M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

3 Jenis Tanaman Hias yang Harus Dihindari Dalam Feng Shui, Bisa Bawa Sial!

Penulis: Kania Paramahita  |  Editor: Kania Paramahita


MOMSMONEY.ID - Tanaman hias merupakan salah satu unsur atau elemen yang penting dalam feng shui, sebab dianggap menentukan keberuntungan si pemilik rumah.

Melansir The Spruce, tanaman hias adalah dekorasi rumah yang melambangkan elemen kayu. Elemen ini dipercaya dapat menghadirkan pertumbuhan, vitalitas, kebaikan, dan fleksibilitas ke dalam rumah Anda.

Walaupun dipercaya dapat menghadirkan hal-hal baik ke rumah Anda, kenyataannya tidak semua tanaman hias bisa digunakan.

Menurut feng shui, ada beberapa jenis tanaman yang sebaiknya dihindari karena dianggap dapat membawa sial.

Nah, tanaman seperti apa yang disarankan untuk dihindari dalam feng shui? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Mengenal Simbol Ikan Koi dalam Feng Shui, Apa Saja Maknanya?

Tanaman berduri

Dikutip dari Mind Body Green, ada sebuah konsep dalam feng shui yang disebut sebagai sha qi, atau energi tajam.

Energi ini memiliki sifat negatif dan dipercaya dapat menyerang serta menguras energi personal pada diri Anda.

Sesuai dengan namanya, energi ini biasanya dihasilkan dari benda-benda tajam. Jadi, sebaiknya Anda menghindari tanaman yang memiliki bentuk tajam atau tanaman berduri, misalnya kaktus.

Tanaman mati

Tanaman yang layu, sakit, dan mati sebaiknya tidak digunakan sebagai dekorasi rumah.

Sebab, dalam feng shui, tanaman yang kurang sehat dianggap dapat menguras energi baik di dalam rumah.

Jadi, sebelum mendekorasi rumah dengan tanaman hias, pastikan kondisi di dalam rumah ideal supaya tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Selain itu, pastikan Anda merawat tanaman tersebut dengan tekun. Jika ada bagian yang menguning atau kecoklatan, potong bagian tersebut sehingga tidak mengganggu penampilan tanaman.

Baca Juga: Ingin Menghadirkan Feng Shui Baik di Rumah? Gunakan Tanaman Hias Ini

Tanaman palsu

Dalam feng shui, tanaman hias artifisial atau tanaman palsu tidak direkomendasikan sebagai dekorasi rumah.

Mengutip Real Living Philippines, meletakkan terlalu banyak tanaman hias palsu di rumah dalam jangka waktu lama akan membuat debu bertumpuk di sela-sela tanaman tersebut. Rumah yang berdebu dipercaya sebagai feng shui yang buruk.

Oleh karena itu, lebih baik Anda memilih tanaman hias asli. Selain dapat menyegarkan ruangan, tanaman hias asli dapat melepaskan oksigen dan memproduksi energi positif yang baik untuk penghuni rumah.

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis tanaman yang sebaiknya dihindari dalam feng shui. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

D-STAR 2026, Beasiswa untuk Peneliti Perempuan dalam Pengembangan AI

Regenerasi peneliti perempuan menjadi sorotan, D-STAR 2026 membuka jalan bagi talenta muda jadi peneliti.                

Mau Beli Emas? Cek Dulu Selisih Harga Jual dan Buyback Tiap Merek

Sebelum beli emas, ada baiknya membandingkan selisih harga jual dan buyback karena spread setiap merek masih cukup lebar.

Strategi Luangkan Ruang agar Rumah Siap Mengikuti Perubahan Kehidupan ala IKEA

IKEA kampanyekan "Luangkan Ruang: Agar yang Berarti Selalu Punya Tempat", dan mengajak masyarkaat untuk  memanfaatkan ruang yang sudah dimiliki. 

Atur Kamar Tidur dan Ruang Transisi agar Lebih Fungsional

IKEA menghadirkan inspirasi penataan dan solusi penyimpanan yang membantu kamar tidur tetap nyaman digunakan, meski fungsinya terus berkembang.

Pameran PRO AVL Indonesia 2026 Dibuka, Ada Kompetisi Vokal hingga Drum Battle

​Tak hanya untuk pelaku industri, pameran ini juga menghadirkan beragam hiburan dan program edukasi bagi masyarakat.

Makin Banyak Bisnis Andalkan AI, Kepatuhan Kini jadi Tantangan Baru

​Veranthios menggandeng PT Digivla Indonesia untuk menghadirkan solusi tata kelola AI bagi perusahaan di Indonesia.

Ranking Harga Buyback Emas Hari Ini, Galeri 24 Masih yang Tertinggi

Harga buyback emas hari ini bergerak bervariasi, dengan Galeri 24 tetap memimpin daftar harga buyback emas tertinggi.

Oona Catat Kenaikan 107,6% Asuransi Perjalanan ke Schengen, Liburan Makin Matang

Perjalanan internasional yang semakin kompleks mendorong wisatawan Indonesia mempersiapkan perlindungan sejak tahap perencanaan.

Fundamental Indonesia Tetap Kuat, AI dan Hilirisasi jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan AI, pergeseran rantai pasok global, dan meningkatnya permintaan mineral strategis membuka peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Harga Emas Dunia Turun Tipis Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Harga emas turun di tengah pasar swap menyiratkan 40% kemungkinan kenaikan 25 bps, tingkat ketidakpastian yang luar biasa tinggi.