MOMSMONEY.ID - Menjalani aktivitas sehari-hari dengan rutinitas yang padat sudah menjadi bagian dari keseharian banyak masyarakat usia produktif di Indonesia. Tuntutan pekerjaan, perjalanan menuju tempat kerja, hingga paparan informasi digital yang terus berlangsung membuat waktu untuk benar-benar beristirahat semakin terbatas.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026 mencatat, rata-rata durasi kerja di Indonesia telah mencapai sekitar 41 hingga 43 jam per minggu. Angka tersebut berada di atas standar waktu kerja normal 40 jam per minggu.
Selain durasi kerja, mobilitas masyarakat juga turut menjadi tantangan. Sebanyak 7,9 juta pekerja komuter tercatat harus melakukan perjalanan dari tempat tinggal menuju lokasi aktivitasnya setiap hari. Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja memiliki waktu yang semakin terbatas untuk memulihkan kondisi fisik dan mental.
Di sisi lain, aktivitas masyarakat saat ini juga tidak terlepas dari perangkat dan informasi digital. Paparan informasi secara terus-menerus atau always-on berpotensi membuat seseorang merasa tetap terhubung dengan pekerjaan maupun berbagai aktivitas meski waktu kerja telah berakhir.
Jika berlangsung terus-menerus tanpa jeda yang cukup, kondisi tersebut dapat memicu kelelahan berkelanjutan atau continuous overload. Dalam jangka panjang, kelelahan dapat memengaruhi kondisi fisik maupun emosional dan membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk berhenti sejenak menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan di tengah rutinitas.
Baca Juga: ShopeeVIP+ Diluncurkan, Pelanggan Bisa Dapat Voucher Diskon Hingga Akses Netflix
Jeda tidak selalu harus dilakukan dalam waktu lama. Di tengah kesibukan, seseorang dapat memanfaatkan beberapa menit untuk menarik napas, melakukan peregangan ringan, minum air putih, atau sekadar menjauh sejenak dari layar.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaan dan memberikan ruang bagi tubuh serta pikiran untuk melakukan recharge sebelum kembali beraktivitas.
Melihat kebutuhan tersebut, bodrex melalui gerakan nasional “Pasukan bodrex 5 Menit Jeda, Kembali Siap untuk Indonesia” mengajak masyarakat membangun kebiasaan meluangkan waktu lima menit untuk berhenti sejenak dan memulihkan diri sebelum kembali menjalani aktivitas. Gerakan ini berlangsung pada 21 Agustus hingga 21 Oktober 2026
Director Brand Consumer Marketing Health Care Division PT Tempo Scan Pacific Tbk Dedy Angkakusuman mengatakan, gerakan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan bodrex yang telah mendampingi masyarakat Indonesia selama 55 tahun.
Menurutnya, di tengah tuntutan hidup yang semakin cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan solusi yang cepat dan efektif, tetapi juga perlu diingatkan mengenai pentingnya mengambil jeda.
“Lewat gerakan nasional ‘Pasukan bodrex 5 Menit Jeda, Kembali Siap untuk Indonesia’, kami ingin menginspirasi kebiasaan baru bahwa mengambil jeda sejenak selama lima menit bukanlah tanda berhenti, melainkan langkah awal untuk kembali siap dengan energi yang lebih optimal,” ujar Dedy di Jakarta, Minggu (6/9).
Untuk mengajak masyarakat merasakan langsung pengalaman mengambil jeda, bodrex menampilkan Experience Booth Pasukan bodrex 5 Menit Jeda, Kembali Siap untuk Indonesia di Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Baca Juga: Cara Pandang Baru tentang Warisan dan Masa Pensiun
Selain Experience Booth, bodrex juga menggelar Kompetisi Digital. Masyarakat dapat membagikan tips versi mereka dalam mengambil waktu lima menit untuk jeda melalui video berdurasi satu menit.
Video tersebut dapat diunggah melalui microsite resmi Pasukan bodrex. Dalam rangkaian kegiatan Experience Booth dan Kompetisi Digital tersebut, masyarakat berkesempatan mendapatkan total hadiah senilai Rp1 miliar.
Gerakan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah Brand Ambassador bodrex, yakni Rossa, Al Ghazali, dan Chicco Jerikho. Ketiganya turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya mengambil waktu sejenak di tengah aktivitas yang padat.
Rossa menilai kebiasaan mengambil jeda relevan bagi masyarakat yang memiliki mobilitas dan aktivitas tinggi. Sebagai pekerja seni, ia mengaku terbiasa menjalani berbagai kegiatan dalam kesehariannya.
“Sebagai seorang pekerja seni, saya terbiasa menjalani aktivitas yang padat setiap hari. Karena itu, saya percaya mengambil jeda sejenak untuk recharge membantu kita kembali fokus dan siap memberikan yang terbaik,” kata Rossa.
Sementara itu, Al Ghazali melihat kebiasaan mengambil jeda sebagai hal yang relevan bagi generasi muda yang memiliki banyak aktivitas. Menurut Al Ghazali, generasi muda tetap perlu memberikan ruang untuk melakukan recharge agar dapat menjaga semangat dan kembali menjalani aktivitas secara optimal.
General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division PT Tempo Scan Pacific Tbk Diana Theodora berharap gerakan tersebut dapat mendorong masyarakat menjadikan jeda sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Kami berharap melalui kegiatan yang bermanfaat ini, langkah sederhana seperti mengambil jeda lima menit dapat membantu masyarakat kembali siap menjalani aktivitas,” ujar Diana.
Baca Juga: Ide Dekorasi Dinding Piring Unik, Rumah Jadi Lebih Artistik dan Berkarakter
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News