M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Jangan Tunggu Pensiun, Ini Waktu Terbaik Memulai Perencanaan Warisan

Jangan Tunggu Pensiun, Ini Waktu Terbaik Memulai Perencanaan Warisan
Reporter: Alya Fathinah  |  Editor: Alya Fathinah


MOMSMONEY.ID - Perencanaan warisan atau legacy planning masih sering dianggap sebagai sesuatu yang baru perlu dilakukan ketika memasuki masa pensiun. Lalu, kapan waktu terbaik memulai perencanaan warisan ya? 

Para ahli menilai, langkah tersebut justru sebaiknya dipersiapkan sejak usia produktif, agar proses pengalihan kekayaan kepada generasi berikutnya berjalan lebih baik.

Deputy Chief Product & In Force Management Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Leonardi Tjokro mengatakan, kebutuhan nasabah saat ini mulai bergeser.

Jika sebelumnya fokus pada mengumpulkan kekayaan (wealth accumulation), kini semakin banyak keluarga yang mulai memikirkan bagaimana menjaga agar aset tersebut tetap bermanfaat bagi generasi berikutnya.

"Pertanyaannya sudah bergeser. Dari bagaimana mengakumulasi kekayaan menjadi bagaimana memastikan kekayaan yang sudah dibangun bisa terus bermanfaat dan berdampak bagi generasi berikutnya," ujar Leo dalam acara DBS Insight, Rabu (15/7).

Menurut Leo, Indonesia mulai memasuki fase yang sama seperti sejumlah negara maju, di mana banyak pengusaha maupun profesional yang telah membangun aset selama puluhan tahun dan kini menghadapi tantangan suksesi kekayaan.

Baca Juga: Investasi Masa Tua, Ini 4 Manfaat Latihan Beban untuk Wanita

Di negara seperti Singapura dan Hong Kong, banyak keluarga membentuk family office untuk membantu mengelola aset dan menyusun rencana suksesi secara profesional. Sementara di China, penggunaan family trust juga semakin meningkat sebagai sarana menjaga pengelolaan aset sesuai tujuan keluarga.

Leo menilai, masyarakat Indonesia juga perlu mulai memandang legacy planning sebagai proses jangka panjang, bukan sesuatu yang dilakukan ketika risiko sudah terjadi.

Ia menyebutkan, terdapat tiga tantangan utama yang sering membuat pengelolaan kekayaan keluarga gagal berlanjut ke generasi berikutnya.

Pertama, kesiapan generasi penerus. Leo bilang, pengalaman membangun bisnis dan mengelola aset selama puluhan tahun tidak bisa diwariskan secara otomatis kepada anak, terutama jika anaknya memiliki minat di bidang yang berbeda.

Kedua, tata kelola (governance) keluarga. Seiring bertambahnya anggota keluarga, proses pengambilan keputusan menjadi semakin kompleks sehingga membutuhkan aturan yang jelas.

Ketiga, kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan. Banyak keluarga sudah menyadari pentingnya menyusun rencana suksesi, tetapi belum melaksanakannya secara menyeluruh.

"Sering kali generasi pertama sudah bersusah payah membangun kekayaan, generasi kedua mewarisinya, tetapi pada generasi ketiga asetnya sudah terpecah-pecah," katanya.

Baca Juga: Dana Darurat atau Investasi? Begini Cara Menentukan Pilihan yang Tepat

Di Indonesia, tantangan tersebut dinilai semakin relevan karena sebagian besar aset keluarga berada dalam bentuk bisnis maupun properti yang nilainya besar, tetapi tidak likuid.

Akibatnya, ketika keluarga membutuhkan dana tunai dalam waktu singkat, mereka berpotensi harus menjual aset produktif.

Selain itu, masih banyak keluarga yang belum melibatkan anak dalam pembahasan mengenai pengelolaan aset maupun kelanjutan bisnis keluarga.

Leo menegaskan, waktu terbaik untuk memulai legacy planning adalah sedini mungkin.

"Kalau dalam bekerja atau berbisnis kita selalu menyusun strategi sebelum masalah datang, begitu juga dengan legacy planning. Sebaiknya dipersiapkan sejak dini, jangan menunggu pensiun atau ketika risiko sudah terjadi karena pilihan solusinya akan jauh lebih terbatas," ujar Leo.

Ia menambahkan, peran asuransi bagi keluarga dengan aset besar kini juga telah berkembang. Tidak hanya sebagai perlindungan, tetapi juga untuk menyediakan likuiditas saat dibutuhkan, mendukung diversifikasi aset, serta membantu proses transfer kekayaan kepada generasi penerus.

"Pada akhirnya yang paling penting bukan hanya aset apa yang kita tinggalkan, tetapi bagaimana kita mempersiapkan generasi penerus untuk menerimanya," tutup Leo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

TERBARU

3 Hal Sederhana yang Bisa Membuat Bahagia Menurut Penelitian, Hindari Perfeksionis

Menurut penelitian, ada 3 hal yang membantu mengembalikan kebahagiaan Anda lagi. Cari tahu informasinya di sini.

Berapa Persen Gaji Sebaiknya Diinvestasikan? Ini Panduan Mengaturnya

Tak ada patokan persentase investasi dari gaji bulanan. Besarnya dana investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan.

Hasil Japan Open 2026, 4 Wakil Indonesia Melenggang ke Perempat Final

Hasil Japan Open 2026 babak 16 besar Kamis (16/7), empat wakil Indonesia melenggang ke perempat final. 

Provinsi Ini Masih Alami Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (17/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 17 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

5 Aroma Parfum Sesuai Kepribadian Anda, Aroma Floral Cocok untuk Siapa?

Kira-kira, aroma parfum apa yang sesuai dengan kepribadian Anda? Berikut adalah 5 aroma parfum sesuai kepribadian.

Susah Tidur? Konsumsi 7 Makanan Ini Sebelum Tidur

Kali ini MomsMoney akan membagikan daftar makanan yang baik dikonsumsi sebelum tidur malam. Simak sampai akhir, Moms.

Indonesia Menuju Aging Society, Saatnya Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Indonesia diproyeksi memasuki era aging society. Masyarakat diingatkan mulai menyiapkan dana pensiun sejak dini

Cinta Laura Debut Jalani Adegan Intim di Sleeping With The Enemy, Ini Alasannya

​Cinta Laura Kiehl mengungkapkan pengalaman peran barunya yang cukup seksi dan intim dalam serial Sleeping With The Enemy.

Jangan Lupa Bawa Payung, Begini Prakiraan Cuaca Besok (17/7) dan Lusa di Banten

​BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah Banten akan didominasi cuaca cerah, sementara lusa akan didominasi hujan ringan.

Jangan Tunggu Pensiun, Ini Waktu Terbaik Memulai Perencanaan Warisan

Waktu terbaik perencanaan warisan sebaiknya dimulai sejak usia produktif agar aset keluarga tetap terjaga dan siap diwariskan ke generasi berikut.