MOMSMONEY.ID - Kulit Anda kering atau dehidrasi? Jangan keliru, berikut 4 perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi yang wajib Anda tahu.
Sering kali kita merasa kulit wajah tampak kusam, kasar, atau terasa kencang setelah mencuci muka, lalu segera menyimpulkan bahwa kita memiliki jenis kulit kering. Padahal, bisa jadi kulit sedang mengalami dehidrasi.
Faktanya, dalam dunia dermatologi, ada perbedaan besar antara kulit yang memang kekurangan minyak alami dengan kulit yang sedang kehilangan kadar air.
Kulit kering adalah klasifikasi jenis kulit secara genetika, sedangkan kulit dehidrasi adalah kondisi kulit sementara yang bisa menimpa siapa saja termasuk pemilik kulit berminyak.
Baca Juga: 4 Kesalahan Memakai Obat Totol Jerawat yang Bikin Jerawat Makin Parah dan Berbekas
Memahami perbedaan ini sangat krusial karena penggunaan produk yang salah justru dapat memperburuk masalah wajah Anda.
Melansir Healthline dan Medical News Today, ada 4 perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi yang wajib Anda tahu. Inilah penjelasannya.
1. Penyebab Utama
Kulit kering (dry skin) diklasifikasikan sebagai jenis kulit yang kekurangan produksi sebum atau minyak alami. Hal ini biasanya bersifat genetik dan berkaitan dengan kelenjar minyak yang kurang aktif.
Sebaliknya, kulit dehidrasi (dehydrated skin) adalah kondisi kulit yang kekurangan kandungan air di dalam lapisan epidermis. Dehidrasi bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem, kurang minum air, polusi, hingga penggunaan produk perawatan yang terlalu keras.
Jadi, kulit kering adalah masalah tekstur dan minyak, sementara kulit dehidrasi adalah masalah kadar air dan kelembaban internal.
2. Gejala
Kulit kering biasanya ditandai dengan tampilan yang kasar, bersisik, hingga mengelupas atau pecah-pecah di area tertentu. Pemilik kulit kering jarang memiliki masalah jerawat namun sering merasa kulitnya tidak elastis.
Di sisi lain, kulit dehidrasi sering kali terlihat kusam, muncul garis-garis halus yang tampak jelas saat wajah berekspresi, dan terkadang terasa gatal atau sangat sensitif.
Uniknya, kulit dehidrasi bisa terlihat berminyak di permukaan tetapi terasa sangat kencang dan haus di bagian dalamnya.
Baca Juga: Hindari saat Cuaca Panas ya, 6 Makanan & Minuman Ini Jadi Musuh Utama Kesehatan Anda
3. Reaksi Kulit Terhadap Produk Skincare
Cara kulit bereaksi terhadap produk juga bisa menjadi pembeda yang nyata. Pemilik kulit kering biasanya akan merasa sangat nyaman dan membaik setelah menggunakan produk berbahan dasar minyak (oil-based) yang bersifat oklusif dan berat. Ini karena minyak tersebut mampu menggantikan sebum yang hilang.
Namun, apabila pemilik kulit dehidrasi hanya diberikan minyak tanpa tambahan hidrasi, wajah mereka akan tetap terasa kencang dan bahkan bisa memicu munculnya komedo.
Kulit dehidrasi justru merespons lebih baik terhadap produk yang mengandung humektan seperti hyaluronic acid atau glycerin. Bahan-bahan ini bekerja dengan menarik molekul air ke dalam sel kulit untuk mengembalikan kekenyalan wajah.
4. Sifat Kondisi
Perbedaan terakhir terletak pada durasi dan konsistensi kondisi. Karena kulit kering adalah bawaan lahir atau jenis kulit asli, maka kondisi ini cenderung permanen dan konsisten sepanjang waktu. Oleh karena itu, Anda memerlukan rutinitas perawatan jangka panjang untuk menjaga pelindung kulit agar tetap sehat.
Sementara itu, kulit dehidrasi bersifat fluktuatif atau sementara. Kondisi ini bisa datang dan pergi tergantung pada gaya hidup, pola makan, atau perubahan musim.
Kulit dehidrasi dapat segera teratasi dengan memperbaiki hidrasi tubuh, menggunakan pelembab yang tepat, serta menghindari faktor pemicu iritasi yang menarik air keluar dari lapisan kulit.
Demikian 4 perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi. Untuk mengetesnya secara sederhana, cobalah cubit sedikit area pipi Anda.
Jika kulit tidak segera kembali ke posisi semula atau muncul kerutan halus saat dicubit, kemungkinan besar kulit Anda sedang mengalami dehidrasi. Jika kulit terasa kasar namun tetap kenyal saat ditekan, maka kemungkinan besar Anda memiliki jenis kulit kering.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News