MOMSMONEY.ID - Biaya pelihara hewan saat pensiun makin mahal, mulai makanan hingga dokter hewan, sehingga perlu strategi keuangan matang.
Memelihara hewan peliharaan kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak keluarga, termasuk para pensiunan. Tidak sedikit lansia yang merasa lebih nyaman dan bahagia karena ditemani anjing atau kucing di rumah setiap hari.
Namun di tengah kenaikan harga kebutuhan hidup, biaya merawat hewan juga ikut mengalami peningkatan yang cukup terasa.
Melansir dari Investopedia, kelompok usia lanjut ternyata termasuk yang cukup besar mengalokasikan anggaran khusus untuk kebutuhan hewan peliharaan mereka.
Kondisi ini membuat banyak pensiunan mulai lebih hati hati menyusun keuangan agar kebutuhan pribadi dan biaya hewan kesayangan tetap berjalan seimbang.
“Biaya perawatan hewan meningkat lebih cepat dibanding inflasi umum sehingga menjadi tantangan baru bagi pensiunan dengan pendapatan tetap,” ujar Peter Gratton, peneliti ekonomi dan editor keuangan publik.
Baca Juga: 10 Website Penghasil Uang Terpercaya yang Jadi Tambahan Penghasilan
Pengeluaran hewan peliharaan saat pensiun terus naik
Biaya memelihara hewan saat ini tidak lagi bisa dianggap ringan, terutama bagi masyarakat yang sudah memasuki usia pensiun. Data terbaru menunjukkan rumah tangga lansia di Amerika Serikat rata rata mengeluarkan sekitar Rp 12 juta lebih per tahun untuk kebutuhan hewan peliharaan.
Jumlah tersebut meliputi makanan, vaksin, pemeriksaan rutin, grooming, hingga biaya darurat saat hewan sakit. Bahkan untuk generasi Baby Boomer yang aktif memelihara hewan, pengeluarannya bisa mencapai sekitar Rp 18 juta per tahun.
Fenomena ini juga mulai terasa di Indonesia. Harga makanan hewan premium, vitamin, hingga layanan dokter hewan di kota besar terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pemilik hewan kini mulai menyediakan anggaran khusus setiap bulan demi menjaga kesehatan anabul mereka.
Biaya dokter hewan jadi pengeluaran paling terasa
Salah satu faktor yang paling memengaruhi naiknya biaya peliharaan adalah layanan kesehatan hewan. Tarif konsultasi dokter hewan, operasi, hingga pengobatan tertentu kini semakin mahal dibanding beberapa tahun lalu.
Dalam laporan terbaru, biaya layanan perawatan hewan naik sekitar 3,3%, lebih tinggi dibanding inflasi umum. Sementara layanan seperti penitipan hewan dan grooming mengalami lonjakan lebih tinggi lagi.
Untuk tindakan medis tertentu, biaya yang harus dikeluarkan juga cukup besar. Operasi anjing rata rata bisa mencapai sekitar Rp8 jutaan. Sementara pengobatan penyakit serius seperti kanker dapat menembus puluhan juta rupiah.
Kondisi ini membuat banyak pensiunan mulai memikirkan dana darurat khusus untuk hewan peliharaan mereka.
Makanan hewan masih jadi kebutuhan terbesar
Selain biaya kesehatan, makanan menjadi pengeluaran paling rutin yang harus disiapkan pemilik hewan. Banyak pemilik anjing dan kucing kini memilih makanan berkualitas lebih baik demi menjaga kesehatan peliharaan mereka tetap stabil saat usia bertambah.
Tidak hanya makanan utama, kebutuhan lain seperti pasir kucing, vitamin, camilan, hingga perlengkapan kebersihan juga ikut menambah pengeluaran bulanan.
Di Indonesia sendiri, tren penggunaan makanan premium untuk hewan terus meningkat, terutama di kota besar. Hal ini dipengaruhi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan.
Baca Juga: Reward Kartu Kredit BCA Ternyata Banyak Jenisnya, Ini yang Paling Dicari
Tinggal di kota besar bikin biaya makin tinggi
Biaya memelihara hewan ternyata berbeda beda tergantung lokasi tempat tinggal. Kota besar dengan biaya hidup tinggi biasanya juga memiliki tarif layanan hewan yang lebih mahal.
Di Amerika Serikat, wilayah seperti New York dan San Francisco tercatat memiliki biaya perawatan hewan jauh lebih tinggi dibanding daerah lain. Situasi serupa juga mulai terlihat di Indonesia, khususnya di kota kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bandung.
Mulai dari grooming, vaksinasi, hingga penitipan hewan saat liburan memiliki tarif yang lebih tinggi dibanding daerah kecil. Karena itu, banyak pemilik hewan mulai lebih selektif memilih layanan agar pengeluaran tidak membengkak.
Banyak lansia rela keluar biaya lebih demi hewan kesayangan
Meski biaya terus naik, sebagian besar pemilik hewan ternyata tetap memilih mempertahankan peliharaan mereka. Bagi banyak lansia, hewan bukan hanya sekadar peliharaan, tetapi juga teman sehari hari yang membantu mengurangi rasa sepi.
Bahkan sebagian responden survei mengaku rela mencari pinjaman atau menggunakan tabungan darurat demi biaya pengobatan hewan mereka.
Hal ini menunjukkan hubungan emosional antara manusia dan hewan peliharaan semakin kuat. Kehadiran anabul dinilai membantu menjaga kesehatan mental, mengurangi stres, dan membuat aktivitas harian terasa lebih menyenangkan.
Asuransi hewan mulai dilirik masyarakat
Di tengah naiknya biaya kesehatan hewan, sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan asuransi hewan peliharaan. Tujuannya untuk membantu menanggung biaya medis mendadak yang nilainya cukup besar.
Meski begitu, penggunaan asuransi hewan masih belum terlalu populer karena biaya premi yang juga tergolong mahal. Banyak pemilik hewan masih memilih menabung sendiri untuk kebutuhan darurat dibanding membayar premi rutin setiap tahun.
Di Indonesia, tren asuransi hewan juga mulai berkembang walau belum sebanyak negara maju.
Baca Juga: 5 Sikap Ini yang Membuat Orang Kehilangan Respek pada Anda di Tempat Kerja
Tips mengatur anggaran peliharaan saat pensiun
Agar kondisi keuangan tetap aman, pensiunan perlu membuat perencanaan sederhana untuk kebutuhan hewan peliharaan. Salah satunya dengan menyiapkan dana khusus setiap bulan untuk makanan dan kesehatan hewan.
Selain itu, pemeriksaan rutin sejak dini bisa membantu mencegah biaya pengobatan besar di kemudian hari. Pemilik hewan juga disarankan membandingkan harga layanan dokter hewan atau grooming agar mendapatkan biaya yang lebih sesuai kebutuhan.
Menjaga pola makan dan aktivitas hewan tetap sehat juga menjadi langkah penting agar risiko penyakit bisa ditekan. Biaya memelihara hewan peliharaan saat pensiun kini menjadi perhatian baru di tengah naiknya kebutuhan hidup masyarakat.
Mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga perawatan harian membuat pemilik hewan perlu lebih cermat mengatur pengeluaran. Meski demikian, banyak orang tetap menganggap hewan peliharaan sebagai bagian penting dalam hidup karena mampu memberi kenyamanan emosional dan menemani aktivitas sehari hari.
Pengelolaan keuangan yang tepat, kebutuhan hewan kesayangan tetap dapat terpenuhi tanpa membuat kondisi finansial terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News