MOMSMONEY.ID - Transaksi digital memang semakin memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat juga perlu lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang semakin canggih.
Visa mengungkapkan, pelaku kejahatan siber kini tidak hanya mencoba membobol sistem teknologi, tetapi juga memanfaatkan teknik social engineering berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi pengguna agar memberikan data pribadi atau akses ke akun keuangan mereka.
Laporan Visa menunjukkan, hampir US$ 1 miliar aktivitas terkait scam teridentifikasi secara global pada periode Juli hingga Desember 2025. Angka tersebut menjadikan scam sebagai salah satu kategori fraud pembayaran konsumen terbesar.
Agar keuangan tetap aman saat bertransaksi digital, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pertama, jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, password, maupun data kartu kepada siapa pun.
Baca Juga: Waspada Modus Share Screen WhatsApp, Data Bisa Dicuri Hitungan Menit
Kedua, selalu periksa kembali setiap notifikasi transaksi yang masuk ke ponsel.
Ketiga, hindari mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat, email, atau aplikasi percakapan.
Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari mengatakan, kepercayaan dan keamanan menjadi fondasi penting dalam pertumbuhan ekonomi digital.
"Seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, fokus kami adalah mendukung pertumbuhan tersebut secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujar Vira dalam keterangan resmi Kamis (5/6).
"Hal ini dilakukan dengan memperkuat kepercayaan di seluruh ekosistem layanan keuangan dan pembayaran digital, sehingga pelaku usaha dapat berkembang dengan lebih percaya diri dan masyarakat dapat bertransaksi dengan aman," kata dia.
Menurutnya, sistem pembayaran yang aman dan andal akan membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih nyaman sekaligus mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News