MOMSMONEY.ID - Keinginan untuk liburan masih kuat pada paruh kedua 2026. Namun, wisatawan kini semakin cermat dalam menentukan destinasi, waktu perjalanan hingga anggaran.
Berdasarkan data pemesanan AirAsia Move untuk periode perjalanan 1 Juli hingga 31 Desember 2026, wisatawan semakin mengutamakan perencanaan dan value dalam setiap keputusan perjalanan.
Berikut lima tren yang terlihat berdasarkan data pemesanan AirAsia Move:
1. Lebih selektif memilih akomodasi
Rata-rata pengeluaran untuk tiket pesawat sekitar 35% lebih tinggi dibandingkan akomodasi. Sementara itu, sebanyak 76% pemesanan hotel di MOVE dilakukan untuk hotel bintang tiga dan empat.
Mayoritas pengguna memilih akomodasi yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan harga.
Baca Juga: 5 Tren Liburan Akhir 2026: Wisatawan Makin Hemat, Pesan Tiket Jauh Hari
2. Waktu gajian jadi momen favorit
Hampir 40% pemesanan penerbangan dilakukan untuk keberangkatan pada tanggal 25 hingga 5 setiap bulannya. Periode tersebut bertepatan dengan siklus penerimaan gaji di banyak negara ASEAN.
Pertimbangan finansial pun semakin memengaruhi keputusan wisatawan dalam menentukan waktu bepergian.
3. Destinasi dekat semakin diminati
Wisatawan semakin melirik destinasi yang mudah dijangkau agar waktu dan anggaran perjalanan bisa dimanfaatkan lebih optimal.
Pemesanan penerbangan internasional dengan durasi kurang dari empat jam meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang 62% dari total pemesanan.
4. Pesan tiket jauh-jauh hari
Data Move menunjukkan adanya kecenderungan pemesanan yang dilakukan lebih dari 120 hari sebelum keberangkatan.
Tren ini menandakan wisatawan semakin matang dalam merencanakan perjalanan. Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Filipina diproyeksikan menjadi destinasi favorit pada semester kedua 2026.
Baca Juga: Perempuan Makin Berani Solo Traveling, Ini Tren Terbarunya
5. Milenial dan Gen Z masih gemar traveling
Milenial menyumbang 43% dari total pemesanan di platform, sedangkan Gen Z sebesar 23%.
Data ini menunjukkan, bepergian masih menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan hidup atau work-life balance bagi kedua generasi tersebut.
"Namun, mereka semakin terukur dalam mengambil keputusan," ungkap manajemen AirAsia Move dalam keterangannya Kamis (11/9).
Pada akhirnya, tren perjalanan tersebut menunjukkan bahwa liburan tetap menjadi bagian dari gaya hidup, tetapi wisatawan semakin pintar menyesuaikan rencana perjalanan dengan waktu dan anggaran yang dimiliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News