MOMSMONEY.ID - Perempuan kini makin percaya diri menjelajah dunia, baik sendirian maupun jadi “otak” di balik liburan keluarga.
Tren ini terlihat dari data terbaru AirAsia MOVE yang dirilis dalam rangka peringatan Hari Kartini.
CEO MOVE, Nadia Omer, mengatakan semangat emansipasi perempuan kini tercermin dalam cara mereka traveling.
“Terinspirasi dari warisan R.A. Kartini, saya melihat bagaimana visi beliau tetap relevan dengan perjalanan perempuan modern hari ini. Emansipasi hadir secara nyata melalui langkah berani dan mandiri yang perempuan ambil, termasuk cara mereka mengeksplorasi dunia," ungkapnya dalam keterangan resmi Senin (20/4).
Baca Juga: Panduan Liburan Mandiri, 7 Tips Solo Traveling yang Cocok untuk Kaum Introvert
Berikut temuannya :
Pertama, tren solo traveling perempuan didominasi generasi milenial (46%) dan Gen Z (30%). Hal ini menunjukkan perempuan usia produktif makin percaya diri bepergian sendiri, baik untuk relaksasi, eksplorasi, maupun pengembangan diri.
Kedua, perempuan juga berperan besar sebagai perencana perjalanan. Sebanyak 50% pemesanan perjalanan keluarga dan grup di aplikasi dilakukan oleh perempuan, mulai dari menentukan jadwal, anggaran, hingga pilihan maskapai dan akomodasi.
Ketiga, perempuan cenderung lebih detail dalam memastikan kenyamanan perjalanan. Sekitar 63% pengguna perempuan menambahkan layanan ekstra seperti asuransi, pemilihan kursi, makanan, bagasi, hingga opsi pembatalan, sebagai bentuk perencanaan yang matang.
Keempat, soal destinasi, preferensi perempuan cukup beragam. Sekitar 35% memilih pantai seperti Bali dan Phuket untuk relaksasi, 26% menjadikan wisata kuliner sebagai tujuan utama, dan 12% tertarik pada destinasi urban untuk eksplorasi gaya hidup.
Baca Juga: 25 Caption Hari Kartini: Temukan Kalimat untuk Makin Berani Bermimpi
Kelima, perempuan juga dikenal lebih terstruktur dalam merencanakan perjalanan. Mayoritas melakukan pemesanan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan, mencerminkan persiapan yang lebih matang.
Tren ini menunjukkan perempuan kini bukan hanya ikut dalam perjalanan, tetapi juga menjadi pengambil keputusan utama—baik saat solo traveling maupun saat merancang liburan bersama keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News