MOMSMONEY.ID - Perjuangan untuk menurunkan berat badan sering kali menjadi tantangan, terutama bagi kaum wanita. Banyak wanita merasa frustrasi ketika mendapati timbangan mereka stagnan atau justru naik, padahal sudah membatasi porsi makan dan rutin berolahraga.
Fenomena ini bukanlah tanpa alasan. Karena, tubuh wanita memiliki kompleksitas biologis dan sistem metabolisme yang sangat berbeda dari pria.
Hambatan penurunan berat badan pada wanita sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi hormonal, distribusi jaringan tubuh, serta respons psikologis terhadap stres. Memahami faktor internal ini adalah kunci utama untuk menyusun strategi diet yang efektif dan realistis.
Baca Juga: Skincare Baru Bikin Jerawatan? Kenali 4 Perbedaan Purging dan Breakout Ini
Wajib tahu, inilah 4 penyebab berat badan wanita susah turun sebagaimana dilansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Mayo Clinic.
1. Fluktuasi dan Ketidakseimbangan Hormon
Penyebab berat badan wanita susah turun yang pertama yaitu fluktuasi dan ketidakseimbangan hormon.
Hormon memainkan peran yang sangat dominan dalam mengatur bagaimana tubuh wanita menyimpan dan membakar lemak. Sepanjang hidupnya, wanita mengalami fluktuasi hormonal yang masif mulai dari siklus menstruasi bulanan, masa kehamilan, hingga fase perimenopause dan menopause.
Penurunan hormon estrogen saat mendekati masa menopause, misalnya, dapat secara drastis memperlambat metabolisme dan mengubah retensi lemak, di mana tubuh cenderung menumpuk lemak di area perut (lemak viseral).
Selain itu, kondisi medis seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang menyebabkan resistensi insulin juga membuat sel-sel tubuh kesulitan mengubah glukosa menjadi energi. Sehingga, kalori yang masuk lebih cepat dialihkan menjadi cadangan lemak tubuh.
2. Persentase Massa Otot yang Secara Alami Lebih Rendah Dibanding Pria
Penyebab berat badan wanita susah turun yang kedua yaitu persentase massa otot yang secara alami lebih rendah dibanding pria.
Secara genetika dan biologis, struktur tubuh wanita memiliki persentase massa otot yang lebih sedikit dan jaringan lemak yang lebih banyak dibandingkan pria.
Otot sendiri adalah jaringan tubuh yang aktif secara metabolik. Artinya, semakin banyak otot yang Anda miliki, maka semakin banyak pula kalori yang dibakar tubuh bahkan saat Anda sedang beristirahat atau tidur.
Karena massa otot wanita secara alami lebih rendah, laju metabolisme basalnya pun cenderung lebih lambat. Hal ini menjelaskan mengapa dengan porsi makan dan jenis olahraga yang sama, pria sering kali dapat menurunkan berat badan jauh lebih cepat daripada wanita.
Baca Juga: 5 Cara Makanan Fermentasi Menjaga Kesehatan Usus Anda
3. Stres dan Kurang Tidur
Penyebab berat badan wanita susah turun yang ketiga yaitu stres dan kurang tidur.
Tuntutan peran ganda wanita modern dalam mengelola karier dan urusan rumah tangga sering kali memicu stres kronis dan kurang tidur.
Saat Anda mengalami stres fisik atau emosional dan hanya tidur kurang dari 6 jam sehari, tubuh akan melepaskan hormon kortisol secara berlebihan. Hormon kortisol ini bertindak sebagai alarm yang memerintahkan tubuh untuk mempertahankan energi, yang berujung pada melambatnya pembakaran lemak.
Lebih buruk lagi, kortisol yang tinggi akan memicu pelepasan hormon ghrelin (hormon lapar) dan menekan hormon leptin (hormon kenyang). Akibatnya, Anda akan merasakan craving atau keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sebagai bentuk kompensasi instan.
4. Diet Ekstrem
Penyebab berat badan wanita susah turun yang keempat yaitu diet ekstrem.
Saking inginnya melihat hasil yang cepat, tidak sedikit wanita yang terjebak dalam perangkap diet super ketat dengan memotong kalori secara ekstrem. Misal, hanya makan 800-1000 kalori dalam sehari.
Ketika tubuh kekurangan asupan energi secara drastis dalam jangka waktu tertentu, otak akan menganggap tubuh sedang berada dalam kondisi kelaparan. Sebagai mekanisme pertahanan hidup, tubuh pun akan menurunkan laju metabolismenya secara otomatis guna menghemat sisa energi yang ada. Akibatnya, proses pembakaran lemak justru terhenti.
Ketika Anda mulai makan dengan porsi normal kembali, tubuh yang metabolismenya sudah telanjur rusak ini akan menyimpan makanan tersebut sebagai lemak secara agresif. Hal ini akan memicu fenomena "diet yoyo" di mana berat badan justru melonjak lebih tinggi dari sebelumnya.
Itulah 4 penyebab berat badan wanita susah turun. Untuk mengatasi hambatan ini, alihkan fokus Anda dari diet ketat ke latihan beban minimal dua kali seminggu guna membangun massa otot. Pastikan juga asupan protein harian Anda tercukupi.
Jangan hanya berpatokan pada angka di timbangan, karena penyusutan lingkar tubuh (inch loss) sering kali menjadi tanda yang lebih akurat bahwa tubuh Anda sedang membakar lemak dan membangun jaringan otot yang sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News