MOMSMONEY.ID - Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.
Mendaftar NPWP kini jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak menghadirkan sistem Coretax sebagai platform administrasi pajak berbasis digital yang terintegrasi dengan data kependudukan.
Melansir dari OCBC, mulai 2025 NIK resmi difungsikan sebagai NPWP bagi wajib pajak orang pribadi penduduk Indonesia.
Integrasi ini membuat proses registrasi lebih cepat, akurat, dan transparan karena langsung terhubung dengan database Dukcapil.
Bagi Anda yang mulai bekerja atau menjalankan usaha, memahami mekanisme terbaru ini menjadi langkah penting agar tidak salah prosedur sejak awal.
“Sistem Coretax mempermudah registrasi NPWP online secara praktis dengan mengintegrasikan NIK sebagai identitas wajib pajak mulai tahun 2025,” mengutip dari laman OCBC.
Berikut ini informasi pembaruan sistem perpajakan terbaru dan praktik pendaftaran aktual untuk membantu kamu memahami prosesnya secara menyeluruh dan aman.
Baca Juga: 7 Kebocoran Finansial yang Sering Menghambat Kekayaan Tanpa Disadari
Apa itu Coretax dan kenapa penting dipahami?
Coretax adalah sistem administrasi perpajakan terbaru yang menggantikan metode pendaftaran lama. Platform ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan, memperkuat validasi data, serta meminimalkan kesalahan input karena sudah terintegrasi langsung dengan Dukcapil.
Bagi pekerja baru, freelancer, maupun pelaku UMKM, sistem ini wajib dipahami karena meskipun NIK sudah berfungsi sebagai NPWP, proses aktivasi tetap harus dilakukan melalui portal resmi Coretax agar status perpajakan aktif secara administratif.
Transformasi ini juga merupakan bagian dari reformasi perpajakan nasional berbasis digital yang bertujuan membangun sistem pajak yang lebih transparan dan kredibel.
Syarat daftar NPWP online terbaru 2026
Sebelum memulai registrasi, pastikan seluruh dokumen dan data berikut telah disiapkan agar proses berjalan lancar.
1. e-KTP aktif dan valid
NIK harus terdaftar dan sinkron di sistem Dukcapil. Perbedaan data sekecil apa pun bisa menyebabkan penolakan otomatis.
2. Kartu Keluarga
Digunakan untuk verifikasi data keluarga dan status perkawinan.
3. Email dan nomor ponsel aktif
Email diperlukan untuk aktivasi akun, sedangkan nomor ponsel digunakan menerima kode OTP sebagai verifikasi keamanan.
4. Data pekerjaan dan sumber penghasilan
Kamu perlu menjelaskan status pekerjaan apakah sebagai karyawan, pekerja lepas, atau pemilik usaha.
5. Alamat domisili lengkap
Isi alamat sesuai KTP secara detail termasuk RT, RW, kelurahan, kecamatan, dan kode pos.
Untuk Warga Negara Asing, diperlukan paspor dan dokumen izin tinggal resmi sesuai regulasi perpajakan Indonesia.
Baca Juga: Standar Kekayaan Kelas Atas pada Usia 69 Tahun dan Makna Aman Secara Finansial
Langkah daftar NPWP lewat Coretax
Berikut tahapan resmi yang perlu kamu ikuti.
1. Buat akun di portal Coretax
Akses laman resmi Coretax DJP melalui browser terbaru. Pilih jenis wajib pajak perorangan dan isi data awal seperti email serta nomor ponsel.
2. Aktivasi akun
Cek email untuk tautan aktivasi, lalu masukkan kode OTP yang dikirim ke ponsel untuk verifikasi keamanan.
3. Isi formulir pendaftaran
Login ke dashboard dan lengkapi data pribadi sesuai dokumen resmi. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan.
4. Aktivasi NIK sebagai NPWP
Sistem akan memadankan NIK dengan database Dukcapil. Dalam kondisi tertentu, kamu diminta melakukan verifikasi biometrik berupa swafoto.
5. Kirim pengajuan
Setelah semua data benar, kirim permohonan. Jika disetujui, NPWP tersedia dalam bentuk digital yang dapat diunduh.
Baca Juga: Cara Realistis Mengatur Anggaran bagi Ibu Tunggal agar Finansial Lebih Stabil
Kendala umum dan solusi praktis
Beberapa masalah yang sering muncul saat pendaftaran umumnya berkaitan dengan ketidaksesuaian data.
1. Data tidak sinkron
Segera lakukan pembaruan data di Dukcapil jika terjadi perbedaan identitas.
2. Gagal unggah dokumen
Gunakan browser versi terbaru dan pastikan koneksi stabil.
3. Alamat berbeda dengan KTP
Isi kolom domisili tambahan sesuai kondisi sebenarnya agar tidak menghambat proses administratif.
Kenapa NPWP penting di era digital?
NPWP bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga syarat administratif untuk berbagai kebutuhan finansial seperti pembukaan rekening investasi atau pengajuan kredit. Dengan sistem Coretax, proses registrasi menjadi lebih sederhana dan transparan.
Integrasi NIK sebagai NPWP membantu meningkatkan akurasi data wajib pajak serta mendukung sistem perpajakan yang lebih adil dan efisien.
Baca Juga: Kebiasaan Finansial Salah: Kenapa Usia 20 Tahun Wajib Tahu? Simak Alasannya
Sistem Coretax menjadi tonggak penting dalam modernisasi perpajakan Indonesia. Aktivasi NIK sebagai NPWP memang menyederhanakan proses, namun registrasi resmi tetap wajib dilakukan.
Persiapan dokumen lengkap dan data yang sinkron, pendaftaran NPWP dapat selesai tanpa antre dan tanpa hambatan berarti.
Di era digital seperti sekarang, memahami sistem pajak bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan setiap warga negara yang telah memiliki penghasilan.
Selanjutnya: Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News