MOMSMONEY.ID - Cari tahu tips menggunakan kartu kredit dengan bijak agar tagihan terkendali, transaksi aman, dan kondisi keuangan tetap sehat.
Kartu kredit semakin praktis digunakan ketika transaksi sehari hari makin bergeser ke sistem nontunai. Namun, kemudahan membayar sering membuat seseorang lupa bahwa setiap transaksi tetap menjadi kewajiban yang harus dilunasi.
Melansir dari Sahabat Pegadaian, penggunaan kartu kredit perlu disertai perencanaan agar manfaatnya tidak berubah menjadi beban keuangan.
Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat untuk menyesuaikan penggunaan kartu dengan kemampuan membayar serta rutin memeriksa tagihan.
“Bayarlah tagihan sebesar mungkin setiap bulan secara tepat waktu,” sebut panduan Bank Indonesia, dikutip dari Sahabat Pegadaian.
Baca Juga: 5 Tips Atur Uang Bagi Mahasiswa agar Tetap Hemat di Rantauan
11 tips menggunakan kartu kredit dengan bijak
Memakai kartu kredit secara sehat sebenarnya tidak rumit. Kuncinya bukan seberapa besar limit yang dimiliki, melainkan seberapa disiplin pengguna mengatur pengeluaran dan pembayaran. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan.
Sesuaikan kartu dengan kebutuhan
Sebelum memilih kartu, perhatikan biaya, fitur, fasilitas, dan pola transaksi sehari hari. Jangan menjadikan penawaran menarik sebagai alasan utama memilih kartu jika manfaatnya jarang digunakan.
Bayar tagihan tepat waktu
Catat tanggal jatuh tempo dan usahakan pembayaran dilakukan sebelum waktunya. Bank Indonesia menyebut pembayaran tepat waktu penting untuk menghindari biaya keterlambatan dan bunga.
Jangan hanya membayar minimum
Pembayaran minimum dapat terasa ringan, tetapi sisa kewajiban tetap harus diselesaikan. Karena itu, usahakan membayar tagihan sebesar mungkin agar beban bunga dan waktu pelunasan tidak semakin panjang.
Batasi tarik tunai
Tarik tunai menggunakan kartu kredit sebaiknya tidak menjadi kebiasaan. Jika membutuhkan dana darurat, pertimbangkan kemampuan mengembalikannya sebelum menggunakan fasilitas tersebut.
Tentukan batas belanja sendiri
Limit Rp10 juta bukan berarti Rp10 juta tersebut harus digunakan. Misalnya, seseorang menetapkan batas pribadi Rp3 juta per bulan agar pengeluaran tetap sejalan dengan pendapatan.
Bank Indonesia juga menekankan agar limit kartu kredit disesuaikan dengan kemampuan membayar.
Hitung cicilan secara menyeluruh
Jangan hanya melihat nominal cicilan bulanan. Perhatikan tenor, biaya, serta total kewajiban sampai cicilan selesai. Pastikan pembayaran tersebut tidak mengganggu kebutuhan pokok dan tabungan.
Utamakan kebutuhan
Diskon bukan berarti pengeluaran menjadi gratis. Sebelum membeli sesuatu, tanyakan apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya menarik karena sedang ditawarkan dengan harga lebih rendah.
Periksa syarat sebelum transaksi
Cermati ketentuan cicilan, biaya, periode pembayaran, dan penggunaan limit. Langkah sederhana ini dapat mencegah salah perhitungan setelah transaksi masuk ke tagihan.
Baca Juga: Suku Bunga KPR BCA Terapung, Pahami Dampaknya Sebelum Ambil Cicilan
Evaluasi kartu yang jarang digunakan
Jika memiliki beberapa kartu, periksa kembali manfaat dan biayanya. Kartu yang tidak lagi diperlukan dapat dipertimbangkan untuk ditutup melalui prosedur resmi setelah seluruh kewajiban diselesaikan.
Jangan bagikan data rahasia
Nomor kartu, PIN, CVV, dan OTP merupakan informasi yang harus dijaga. Bank Indonesia juga menyoroti meningkatnya risiko penipuan dan pentingnya kewaspadaan pengguna dalam transaksi digital.
Cek transaksi secara berkala
Jangan menunggu tagihan bulanan untuk mengetahui pola pengeluaran. Periksa riwayat transaksi secara rutin dan segera laporkan aktivitas yang tidak dikenali kepada penerbit kartu.
Berapa batas penggunaan kartu kredit yang aman?
Tidak ada satu angka yang otomatis cocok untuk semua orang. Batas penggunaan sebaiknya disesuaikan dengan pendapatan, kebutuhan rutin, tabungan, serta kewajiban lain.
Sebagai gambaran, jika pendapatan bulanan Rp7 juta dan kebutuhan rutin sudah menyerap sebagian besar pendapatan, penggunaan kartu kredit sebaiknya dibuat konservatif. Yang terpenting adalah memastikan dana pelunasan sudah tersedia, bukan sekadar mengandalkan gaji bulan berikutnya.
Sebagai konteks regulasi, Bank Indonesia saat ini mencantumkan batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 1,75% per bulan atau 21% per tahun.
Untuk periode hingga 31 Desember 2026, batas minimum pembayaran tercantum sebesar 5% dari total tagihan dan denda keterlambatan paling banyak 1% dari total tagihan, dengan batas maksimal Rp100.000.
Kartu kredit perlu diperlakukan sebagai alat pembayaran
Perubahan perilaku transaksi masyarakat Indonesia membuat pembayaran nontunai semakin dekat dengan aktivitas sehari hari.
Bank Indonesia mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh tinggi pada Mei 2026 dengan dukungan sistem pembayaran yang aman dan andal.
Karena itu, kemampuan mengendalikan diri menjadi sama pentingnya dengan memahami fitur kartu. Kartu kredit sebaiknya digunakan untuk transaksi yang sudah direncanakan, bukan sebagai sumber dana tambahan ketika penghasilan tidak mencukupi.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Mengelola Uang yang Bikin Orang Kelas Atas Tahan Krisis
Tips menggunakan kartu kredit dengan bijak pada akhirnya kembali pada satu prinsip sederhana: belanja sesuai kemampuan dan bayar sesuai kewajiban.
Membatasi penggunaan, membayar tepat waktu, menjaga data pribadi, serta rutin mengecek transaksi, kartu kredit dapat digunakan secara lebih aman dan terukur.
Jangan biarkan besarnya limit menentukan gaya hidup, karena kesehatan keuangan justru ditentukan oleh kemampuan mengendalikan pengeluaran.
Bagi kamu yang semakin terbiasa dengan transaksi digital, kebiasaan finansial yang disiplin menjadi bekal penting agar kemudahan pembayaran tetap memberikan manfaat tanpa menciptakan masalah baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News