MOMSMONEY.ID - Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa akan segera berlangsung kurang dari tiga minggu lagi. Sebagian besar pelari mulai mengurangi volume latihan dan menghitung hari menuju race day.
Namun, ketika jarak tempuh semakin pendek, justru ada satu pertanyaan penting yang sering terlupakan: apakah persiapan fisik saja sudah cukup?
Tentu tidak. Performa saat marathon tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras seseorang berlatih.
Sebagai ajang lari pertama di Indonesia yang meraih predikat Elite Label Road Race dari World Athletics, karakteristik lintasan Maybank Marathon yang memadukan elevasi dengan kondisi cuaca tropis menjadikan strategi persiapan sama pentingnya dengan kualitas latihan.
Baca Juga: Tips Atur Strategi Latihan Marathon dan Siap Mental
Berikut tiga hal penting yang perlu dipersiapkan agar tubuh dan pikiran siap menghadapi race day secara aman dan tetap finish strong di Maybank Marathon 2026.
Kenali tantangan cuaca dan kontur rute Bali
Cuaca dan karakteristik rute menjadi dua tantangan utama di Maybank Marathon. Meski udara pagi di Bali dapat terasa sejuk, kelembapan tinggi, suhu yang meningkat setelah matahari terbit, serta elevasi yang menantang dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dari perkiraan.
Cuaca juga dapat berubah secara tiba-tiba, termasuk hujan yang membuat permukaan jalan lebih licin dan memengaruhi kenyamanan maupun strategi berlari.
Karena itu, pelari perlu beradaptasi dengan berbagai kondisi sejak masa latihan, tidak hanya panas dan lembap, tetapi juga kemungkinan berlari dalam kondisi basah. Gunakan pakaian yang ringan dan cepat kering, topi atau visor, serta perlengkapan yang sudah pernah diuji saat latihan.
Pastikan juga strategi hidrasi telah direncanakan dengan baik, baik melalui air maupun minuman elektrolit, tanpa menunggu rasa haus muncul. Yang terpenting, tetap peka terhadap kondisi tubuh dan bersiap menyesuaikan pace apabila cuaca atau kondisi rute berbeda dari perkiraan.
Perang mental saat mulai ingin menyerah
Maraton adalah tantangan mental sekaligus fisik. Ketika fisik mulai terasa lelah di kilometer-kilometer terakhir, ketahanan mental akan menjadi penentu. Pikiran sering kali menggoda untuk menyerah lebih cepat daripada kemampuan tubuh yang sebenarnya.
Cara persiapannya antara lain melakukan visualisasi lintasan dan menyiapkan strategi pacing serta nutrisi yang matang agar energi kamu tetap terjaga. Kamu juga bisa mempersiapkan hal-hal yang dapat membantu mentalmu saat menghadapi fase hitting the wall.
Hal ini bisa berupa mendengarkan musik atau podcast, janji untuk lari bareng bersama teman atau pasangan agar dapat saling menyemangati, atau mengingat untuk terus bergerak.
Ketika mental siap, tantangan seberat apa pun di jalur lari akan terasa lebih ringan.
Baca Juga: Tren Marathon hingga Hyrox Meningkat, Waspadai Cedera Lutut dan Pergelangan Kaki
Sepatu baru, gel baru, risiko baru!
Hari lomba bukan waktunya mencoba hal baru. Pastikan seluruh perlengkapan mulai dari pakaian, kaus kaki, sepatu, energi gel, hingga minuman isotonik yang akan dikonsumsi sudah pernah digunakan saat latihan dan terasa cocok dengan tubuh
Idealnya, lakukan simulasi menggunakan perlengkapan yang sama pada sesi long run. Dengan begitu, risiko lecet, rasa tidak nyaman, atau cedera akibat gear yang belum teruji dapat diminimalkan.
Semangat persiapan inilah yang menjadi fokus dalam rangkaian Road to Maybank Marathon bersama adidas Indonesia, yang membekali peserta dengan berbagai strategi menghadapi tantangan race day.
Menurut Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan, pada pekan-pekan terakhir menjelang marathon, fokus pelari seharusnya bukan lagi menambah porsi latihan, melainkan memastikan tubuh dan pikiran siap menghadapi berbagai kondisi di race day.
"Melalui Road to Maybank Marathon bersama Adidas Indonesia, kami ingin membantu pelari memahami tantangan tersebut agar mereka dapat train smart. Race safe. Finish strong," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).
Pada akhirnya, marathon bukan hanya tentang seberapa keras seseorang berlatih, tetapi juga tentang bagaimana mereka mempersiapkan diri secara cerdas menghadapi berbagai hal yang berada di luar kendalinya.
Ketika tubuh, mental, dan strategi dipersiapkan dengan baik, setiap pelari memiliki peluang lebih besar untuk benar-benar train smart. Race safe. Finish strong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News