M O M S M O N E Y I D
Bugar

14 Cara Menghentikan Overthinking yang Mengganggu, Layak Dicoba!

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Anda terus-terusan overthinking? Ini cara menghentikan overthinking yang mengganggu dan layak Anda coba!

Pernahkah Anda terjebak dalam pikiran yang terus berputar, menganalisis ulang percakapan yang sudah lama berlalu, atau membayangkan segala kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi? Jika ya, Anda tidak sendirian.

Overthinking atau berpikir berlebihan adalah kebiasaan mental yang dialami banyak orang. Tanpa disadari, ini bisa sangat menguras energi, memicu kecemasan, dan merampas ketenangan pikiran.

Pada dasarnya, berpikir adalah bagian alami dari otak manusia. Namun, ketika pikiran berubah menjadi kekhawatiran terus-menerus tanpa arah yang jelas, hal itu bisa menjadi jebakan mental yang menghambat produktivitas dan kebahagiaan. Kita jadi lebih fokus pada apa yang salah daripada mencari solusi.

Baca Juga: Yuk, Coba Pyramid Walking yang Efektif Bakar Kalori dan Lemak Tubuh

Overthinking bisa dikendalikan. Dengan kesadaran dan latihan yang tepat, Anda dapat menghentikan siklus pikiran berlebihan dan mengembalikan ketenangan batin. Melansir dari laman Healthline, ini dia beberapa cara menghentikan overthinking yang mengganggu:

1. Sadari cara Anda merespons pikiran

Kadang, yang memperparah overthinking bukan isi pikirannya, tapi bagaimana Anda meresponsnya. Saat Anda terus mengulang satu pikiran, coba perhatikan bagaimana itu memengaruhi perasaan Anda.

Apakah Anda jadi mudah kesal, cemas, atau merasa bersalah? Menyadari emosi di balik pikiran itu bisa jadi langkah awal untuk keluar dari siklusnya.

2. Alihkan diri dengan aktivitas yang menyenangkan

Salah satu cara menghentikan overthinking adalah dengan melakukan sesuatu yang Anda suka. Misalnya, coba resep masakan baru, ikut kelas olahraga, melukis, atau bergabung sebagai relawan.

Kalau memulai terasa sulit, sisihkan waktu 30 menit saja untuk mencoba aktivitas baru atau melanjutkan hobi lama.

3. Latihan pernapasan dalam

Saat pikiran terasa ramai dan tidak bisa diam, coba duduk tenang, pejamkan mata, dan tarik napas perlahan. Letakkan satu tangan di dada dan satu di perut. Rasakan gerakan napas Anda.

Lakukan ini 5 menit, tiga kali sehari atau saat pikiran mulai kalut. Pernapasan dalam bisa membantu tubuh dan pikiran lebih rileks.

4. Coba meditasi

Meditasi membantu menenangkan pikiran yang sibuk. Luangkan waktu sekitar 5 menit di tempat yang tenang setiap hari.

Ada banyak jenis meditasi, jadi Anda bisa mencoba beberapa hingga menemukan yang cocok. Meditasi membantu Anda lebih hadir di saat ini dan tidak terjebak dalam pikiran berulang.

5. Lihat gambar besarnya

Saat overthinking muncul, coba tanya diri sendiri: “Apakah hal ini akan penting 5 atau 10 tahun lagi?” Banyak kekhawatiran harian sebenarnya tidak sepenting yang kita bayangkan. Perspektif seperti ini bisa membantu Anda lebih santai dan tidak terlalu larut dalam hal-hal kecil.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Rasa Hampa dan Kosong dalam Diri Anda

6. Lakukan kebaikan untuk orang lain

Membantu orang lain bisa membawa fokus Anda keluar dari kepala sendiri. Misalnya, bantu teman yang sedang kesulitan, atau tawarkan bantuan pada tetangga yang sedang sakit.

Merasa bermanfaat bisa meningkatkan suasana hati dan menghentikan pikiran negatif yang terus berputar.

7. Kenali pikiran negatif otomatis

Pikiran negatif sering muncul tanpa sadar. Catat situasi yang membuat Anda stres dan pikiran pertama yang muncul. Setelah itu, coba telaah: kenapa saya berpikir seperti ini? Apa benar saya gagal? Apakah ada cara pandang lain yang lebih sehat dan realistis?

8. Ingat kembali hal-hal yang sudah Anda capai

Saat overthinking datang, coba tulis lima hal kecil yang berhasil Anda lakukan dalam seminggu terakhir, misalnya berhasil tidak boros, menyelesaikan pekerjaan, atau menjaga pola makan. Ini membantu mengingatkan bahwa Anda mampu dan tidak semua hal harus sempurna.

9. Latih diri untuk tetap hadir saat ini

Jika meditasi terasa berat, ada banyak cara lain untuk melatih kehadiran. Misalnya:

  • Matikan ponsel dan fokus pada satu aktivitas.
  • Nikmati makanan favorit Anda dengan fokus penuh pada rasa dan teksturnya.
  • Amati apa yang Anda lihat, dengar, dan cium sepanjang jalan.

10. Coba lihat dari sudut pandang lain

Kadang, kita terlalu terpaku pada cara pandang sendiri. Cobalah membayangkan jika orang lain mengalami situasi yang sama, apa yang akan Anda katakan pada mereka? Ini bisa membantu menurunkan tekanan dan membuat pikiran lebih jernih.

Baca Juga: 10 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan Tubuh yang Tidak Banyak Diketahui

11. Ambil tindakan nyara

Jika Anda terus memikirkan satu masalah tanpa solusi, mungkin karena Anda belum mengambil langkah apa pun. Buat rencana kecil, ambil tindakan, dan lihat apa yang bisa Anda kendalikan. Tindakan nyata bisa membantu menenangkan pikiran.

12. Belajar memaafkan diri sendiri

Sering kali overthinking muncul karena merasa bersalah atas masa lalu. Tapi menyalahkan diri terus-menerus tidak akan membawa solusi. Coba katakan pada diri sendiri, “Saya cukup” atau “Saya belajar dari pengalaman ini.” Memberi diri kasih sayang membantu menyembuhkan secara emosional.

13. Terima hal-hal yang tidak bisa dikendalikan

Tidak semua hal bisa Anda atur, dan itu wajar. Menerima kenyataan bahwa beberapa hal memang di luar kontrol adalah langkah penting untuk menghentikan overthinking. Mulailah dari hal kecil dan beri ruang untuk ketidakpastian.

14. Jangan ragu mencari bantuan

Jika pikiran berlebihan mulai mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan Anda, carilah bantuan profesional. Bicaralah dengan terapis atau orang yang Anda percaya. Bantuan yang tepat bisa memberikan alat dan perspektif baru untuk menghadapi pikiran dengan lebih sehat.

Baca Juga: 15 Makanan yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh agar Tidak Mudah Sakit

Itu tadi beberapa cara menghentikan overthinking yang mengganggu. Overthinking bisa terasa berat, tapi Anda tidak harus terjebak di dalamnya. Dengan latihan dan kesadaran, Anda bisa belajar menenangkan pikiran dan kembali menikmati hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Mengapa Kanker Lebih Banyak Menyerang Wanita ya? Ini Penjelasan Dokter

Berdasarkan laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026 dari Halodoc for Business, 72% pasien kanker merupakan perempuan lo.​

10 Profesi dengan Tingkat Depresi Paling Tinggi, Apakah Pekerjaan Anda Termasuk?

Tuntutan target besar dan beban kerja ekstrem memicu masalah mental karyawan. Ini daftar pekerjaan dengan tingkat depresi jauh di atas rata-rata.

Riset Halodoc: ISPA Jadi Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Karyawan Indonesia

​Riset Halodoc menunjukkan, ISPA menjadi penyakit yang paling banyak menyerang karyawan di Indonesia berdasarkan layanan rawat jalan.​

Promo JSM Indomaret Periode 17-19 Juli 2026, Cimory Eat Milk Beli 2 Diskon 30%

Promo JSM Indomaret periode 17-19 Juli 2026 hadir. Nikmati Diskon hingga 45% untuk belanja kebutuhan keluarga.

Hasil Japan Open 2026, Putri Tembus Babak Semifinal Usai Sikat Unggulan 2

Hasil Japan Open 2026 babak perempat final Jumat (17/7), tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani tembus semifinal usai taklukkan unggulan 2.

Nagih Pol! Promo A&W Weekend Deals 17-19 Juli, Makan Ramean Mulai Rp 69 Ribu

Manfaatkan promo A&W Weekend Deals 17-19 Juli 2026 untuk nikmati paket ayam goreng favorit mulai Rp 69.000 dan dapatkan burger gratis.

Murah & Ampuh! Ini 6 Manfaat Rutin Kumur Air Garam untuk Kesehatan, Hempas Bau Mulut

Rutinitas kumur air garam ternyata efektif membasmi bakteri penyebab bau mulut hingga meredakan sariawan. Temukan berbagai manfaat hebat lainnya.

Harga Emas Antam Hari Ini (17/7) Jatuh ke Rp 2.606.000 per Gram, Buyback Merosot

Harga emas Antam turun Rp 27.000 per gram hari ini, sementara harga buyback merosot Rp 47.000 per gram.

Huawei MatePad Air 2026: Daya 10100mAh & OLED PaperMatte, Mata Bebas Lelah

Bodi Huawei MatePad Air 2026 makin tipis, namun Huawei nekat sematkan baterai 10100mAh. Bagaimana performanya untuk penggunaan harian?

Bukan Cuma Jago AI, Ini Keterampilan yang Perlu Dimiliki Anak

Tak sekedar pandai menggunakan AI, Ini keterampilan yang perlu dimiliki anak agar siap hadapi dunia kerja masa depan.