MOMSMONEY.ID - Ini beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi dengan obat diabetes.
Mengelola diabetes tidak hanya soal minum obat tepat waktu, tetapi juga memperhatikan apa yang Anda konsumsi setiap hari. Makanan dan minuman tertentu dapat memengaruhi cara kerja obat diabetes di dalam tubuh.
Kombinasi yang kurang tepat berisiko membuat kadar gula darah menjadi tidak stabil, bahkan memicu efek samping yang tidak diinginkan. Karena itu, pemilihan asupan harian menjadi bagian penting dalam keberhasilan terapi diabetes jangka panjang.
Baca Juga: 11 Tanda Awal Terkena Penyakit Diabetes pada Wanita
Menyadur dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi dengan obat diabetes:
1. Alkohol
Bagi penderita diabetes, konsumsi alkohol dapat menyebabkan penurunan gula darah yang berbahaya atau hipoglikemia. Alkohol diproses oleh hati. Saat hati fokus mengolah alkohol, pelepasan glukosa ke dalam darah menjadi terhambat, sehingga kadar gula darah bisa turun terlalu rendah.
Alkohol juga dapat berinteraksi dengan obat diabetes, di antaranya:
- Meningkatkan risiko hipoglikemia. Obat diabetes tertentu seperti sulfonilurea memang bertujuan menurunkan gula darah. Jika dikombinasikan dengan alkohol, risiko gula darah turun berlebihan menjadi lebih tinggi.
- Memperparah efek samping obat. Metformin dapat memicu kondisi serius berupa asidosis laktat, yaitu penumpukan asam laktat dalam darah. Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat mengganggu fungsi hati dalam membersihkan asam laktat, sehingga risikonya meningkat.
Tidak ada jumlah alkohol yang benar benar aman. Jika tetap memilih untuk minum, lakukan secara terbatas dan selalu bersama makanan. Konsumsi moderat berarti maksimal 1 gelas per hari untuk wanita dan 2 gelas per hari untuk pria.
Alasan lain mengapa alkohol sebaiknya dihindari meliputi:
- Tinggi kalori dan berisiko meningkatkan berat badan
- Mengandung karbohidrat yang dapat menaikkan gula darah
- Dapat memperburuk komplikasi diabetes
- Menyulitkan Anda mengenali tanda hipoglikemia
- Gejala mabuk sering menyerupai gejala gula darah rendah
2. Jus Grapefruit
Grapefruit memang tergolong buah sehat, tetapi dapat memengaruhi metabolisme beberapa jenis obat. Interaksi ini bisa mengubah efektivitas obat diabetes maupun obat lain yang sering dikonsumsi penderita diabetes.
Beberapa contohnya:
- Repaglinide. Grapefruit dapat meningkatkan risiko hipoglikemia jika dikonsumsi bersamaan.
- Saxagliptin. Efek obat ini bisa menjadi lebih kuat saat dikombinasikan dengan grapefruit.
- Statin. Banyak penderita diabetes juga mengonsumsi statin untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Grapefruit dapat meningkatkan kadar statin dalam darah, sehingga memicu efek samping seperti nyeri otot hingga risiko kerusakan otot dan ginjal, terutama pada atorvastatin, lovastatin, dan simvastatin.
Baca Juga: 11 Rekomendasi Camilan Sehat yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes
3. Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi
Makanan dengan indeks glikemik tinggi dicerna dengan cepat dan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat. Kenaikan gula darah yang tajam ini bisa memicu rasa lapar berlebihan, makan berlebih, dan peningkatan berat badan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan kematian.
Walaupun makanan jenis ini tidak selalu berinteraksi langsung dengan obat diabetes, dampaknya dapat menyulitkan pengelolaan gula darah. Karena itu, Anda dianjurkan memilih makanan dengan indeks glikemik rendah hingga sedang.
Contoh makanan dengan indeks glikemik tinggi antara lain:
- Soda
- Jus manis
- Roti putih dan nasi putih
- Sereal olahan dan camilan kemasan
- Kue, pastry, dan permen
4. Makanan Tinggi Lemak
Lemak tetap dibutuhkan dalam pola makan sehat, sekitar 25% hingga 35% dari total kalori harian. Lemak berperan sebagai sumber energi, membantu penyerapan vitamin, melindungi organ, dan mendukung pertumbuhan sel. Namun, jenis lemak yang dikonsumsi sangat menentukan dampaknya bagi kesehatan.
Lemak tak jenuh seperti minyak nabati, alpukat, kacang kacangan, zaitun, dan ikan tinggi omega 3 dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, lemak jenuh seperti mentega, lemak hewani, krim, keju, serta lemak trans dari makanan olahan dan gorengan dapat meningkatkan kolesterol jahat dan risiko penyakit jantung.
Makanan tinggi lemak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat menimbulkan keluhan seperti mual, kembung, mulas, hingga rasa tidak nyaman di perut.
Beberapa obat diabetes, seperti metformin dan obat golongan GLP 1, juga dapat menimbulkan efek samping pada saluran cerna. Metformin bisa menyebabkan diare, dan keluhan ini dapat bertambah berat jika dikonsumsi bersama makanan berlemak. Obat GLP 1 sering menimbulkan mual dan muntah, yang dapat semakin terasa jika Anda mengonsumsi makanan goreng atau berminyak.
Baca Juga: Benarkah Kadar Gula Darah yang Tinggi Sudah Pasti Diabetes atau Bukan? Ini Jawabannya
Itulah beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi dengan obat diabetes. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: Ini Skenario Terburuk Jika Pasar Saham Indonesia Turun Jadi Frontier Market
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News