentasi. Proses fermentasi menghasilkan bakteri baik atau probiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus.

Mikroorganisme baik ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Makanan Penurun Risiko Kanker Usus

Bersumber dari Health, berikut cara makanan fermentasi menjaga kesehatan usus Anda:

1. Membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus

Makanan fermentasi mengandung probiotik yang membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Mikrobioma usus sendiri merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan berperan penting dalam kesehatan tubuh.

Keseimbangan bakteri usus dapat terganggu akibat beberapa faktor, seperti konsumsi antibiotik, pola makan yang kurang sehat, stres, atau gangguan pencernaan tertentu. Saat jumlah bakteri baik berkurang, sistem pencernaan bisa menjadi lebih sensitif.

Mengonsumsi makanan fermentasi dapat membantu mengembalikan keseimbangan tersebut. Bakteri baik dari probiotik membantu mendukung sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan usus secara keseluruhan.

Namun, tidak semua makanan fermentasi mengandung probiotik hidup. Produk seperti roti sourdough, bir, atau wine memang melalui proses fermentasi, tetapi tidak selalu memiliki kultur bakteri aktif. Untuk mendapatkan manfaat probiotik, pilih produk dengan label “mengandung kultur hidup” atau “fermentasi alami”.

2. Membantu penyerapan nutrisi lebih optimal

Makanan fermentasi juga dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik. Proses fermentasi menghasilkan enzim yang membantu memecah zat gizi sehingga lebih mudah digunakan tubuh.

Beberapa mineral yang penyerapannya dapat terbantu antara lain kalsium, magnesium, zat besi, seng, kalium, dan selenium. Nutrisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, hingga sistem imun.

Contohnya, yogurt atau kefir tidak hanya memberikan asupan protein dan kalsium, tetapi juga membantu tubuh memanfaatkan nutrisi tersebut secara lebih efektif. Dengan sistem pencernaan yang sehat, tubuh juga lebih mudah menyerap vitamin dan mineral dari makanan lain yang dikonsumsi sehari-hari.

Baca Juga: 6 Buah Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Usus dan Pencernaan Anda

3. Membantu memperkuat lapisan pelindung usus

Usus memiliki lapisan pelindung yang berfungsi mencegah zat berbahaya masuk ke aliran darah. Lapisan ini penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan mengurangi risiko peradangan.

Probiotik dalam makanan fermentasi membantu bakteri baik memfermentasi serat makanan dan menghasilkan asam lemak rantai pendek. Senyawa ini membantu menjaga kekuatan dan fungsi lapisan usus.

Ketika lapisan usus tetap sehat, tubuh menjadi lebih terlindungi dari racun, bakteri berbahaya, dan zat pemicu gangguan pencernaan. Kondisi ini juga membantu menurunkan risiko masalah usus yang berkaitan dengan peradangan.

Mengonsumsi makanan fermentasi bersama makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian dapat membantu mendukung fungsi usus secara lebih optimal.

4. Membantu melancarkan sistem pencernaan

Makanan fermentasi dikenal lebih mudah dicerna dibandingkan beberapa jenis makanan biasa. Selama proses fermentasi, bakteri baik membantu memecah sebagian karbohidrat dan senyawa tertentu sehingga sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat.

Hal ini dapat membantu mengurangi rasa penuh, kembung, atau gangguan pencernaan ringan pada sebagian orang. Beberapa produk fermentasi juga lebih mudah ditoleransi oleh orang dengan sensitivitas tertentu.

Sebagai contoh, roti sourdough sering dianggap lebih nyaman dicerna dibandingkan roti biasa karena proses fermentasinya membantu memecah sebagian kandungan gluten dan karbohidrat fermentasi.

Selain itu, yogurt dan kefir juga lebih rendah laktosa dibandingkan susu biasa sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh sebagian orang yang sensitif terhadap laktosa.

Mengonsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat membantu menjaga pergerakan usus tetap normal dan mendukung proses pencernaan sehari-hari.

Baca Juga: 6 Buah Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Usus dan Pencernaan Anda

5. Bisa menyebabkan adaptasi pada sistem pencernaan

Walaupun bermanfaat, makanan fermentasi juga dapat menyebabkan perut terasa kembung atau muncul gas, terutama jika baru mulai mengonsumsinya secara rutin.

Kondisi ini biasanya terjadi karena usus sedang beradaptasi dengan masuknya probiotik dalam jumlah lebih tinggi. Pada beberapa orang, perubahan keseimbangan bakteri usus dapat memicu rasa tidak nyaman sementara.

Selain itu, jenis bakteri tertentu dalam makanan fermentasi dapat menghasilkan senyawa alami selama proses fermentasi yang memengaruhi sistem pencernaan. Akibatnya, sebagian orang mungkin mengalami diare ringan, kram perut, atau peningkatan gas.

Untuk mengurangi efek tersebut, konsumsi makanan fermentasi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan porsi kecil, lalu tingkatkan perlahan sesuai toleransi tubuh. Pastikan juga Anda tetap mengimbanginya dengan asupan air putih dan pola makan bergizi seimbang.

Baca Juga: 9 Makanan Fermentasi untuk Dikonsumsi supaya Usus dan Pencernaan Tetap Sehat

Itulah cara makanan fermentasi menjaga kesehatan usus Anda. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Cara Memperbarui Kamar Tidur biar Lebih Nyaman Tanpa Renovasi Besar

Kamar tidur terasa membosankan? Coba 7 cara sederhana ini untuk membuatnya lebih rapi, segar, dan nyaman tanpa renovasi besar.

7 Panduan Aman Menggunakan Earphone agar Telinga Tetap Sehat, Simak yuk

Ingin tetap nyaman mendengarkan musik tanpa merusak pendengaran? Simak cara tepat memakai earphone yang aman untuk telinga Anda.  

Mau Bantu Bayar Tagihan Keluarga? Cek Dulu Batas Keuanganmu

Mau bantu keluarga bayar tagihan? Cek batas kemampuan agar niat baik tidak membuat keuangan sendiri ikut terganggu.

Cara Menata Ruang Tamu Panjang biar Gak Terasa Sempit

Ruang tamu panjang bisa terasa nyaman dengan trik sederhana menata sofa, karpet, warna, pencahayaan, dan dekorasi.  

10 Kebiasaan Finansial Kelas Menengah biar Keuangan Lebih Tertata

10 kebiasaan finansial sederhana ini membantu kelas menengah mengatur uang, menghindari utang, dan menyiapkan masa depan.

Jangan Sepelekan ya! Ini Manfaat Makan Pisang Setiap Hari untuk Tekanan Darah Anda

Ketahui manfaat makan pisang secara rutin untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Temukan juga deretan buah lain untuk tekanan darah.

Golden Period Anak Tak Boleh Terlewat, Ini Pentingnya Gizi dan Stimulasi

Stimulasi dan Gizi Tepat Jadi Kunci Optimalkan Perkembangan Otak Anak di Masa Golden Period           

Provinsi Ini Masih Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 28 Juli 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

TransNusa Hadirkan Tarif Penerbangan Spesial dan Promo Fly Cruise Bersama STB

Promo fly-cruise STB dan TransNusa mengkombinasikan perluasan penerbangan TransNusa dan Singapura sebagai hub kapal pesiar di Asia Tenggara. 

Tips Atur Strategi Latihan Marathon dan Siap Mental

Setelah berbulan-bulan berlatih, menuntaskan long run dan melewati fase peak training, banyak pelari justru mulai ragu ketika race day dekat.