M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Valuasi IHSG Sudah Murah, Saatnya Melirik Peluang?

Valuasi IHSG Sudah Murah, Saatnya Melirik Peluang?
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan gemilang di akhir pekan lalu. Indeks pada Jumat, 12 Juni 2026, ditutup naik 2,07% ke level 6.007,65. 

Penguatan IHSG akhir pekan lalu disertai aksi beli investor asing dengan net buy Rp 287,36 miliar. 

Jika dihitung dalam sepekan, IHSG mencatatkan kenaikan 7,37%. Penguatan ini memangkas kerugian investor yang terjadi dalam sebulan terakhir. 

Apakah saham-saham di bursa sudah mulai menarik untuk diakumulasi?

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, setelah terkoreksi sekitar 30% sepanjang 2026, IHSG memang masih dibayangi berbagai sentimen negatif, mulai dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga kekhawatiran terhadap kondisi fiskal domestik. 

Namun di tengah tekanan tersebut, valuasi pasar saham Indonesia justru mulai terlihat semakin menarik.

Berdasarkan data per 12 Juni 2026, IHSG diperdagangkan pada price to book value (PBV) sebesar 1,55 kali dan price to earnings ratio (PER) 9,21 kali. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tengah berada di salah satu level valuasi terendah dalam beberapa tahun terakhir. Level tersebut juga tergolong murah jika dibandingkan dengan sejumlah bursa saham utama di Asia, seperti Jepang, Taiwan, India, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, hingga Malaysia.

Dengan harga saham yang sudah mengalami koreksi cukup dalam, sebagian besar risiko yang telah diketahui pasar dinilai telah tercermin dalam harga (priced in).

"Valuasi yang murah dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang," tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas.

Meski demikian, valuasi murah saja belum cukup untuk mendorong pemulihan pasar secara berkelanjutan. Investor masih menantikan sejumlah katalis positif yang dapat meningkatkan kepercayaan pasar. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kepastian terkait status Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets, yang berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar domestik.

Nah, bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang atau di atas 12 bulan, kondisi saat ini dapat menjadi kesempatan untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap karena momentum entry point yang menarik. 

Meski begitu, volatilitas pasar dalam jangka pendek masih berpotensi tinggi dan perlu diantisipasi.

Nah, baiknya tetap bijak berinvestasi, terapkan strategi masuk secara bertahap dan perhatikan profil risiko masing-masing, ya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.