MOMSMONEY.ID - Banyak orang beranggapan bahwa wajah yang mengilap dan penuh minyak adalah tanda bahwa kulit memiliki kelembaban berlebih. Dalam dunia dermatologi, kondisi ini sering kali justru merupakan sinyal darurat bahwa kulit sedang mengalami kekeringan ekstrem di lapisan dalam alias dehidrasi.
Fenomena ini dikenal dengan istilah oily-dehydrated skin, di mana kulit memproduksi minyak secara agresif untuk mengompensasi hilangnya kadar air.
Ketika lapisan skin barrier kehilangan hidrasi, kelenjar sebasea akan bekerja dua kali lipat lebih keras guna menciptakan lapisan pelindung buatan berupa minyak.
Baca Juga: 4 Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi, Beda Jenis Beda Perawatan
Wajib tahu perbedaannya, berikut adalah 4 tanda kulit berminyak akibat dehidrasi sebagaimana dilansir dari Healthline dan Medical News Today.
1. Wajah Terasa Kencang dan Tertarik Meski Terlihat Mengilap
Tanda yang paling klasik dari kulit berminyak akibat dehidrasi yaitu munculnya sensasi kontradiktif pada wajah.
Anda mungkin melihat pantulan cahaya yang kuat pada dahi dan hidung karena tumpukan sebum. Namun, di saat yang sama, kulit terasa kencang seolah tertarik terutama setelah mencuci muka atau saat berada di ruangan ber-AC.
Hal ini terjadi karena minyak hanya berada di permukaan kulit, sementara sel-sel kulit di lapisan epidermis kekurangan molekul air.
Sensasi kencang ini merupakan indikator kuat bahwa skin barrier Anda sedang tidak stabil dan membutuhkan hidrasi berbahan dasar air (water-based), bukan sekadar produk pengontrol minyak.
2. Muncul Garis-Garis Halus yang Tampak Jelas Saat Berekspresi
Kulit yang terhidrasi dengan baik biasanya terlihat kenyal serta mampu memantulkan cahaya dengan lembut.
Jika kulit Anda berminyak namun memiliki garis-garis halus di area bawah mata atau sekitar mulut saat tersenyum, itu adalah tanda dehidrasi.
Garis-garis ini sering disebut sebagai dehydration lines, yang bersifat sementara dan akan menghilang jika kadar air dalam kulit tercukupi.
Dehidrasi dapat menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya, sehingga tekstur kulit tampak lebih kasar dan lelah di balik lapisan minyak yang menutupinya.
Baca Juga: 4 Kesalahan Memakai Obat Totol Jerawat yang Bikin Jerawat Makin Parah dan Berbekas
3. Tekstur Kulit Terasa Kasar dan Tampak Kusam di Bawah Lapisan Minyak
Minyak alami (sebum) seharusnya memberikan kesan wajah yang sehat dan bercahaya. Pada kasus kulit dehidrasi, minyak yang diproduksi cenderung memiliki konsistensi yang lebih kental dan lengket, namun kulit di bawahnya tetap terlihat kusam dan tidak segar.
Hal ini sering dibarengi dengan munculnya area yang bersisik atau mengelupas di tengah-tengah area wajah yang berminyak.
Ketidakseimbangan antara kadar air dan minyak ini membuat proses regenerasi sel kulit mati terganggu. Sehingga, tumpukan sel mati tersebut membuat permukaan wajah terasa kasar saat diraba.
4. Pori-Pori Tampak Lebih Besar dan Mudah Tersumbat
Saat kulit mengalami dehidrasi, elastisitas di sekitar dinding pori-pori akan menurun, yang membuatnya tampak lebih menganga atau besar.
Di saat yang sama, produksi minyak yang berlebihan sebagai kompensasi dehidrasi akan terjebak di dalam pori-pori yang kekurangan air tersebut.
Kombinasi antara sebum yang kental dan sel kulit mati yang tidak luruh dengan sempurna akan menciptakan penyumbatan, yang berujung pada munculnya komedo hitam (blackheads) atau jerawat kecil di area yang biasanya berminyak.
Jika Anda merasa jerawat muncul padahal kulit terasa kering di bagian dalam, maka itu adalah cara kulit memberitahu bahwa ia butuh hidrasi, bukan sekadar produk pembasmi jerawat yang keras.
Itulah 4 tanda kulit berminyak akibat dehidrasi. Untuk mengatasi kondisi ini, hindari penggunaan sabun cuci muka yang mengandung bahan pembersih keras seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang bisa menarik sisa air di kulit.
Gunakan produk yang mengandung humektan seperti hyaluronic acid atau glycerin yang efektif mengikat air ke dalam kulit tanpa menambah beban minyak yang berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News