M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Cara Ini Bisa Membantu Mencegah Anak Mengalami Temper Tantrum. Simak Penjelasannya!

4 Cara Ini Bisa Membantu Mencegah Anak Mengalami Temper Tantrum. Simak Penjelasannya!
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Temper tantrum sebagaimana dikutip dari laman RSUP Dr. Sardjito adalah perilaku marah yang biasa terjadi pada anak-anak usia pra-sekolah yakni 1-4 tahun.

Biasanya, anak yang mengalami temper tantrum akan berteriak, memukul, menendang, menangis, tidak mau beranjak dari tempat tertentu, berguling-guling, menjatuhkan diri ke lantai, dan bahkan menyakiti diri sendiri.

Umumnya, temper tantrum merupakan bentuk ekspresi frustasi dari anak akibat keterbatasan dan ketidakmampuan mereka dalam mengomunikasikan pikiran serta perasaannya.

Kendati normal terjadi pada anak-anak, namun Anda tetap bisa mencegah temper tantrum pada anak dengan mencoba 4 cara yang dilansir dari AskDrSears dan Parents.com berikut ini.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, 8 Tips Mengasuh Anak Perfeksionis!

1. Praktikkan attachment parenting

Anak-anak yang kerap digendong dan isyaratnya sering ditanggapi secara sensitif cenderung lebih lembut, kurang rentan terhadap tantrum, dan mampu mengatasi gelombang gangguan emosional tanpa amukan yang ekstrem. Ini dikarenakan kedamaian batin berkaitan erat dengan perilaku impulsif atau ledakan kemarahan yang minim.

Dengan mempraktikkan attachment parenting atau pengasuhan yang terikat, itu akan membantu orang tua untuk belajar membaca anak-anaknya dengan lebih baik.

Pada gilirannya, gaya parenting ini akan secara alami menciptakan kondisi yang mampu mencegah temper tantrum pada anak. Sebaliknya, anak-anak yang diasuh dengan keterikatan yang kurang cenderung kurang mampu untuk pulih dari badai emosional.

Jadi, berlatihlah untuk mempraktikkan attachment parenting sesering mungkin guna memudahkan Anda dalam mencegah temper tantrum pada si kecil.

2. Minimalkan pemicunya

Tantrum biasanya terjadi saat orang tua sedang melakukan kesibukan. Oleh sebab itu, Anda perlu memikirkan tentang hal tersebut dan menghindari situasi yang bisa menyebabkan kelebihan emosi pada anak Anda.

Buatlah buku harian tantrum atau bagan berisi hal-hal apa saja yang membuat anak Anda tantrum. Selain itu, Anda juga bisa mencatat waktu-waktu di mana anak biasanya mengalami tantrum guna membantu Anda menciptakan kondisi yang dapat mencegah anak menjadi tantrum. Jika teknik yang Anda gunakan untuk mencegah tantrum tergolong efektif, maka jangan ragu untuk menggunakannya lagi saat anak kembali tantrum.

Dalam mengasuh anak yang rentan tantrum, Anda harus belajar menyeimbangkan serta mengetahui kapan harus terlibat dan membiarkan anak mengatasi kesulitannya sendiri. Anda juga perlu untuk tidak terus-menerus melindungi anak dari rasa frustasi yang sedang mereka alami. Pasalnya, frustasi memiliki sisi baik yang dapat membantu anak belajar bagaimana memecahkan masalah.

3. Puji perilaku positif anak

Carilah kesempatan untuk memuji perilaku baik yang telah anak Anda lakukan sekecil apapun itu. Semakin banyak perhatian yang anak dapatkan untuk setiap perilaku positifnya, maka semakin besar kemungkinan mereka akan melakukannya lagi.

Anda juga dapat mencontohkan kepada anak tentang cara-cara yang sehat untuk mengatasi rasa frustasi di situasi sulit, seperti menarik napas dalam-dalam.

Jika suatu hari Anda kehilangan kesabaran di hadapan anak, pastikan untuk mengatakan sesuatu seperti “Hari ini saya bereaksi berlebihan. Ke depannya, tidak akan saya ulangi”.

4. Pastikan anak makan dan tidur dengan cukup

Kurang makan atau tidur sering memicu temper tantrum pada anak-anak.

Pada dasarnya, anak-anak terutama yang masih kecil memiliki kebutuhan makan dan tidur yang lebih besar. Jika tidak dipenuhi dengan baik, maka kemungkinan mereka mengalami tantrum pun akan meningkat berkali-kali lipat.

Jadi, Anda wajib memastikan kebutuhan makan dan tidur anak tercukupi setiap harinya jika tidak ingin hari-hari Anda dipenuhi dengan amukan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?