M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

UI Kenalkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Anak Berbasis Gamifikasi

UI Kenalkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Anak Berbasis Gamifikasi
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Universitas Indonesia (UI) meluncurkan aplikasi MAKA, media pembelajaran digital berbasis gamifikasi yang dikembangkan Science Techno Park (STP) UI bersama Program Pendidikan Vokasi UI dan PT GAPTEK.

Aplikasi ini menjadi salah satu hasil hilirisasi riset yang ditujukan untuk mendukung transformasi digital di bidang pendidikan.

MAKA memanfaatkan pendekatan gamifikasi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan adaptif bagi anak-anak. Aplikasi ini dikembangkan sebagai solusi agar pemanfaatan gawai oleh anak dapat lebih terarah dan mendukung proses belajar.

Wakil Rektor UI Hamdi Muluk mengatakan, peluncuran MAKA menunjukkan, hasil riset perguruan tinggi dapat dikembangkan menjadi produk yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

STP UI bukan sekadar ruang untuk menampilkan inovasi, tetapi merupakan ekosistem yang mempercepat perjalanan sebuah hasil riset menuju pemanfaatan nyata.

"Di sinilah kolaborasi dibangun, teknologi divalidasi, inovasi dikembangkan, hingga akhirnya dapat diadopsi oleh dunia usaha dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat," katanya saat peluncuran aplikasi MAKA di UI, Depok, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Bahaya Gadget! Kasus Speech Delay Anak Jakarta Melonjak, Cek Ciri & Cara Mengatasinya

Senada, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI Chairul Hudaya menyebutkan, MAKA menjadi bukti bahwa hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi dapat berkembang menjadi produk yang siap dimanfaatkan.

"Aplikasi MAKA menunjukkan, bagaimana pendekatan berbasis teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sektor industri sekaligus memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, khususnya sebagai media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan adaptif bagi anak-anak," ujar Chairul.

Inventor utama MAKA Muhammad Luthfi menjelaskan, aplikasi tersebut lahir dari keresahan terhadap semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi digital tanpa diimbangi pemanfaatan yang tepat.

"MAKA lahir dari keresahan kami terhadap semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi digital, namun tidak diikuti dengan pemanfaatan yang terarah," jelas dia. 

"Tantangannya bukan lagi sekadar menjauhkan anak dari gadget, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman digital yang lebih terarah, bermakna, dan mendukung proses tumbuh kembang," sebut Luthfi.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Ini 5 Manfaat Ajaib Bermain di Alam untuk Tumbuh Kembang Anak

Menurutnya, orang tua tetap memiliki peran penting dalam mendampingi anak menggunakan gawai. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memilih aplikasi yang sesuai dengan usia anak dan memiliki tujuan edukatif.

Selain memilih konten yang tepat, Luthfi menekankan pentingnya pembatasan waktu penggunaan gawai. Pada MAKA, sistem telah dirancang agar anak tidak menggunakan aplikasi secara berlebihan.

"Ketika sudah lebih dari 30 menit, aplikasinya akan otomatis berhenti dan tidak bisa dimainkan lagi sampai 24 jam. Jadi penggunaan gawai itu seperti pisau, bisa memberikan manfaat atau sebaliknya, tergantung bagaimana kita menggunakannya," ungkapnya.

Luthfi menambahkan, MAKA bukan sekadar permainan digital, melainkan media stimulasi berbasis gamifikasi yang disusun berdasarkan tahapan tumbuh kembang anak usia 3 hingga 8 tahun.

Aplikasi tersebut berisi tujuh permainan dengan sekitar 300 level, mulai dari latihan menulis, pengenalan huruf, puzzle digital, pengelompokan hewan, permainan mengenali suara hewan, dan lain sebagainya.

"Setiap permainan disesuaikan dengan milestone perkembangan anak. Kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang menyenangkan, tetapi tetap memiliki tujuan edukasi dan stimulasi perkembangan anak," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

HP Redmi 17 Daya 7500mAh Garansi Awet Layar 6,9 Inci Penuhi Kebutuhan Entertainment

Baterai raksasa 7.500 mAh milik HP Redmi 17 resmi diperkenalkan. Cek detail dukungan turbo charging 45W dan daya tahannya di sini.

Lavojoy Run 2026: Bukan Sekadar Lari, Ada Tren Self-Care di Baliknya

Rajin Lari tapi Lupa Merawat Diri? Ini yang Perlu Diperhatikan Moms Kala Olahraga                   

HP Samsung Mulai 1 Jutaan: Fitur Flagship Knox Vault Perkuat Keamanan Seri Galaxy A

Samsung janjikan update OS hingga 6 tahun untuk jajaran Galaxy A. Cek daftar HP Samsung mulai 1 jutaan yang layak dibeli di sini.

Khusus Pemilik Nama Agus! Ada Promo Chatime Spesial Kemerdekaan Terbatas Banget

Sambut Kemerdekaan ke-81, nikmati promo Chatime harga khusus Rp 20.000 bagi pemilik nama Agus dan paket hemat rame-rame hingga akhir Agustus 2026.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (10/8) Naik, UBS Tembus Rp 2.729.000 per Gram

Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Galeri24 dan UBS kompak menguat pada perdagangan Senin (10/8).

IHSG Diproyeksi Menguat, Ini 4 Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (10/8)

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (10/8/2026)​. Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

Strategi Baterai 7.050 mAh HP Vivo S2 Siap Jamin Ketahanan Seharian Full

Baterai raksasa 7.050 mAh milik HP Vivo S2 terbukti awet untuk streaming dan gim. Simak hasil pengujian daya dan kecepatan isi ulangnya.

Bukan Cuma Bir, Ini 6 Jenis Minuman Beralkohol Berdasarkan Tingkatannya

Jika ingin tahu, berikut ini adalah beberapa jenis minuman alkohol lain yang termasuk dalam kategori minuman keras selain bir.

Kenali 4 Risiko Kanker yang Sering Menyerang Wanita, dari Payudara hingga Serviks

Kanker sering kali berkembang tanpa gejala awal. Pahami berbagai jenis kanker yang sering menyerang wanita beserta faktor risikonya.

Rahasia Wajah Tirus Ala Cewek Korea, Terungkap 5 Manfaat Senam Wajah secara Alami

Rasakan berbagai manfaat senam wajah untuk mengencangkan otot kulit, melancarkan sirkulasi darah, hingga mengurangi garis halus secara alami.