M O M S M O N E Y I D
Bugar

Waspada! Ini 5 Penyakit Paru-Paru yang Sering Terjadi Pada Lansia

Waspada! Ini 5 Penyakit Paru-Paru yang Sering Terjadi Pada Lansia
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah beberapa jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia, tapi juga tidak menutup kemungkinan terjadi di usia muda.

Penyakit paru-paru merupakan beberapa kondisi medis yang paling umum di dunia. Banyak orang yang mengalami penyakit paru-paru.

Umumnya penyakit paru-paru dipicu oleh kebiasaan merokok, infeksi, polusi udara, dan genetik, dilansir dari Medical News Today.

Penuaan berpengaruh pada beberapa perubahan struktural dalam sistem pernapasan. Hal tersebut mengakibatkan lansia rentan terhadap penyakit paru. 

Gejala penyakit paru yang umum dialami lansia yaitu batuk dan dispnea, dan itu memerlukan pendekatan bertahap untuk diagnosis kondisi dasarnya.  

Dirangkum dari Everyday Health dan Sleep Education, inilah beberapa jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia, antara lain: 

Baca Juga: Penyebab Paru-Paru Sebelah Kiri Sering Sakit yang Perlu Diwaspadai

1. Asma

Jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia pertama adalah asma. Gejala asma meliputi batuk kering, mengi, sesak dada, dan sesak napas.

Asma merupakan kondisi pernapasan kronis yang menyebabkan tubuh kesulitan bernapas karena adanya peradangan pada saluran udara. 

Sedangkan beberapa hal yang bisa memicu serangan asma di antaranya adalah reaksi alergi, infeksi, dan polusi udara.  

2. Hipertensi paru

Jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia kedua adalah hipertensi paru. Kondisi yang mengancam jiwa ini mempengaruhi arteri pulmonalis dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

Ada kemungkinan hipertensi paru disebabkan oleh genetik. Namun, mungkin juga akibat pembekuan darah, gagal jantung kongestif, sleep apnea, dan penyakit lainnya.  

Meskipun gejalanya tidak langsung terasa, tapi gejala akan memburuk seiring bertambah usia.

Jika gejala muncul, maka berupa sesak napas saat beraktivitas, nyeri dada, kelelahan, dan pembengkakan pada pergelangan kaki.  

3. Emfisema

Jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia ketiga adalah emfisema. Penyakit paru ini umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Emfisema adalah penyakit berbahaya yang mempengaruhi saluran udara dan kantung udara (alveoli) di paru-paru. Hal tersebut membuat pernapasan jadi sulit.  

Bisa dibilang emfisema merupakan bentuk PPOK yang terjadi secara progresif ketika alveoli tidak dapat memperbaiki diri dari paparan kontaminasi. 

4. Kanker paru-paru

Jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia selanjutnya adalah kanker paru-paru. Penyakit paru ini juga sulit dideteksi.

Biasanya masalah dimulai di area paru-paru mana pun ketika mutasi DNA menyebabkan sel-sel yang tidak beraturan, berkembang biak secara tidak terkendali. 

Gejalanya bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Jika gejala muncul maka berupa batuk kronis, mengi, perubahan suara, dan batuk darah.

Penyakit paru ini disebabkan merokok dan asap rokok, paparan asbes, knalpot diesel, radon, radiasi, dan kontaminan udara lainnya.  

Baca Juga: 5 Penyakit pada Anak yang Ditandai dengan Batuk Tak Kunjung Sembuh

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia terakhir adalah penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK. 

Ini merupakan istilah umum yang mencakup beberapa penyakit pernapasan yang menyebabkan sesak napas atau ketidakmampuan paru-paru mengeluarkan napas secara normal. 

Gejala yang biasanya terjadi yaitu sesak napas dan batuk berdahak disertai lendir. Biasanya, gejala akan terasa sangat parah di pagi hari. 

PPOK dapat sulit diidentifikasi pada beberapa orang, karena gejalanya sering terkaburkan dengan tanda penuaan tubuh.  

Pada dasarnya, berhenti merokok dan mengurangi paparan polusi udara adalah upaya untuk menjaga kesehatan paru-paru.  

Itulah beberapa jenis penyakit paru-paru yang sering terjadi pada lansia, tapi juga tidak menutup kemungkinan terjadi di usia muda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Olahraga Hyrox Lagi Digemari, AirAsia Jalin Kerjasama Dengan Hyrox APAC

Dorong Wisata Olahraga dan Gaya Hidup di Asia Pasifik, AirAsia Jalin Kemitraan dengan Hyrox APAC        

Dapur Putih Ditinggalkan? Ini Warna Netral yang Lebih Hangat dan Disukai Desainer

Dapur putih Anda mulai bergeser? Simak warna netral baru yang lebih hangat, fleksibel, dan tetap cocok untuk rumah masa kini.  

Cara Cerdas Pakai Voucher Promo QRIS di MyBCA biar Transaksi Makin Hemat

Membeli dengan QRIS myBCA pekan ini ternyata bisa lebih hemat. Simak panduan lengkap memanfaatkan voucher promo agar pengeluaran lebih bijak.  

Desainer Ungkap! Permadani Klasik Bikin Rumah Modern Anda Lebih Berjiwa

Permadani klasik kembali jadi tren dekorasi 2026, simak cara menatanya agar rumah kamu terasa hangat, estetik, dan sesuai gaya masa kini.  

Sertifikat Rumah Belum Balik Nama? Awas, Sengketa Mengintai!

Simak panduan biaya balik nama rumah Anda di 2026 ini agar tidak salah hitung, legalitas aman, dan keuangan tetap terkendali.  

Angpao Digital & Uang Tunai: Mana Lebih Bermakna di Imlek Tahun 2026 Ini? Simak Yuk

Cek panduan isi angpao yang wajar, etis, dan cocok dengan kondisi keuangan Anda saat ini agar tradisi tetap bermakna dan tidak memberatkan.  

10 Jus yang Paling Cepat Turunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?

Ini, lho, beberapa jus yang paling cepat turunkan kolesterol tinggi. Cek ada apa saja di sini!                 

8 Manfaat Kesehatan Diet Mediterania yang Tak Banyak Diketahui

Ada beberapa manfaat kesehatan diet Mediterania yang tak banyak diketahui, lo. Cek pembahasan lengkapnya di sini!

6 Daftar Jus Sayur untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi secara Alami

Intip sejumlah daftar jus sayur untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi secara alami berikut, yuk! 

8 Jenis Sayur yang Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi dengan Cepat

Mari intip beberapa jenis sayur yang bisa turunkan kolesterol tinggi dengan cepat berikut ini, yuk! Ada apa saja, ya?