MOMSMONEY.ID - Wabah virus Human Metapneumovirus atau HMPV yang sedang merebak di China telah menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu terakhir. Berikut ini gejala HMPV yang mirip dengan flu biasa.
Virus HMPV menyebar dengan sangat luas dan cepat, menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan di wilayah China bagian utara.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini.
Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah-langkah preventif bisa membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.
Seperti, menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum.
Baca Juga: 5 Minuman untuk Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat, Biar Tidak Gampang Sakit!
“Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya dalam siaran pers, dikutip Selasa (7/1).
"Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan," ujar Widyawati.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain.
Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia," sebut Widyawati.
Baca Juga: Simak Daftar Makanan yang Bisa Bantu Meredakan Flu
HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti:
- batuk
- pilek
- demam
- sesak napas
Dalam kasus berat, virus ini bisa menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.
Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Termasuk, mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.
Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif, seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat, cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.
Selanjutnya: Bunga Deposito Superbank di Januari 2025, Tertinggi ,7,50%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News