MOMSMONEY.ID - Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.
Banyak pelaku usaha di Indonesia merasa bisnisnya terlihat untung, tetapi saldo kas justru terasa seret di akhir bulan. Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah ada yang salah dalam pengelolaan keuangan.
Faktanya, masalah tersebut kerap terjadi karena metode pencatatan yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Melansir dari Sahabat Pegadaian, pemahaman tentang accrual basis dan cash basis membantu pelaku usaha membaca kondisi keuangan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi kas.
“Memahami metode pencatatan yang tepat membantu pelaku usaha melihat kondisi keuangan secara lebih jelas, mulai dari arus kas hingga kewajiban yang belum dibayarkan,” mengutip dari laman Sahabat Pegadaian.
Artikel ini membahas secara komprehensif perbedaan accrual basis dan cash basis, contoh penerapan, serta panduan praktis memilih metode yang relevan dengan perkembangan usaha saat ini.
Baca Juga: Daftar Negara dengan PPN Tertinggi Di Dunia dan Pengaruhnya terhadap Biaya Hidup
Apa itu accrual basis?
Accrual basis atau basis akrual adalah metode akuntansi yang mencatat pendapatan dan beban saat transaksi terjadi, bukan ketika uang diterima atau dibayarkan. Ketika hak menagih muncul atau kewajiban sudah timbul, transaksi tersebut langsung diakui dalam laporan keuangan.
Metode ini mencatat piutang usaha, utang usaha, beban yang masih harus dibayar, serta pendapatan yang belum diterima. Karena itu, laporan keuangan berbasis akrual mampu menggambarkan kondisi bisnis secara lebih utuh dan realistis.
Dalam praktik profesional, accrual basis digunakan luas oleh perusahaan menengah hingga besar karena sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Metode ini sangat membantu dalam analisis kinerja jangka panjang dan perencanaan keuangan strategis.
Apa itu cash basis?
Cash basis atau basis kas adalah metode pencatatan yang mengakui pendapatan dan beban hanya ketika kas benar benar diterima atau dibayarkan. Jika uang belum berpindah, transaksi belum dicatat dalam pembukuan.
Metode ini tidak mencatat piutang sebelum dibayar atau utang sebelum dilunasi. Karena lebih sederhana, cash basis banyak digunakan oleh usaha kecil, bisnis rumahan, dan pelaku UMKM dengan transaksi yang tidak terlalu kompleks.
Keunggulan utamanya terletak pada kemudahan pencatatan dan pemantauan kas harian.
Baca Juga: Karier Anda Bisa Aman! Paklaring Sah Jamin Klaim JHT dan Kredit Lancar
Perbedaan accrual basis dan cash basis
1. Waktu pengakuan transaksi
Cash basis mencatat transaksi saat uang masuk atau keluar. Sebaliknya, accrual basis mengakui transaksi saat hak dan kewajiban muncul, meskipun kas belum berpindah.
2. Ketepatan laporan keuangan
Cash basis menunjukkan kondisi kas aktual, tetapi belum tentu mencerminkan kinerja usaha secara keseluruhan. Accrual basis mencatat seluruh piutang dan utang sehingga laporan laba rugi lebih akurat.
3. Kompleksitas pencatatan
Cash basis lebih sederhana dan mudah diterapkan. Accrual basis memerlukan pencatatan lebih detail termasuk jurnal penyesuaian dan pengelolaan piutang serta utang.
4. Perencanaan arus kas
Cash basis memudahkan melihat uang yang tersedia saat ini. Accrual basis membantu memprediksi kewajiban dan pendapatan di masa mendatang sehingga perencanaan lebih matang.
5. Kesesuaian dengan skala usaha
Usaha kecil dengan transaksi sederhana cenderung cocok menggunakan cash basis. Bisnis berkembang dengan transaksi kredit dan skala lebih besar lebih tepat menggunakan accrual basis.
Baca Juga: 7 Kebocoran Finansial yang Sering Menghambat Kekayaan Tanpa Disadari
Contoh penerapan dalam bisnis
Pada cash basis, pendapatan usaha katering baru dicatat ketika pembayaran benar benar diterima, meskipun layanan sudah diberikan sebelumnya.
Pada accrual basis, pembelian bahan baku dengan sistem tempo tetap dicatat saat barang diterima karena kewajiban sudah muncul, walaupun pembayaran dilakukan bulan berikutnya.
Mana yang lebih tepat untuk bisnis?
Pilihan metode pembukuan bergantung pada kebutuhan dan kompleksitas usaha. Jika transaksi masih sederhana dan dominan tunai, cash basis sudah memadai.
Namun, ketika bisnis berkembang dan melibatkan banyak piutang, utang, serta transaksi kredit, accrual basis memberikan gambaran lebih akurat.
Sebagai penulis yang secara rutin mengulas literasi keuangan dan manajemen usaha untuk pembaca usia produktif di Indonesia, saya melihat banyak pelaku UMKM baru menyadari pentingnya sistem pencatatan setelah menghadapi kendala arus kas.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa metode akuntansi bukan sekadar teori, tetapi fondasi pengambilan keputusan yang sehat.
Baca Juga: Sertifikat Rumah Belum Balik Nama? Awas, Sengketa Mengintai!
Memahami perbedaan accrual basis dan cash basis membantu pelaku usaha membaca kondisi keuangan secara menyeluruh.
Metode yang tepat, Anda dapat mengontrol kewajiban, menganalisis keuntungan, serta merencanakan pertumbuhan bisnis secara lebih terarah.
Di tengah dinamika ekonomi yang cepat berubah, keputusan berbasis data menjadi kunci keberlanjutan usaha.
Selanjutnya: Laba BTPN Syariah Melesat 13%, Simak Rahasia Kualitas Pembiayaannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News