MOMSMONEY.ID - Kemunculan jerawat atau beruntusan secara tiba-tiba setelah mencoba produk skincare baru sering kali memicu kepanikan. Di dunia kecantikan, kondisi ini biasanya merujuk pada dua hal yang berbeda yakni purging dan breakout.
Meskipun sekilas terlihat mirip, namun purging dan breakout memiliki penyebab, mekanisme, serta cara penanganan yang bertolak belakang.
Salah mengenali perbedaan antara purging dan breakout dapat menyebabkan kesalahan penanganan yang justru memperparah kondisi lapisan pelindung kulit (skin barrier).
Baca Juga: 4 Aroma Parfum yang Tidak Cocok untuk Cuaca Panas, Bikin Pusing dan Gerah
Agar tidak keliru, berikut MomsMoney bagikan 4 perbedaan purging dan breakout sebagaimana dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD) dan Healthline.
1. Kandungan Bahan Aktif dalam Produk Skincare yang Digunakan
Perbedaan paling mendasar dari kedua kondisi ini adalah jenis formula atau bahan aktif dalam produk yang baru saja Anda aplikasikan.
Purging hanya terjadi jika produk yang Anda gunakan mengandung bahan aktif yang bersifat mempercepat regenerasi sel kulit (cell turnover). Ini termasuk retinol, retinoid, salicylic acid (BHA), glycolic acid (AHA), atau vitamin C.
Jika produk yang Anda pakai tidak mengandung bahan-bahan eksfoliasi tersebut, misal hanya berupa pelembab biasa, face oil, atau sunscreen, maka jerawat yang muncul dipastikan adalah breakout.
Breakout dipicu oleh ketidakcocokan kulit terhadap formula produk yang menyumbat pori-pori atau memicu reaksi alergi.
2. Lokasi Munculnya Jerawat di Wajah
Anda bisa mendeteksi perbedaan keduanya dengan mengamati peta area wajah tempat jerawat tumbuh.
Proses purging pada dasarnya adalah pembersihan pori-pori yang tersumbat di bawah kulit secara masal. Oleh karena itu, jerawat purging hanya akan muncul di area wajah yang biasanya menjadi tempat langganan jerawat atau komedo tersembunyi.
Sebaliknya, jerawat breakout memiliki sifat yang acak dan agresif. Jika Anda mendapati jerawat-jerawat baru bermunculan di area wajah yang sebelumnya selalu bersih dan mulus, maka itu adalah tanda nyata kulit Anda sedang mengalami breakout.
Baca Juga: 5 Jus Alami yang Bisa Bantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
3. Durasi atau Lamanya Jerawat Bertahan di Kulit
Karena purging merupakan proses percepatan siklus kulit yang terukur, jerawat yang muncul pun biasanya akan matang dan menghilang jauh lebih cepat daripada jerawat biasa. Umumnya, berkisar beberapa hari hingga dua minggu.
Secara keseluruhan, siklus purging total pada wajah akan mereda dan menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam waktu 4-6 minggu (sesuai siklus regenerasi kulit alami manusia).
Di sisi lain, jerawat breakout cenderung bertahan jauh lebih lama dan meradang dalam waktu berminggu-minggu. Jerawat breakout juga terus bermunculan di tempat baru jika produk pemicunya tidak segera dihentikan.
4. Karakteristik Fisik dan Bentuk Jerawat yang Muncul
Jika diperhatikan secara saksama di depan cermin, bentuk fisik dari kedua reaksi ini memiliki karakteristik yang berbeda.
Jerawat akibat purging biasanya berupa komedo putih kecil (whiteheads), komedo hitam (blackheads), atau jerawat pustula kecil yang tidak terlalu mendalam dan cepat kering. Proses ini tidak disertai dengan rasa gatal yang hebat atau sensasi terbakar pada kulit secara merata.
Sementara itu, jerawat breakout sering kali muncul dalam bentuk yang lebih mengganggu, seperti papula kemerahan yang meradang luas dan jerawat kistik (jerawat batu) yang terasa nyeri saat disentuh. Kondisi ini juga kerap disertai dengan kulit kemerahan, gatal, atau rasa panas akibat iritasi formula.
Demikian 4 perbedaan purging dan breakout. Jika kulit Anda mengalami purging, kunci utamanya adalah bersabar dan tetap lanjutkan penggunaan produk. Pasalnya, kulit sedang beradaptasi menuju kondisi yang lebih bersih (purging akan membawa hasil akhir yang glowing).
Namun, jika kulit Anda mengalami breakout, segera hentikan penggunaan produk. Kembalilah ke rutinitas basic skincare yang menghidrasi dan selalu pakai sunscreen di siang hari untuk meredakan peradangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News