MOMSMONEY.ID - Masih bingung tentang apa saja yang bisa dikonsultasikan ke psikolog? Jangah khawatir. Berikut ada beragam pembahasan yang paling banyak dikonsultasikan ke psikolog sepanjang Januari hingga September 2026.
Ternyata, banyak hal menarik yang bisa dieksplorasi dan dibicarakan dalam sesi konsultasi dengan psikolog. Dan tidak selalu harus menunggu sampai masalah terasa berat, lo.
Mengutip laman Kayross Psikologi topik yang sering dibahas mencakup tumbuh kembang dan emosi anak, tantangan akademik dan stres kuliah, komunikasi dan pola asuh dalam keluarga, kepribadian, burnout hingga kecemasan pada anak hingga dewasa.
Perinciannya, pada usia dewasa yang berkonsultasi di Kayross Psikologi, sebanyak 41,8% membahas tentang kepribadian, dengan contoh masalah ketidakstabilan emosi, konsep diri, stres, sulit fokus, bullying, kedukaan, overthinking, regulasi emosi, trauma, burn out, sedih dan lelah berkepanjangan.
Sementara, sebanyak 34,3% para usia dewasa berkonsultasi tentang masalah keluarga, seperti hubungan atau konflik pasangan, trust issue, dan masalah komunikasi.
Baca Juga: Sibling Rivalry pada Kakak-Adik, Begini Cara Orang Tua Mengatasinya
Sebanyak 20,1% para usia dewasa juga berkonsultasi tentang masalah klinis, seperti halusinasi auditori, depresi, adiksi, mood disorder, panic disorder, anxiety atawa kecemasan, dan psikosomatis.
Sedangkan, 3,7% berkonsultasi mengenai pendidikan dan karier mereka, dengan masalah stagnasi karier, motivasi rendah, tekanan kerja dan prokrastinasi.
Sementara, data konsultasi di Kayross Psikologi untuk usia anak dan remaja sebanyak 43% berkonsultasi mengenai masalah kepribadian, seperti stres, self esteem, konsep diri negatif, regulasi emosi dan overthinking.
Selanjutnya sebanyak 44% para usia anak dan remaja juga berkonsultasi mengenai masalah klinis, seperti kecemasan umum dan spesifik, depresi, self harm, penyimpangan seksual, mood disorder, borderline personality disorder.
Sedangkan, persoalan akademik dikonsultasikan oleh 5,4% para usia anak dan remaja, diikuti 4,3% membahas masalah tumbuh kembang dan 3,2% membahas masalah keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News