MOMSMONEY.ID - Tidur yang cukup belum tentu membuat tubuh mendapatkan istirahat berkualitas. Posisi tidur, kenyamanan tubuh, hingga kebiasaan mendengkur dan sering terbangun pada malam hari juga perlu diperhatikan.
Praktisi kedokteran tidur dr. Andreas Prasadja, RPSGT, mengatakan mendengkur sesekali ketika tubuh sedang lelah tidak selalu menjadi masalah. Namun, kebiasaan mendengkur setiap kali tidur perlu diwaspadai.
"Dua dekade saya melihat pasien Indonesia datang dengan gejala yang sudah berlangsung bertahun-tahun seperti mendengkur keras, rasa lelah di pagi hari, sulit konsentrasi tapi baru mau ke dokter setelah kondisinya sudah serius," ujar dr. Andreas dalam forum Health Talk: Are You Sleeping Right? di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Andreas, mendengkur yang terus terjadi saat tidur tidak sebaiknya dianggap sebagai hal biasa karena dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan.
Selain gangguan pernapasan, posisi tubuh selama tidur juga perlu diperhatikan. Permukaan tidur yang tidak sesuai dengan bentuk tubuh dapat membuat sejumlah bagian tubuh menerima tekanan lebih besar.
Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan DrRest®, kasur asal Australia yang dikembangkan oleh empat dokter dengan keahlian di bidang bedah tulang belakang, pernapasan dan tidur, osteopati, serta urologi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kasur, Produk AI Ini Bisa Mengikuti Perubahan Posisi Tidur
Perhatikan posisi tidur
Dr. Gerald Quan, ahli bedah ortopedi tulang belakang, mengatakan permukaan tidur perlu membantu menjaga keselarasan tubuh sekaligus mendistribusikan tekanan.
Salah satu material yang digunakan dalam pengembangan DrRest® adalah technogel. Material berbasis gel yang dikembangkan di Italia tersebut memiliki sejarah penggunaan dalam aplikasi medis.
Menurut Quan, selama lebih dari 20 tahun bekerja sebagai ahli bedah, ia terbiasa menggunakan technogel di ruang operasi untuk menopang dan menstabilkan pasien selama prosedur.
Material tersebut kemudian digunakan dalam pengembangan kasur untuk membantu distribusi tekanan dan mendukung posisi tubuh saat tidur.
Dr. George Michael, osteopath sekaligus pemimpin uji riset DrRest®, menjelaskan kasur yang terlalu keras dan terlalu empuk dapat memberikan dampak berbeda.
Kasur yang terlalu keras dapat membantu menjaga keselarasan tulang belakang, tetapi meningkatkan tekanan pada titik tertentu. Sementara kasur yang lebih empuk dapat mengurangi tekanan, tetapi belum tentu menjaga keselarasan tulang belakang.
Karena itu, menurut George, permukaan tidur perlu dapat menyesuaikan dengan berat, ukuran, bentuk, dan tinggi tubuh.
Dalam pengembangannya, DrRest® melakukan observasi dan pengujian terhadap lebih dari 550 pasien secara kumulatif. Pengujian mencakup keselarasan tulang belakang, distribusi tekanan pada tubuh, kualitas tidur berdasarkan siklus tidur, serta frekuensi terbangun pada malam hari.
Baca Juga: 4 Manfaat Tidur Malam dengan Lampu Mati untuk Kesehatan, Bisa Cegah Obesitas lo
Sering terbangun malam hari
Dr. Peter Liodakis, urolog dari Australia, turut menjelaskan persoalan orang yang kerap terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.
Menurut Liodakis, kondisi tersebut cukup umum dan dapat mengganggu kualitas tidur serta aktivitas pada hari berikutnya.
Ia juga menjelaskan posisi tidur menyamping dapat membantu sebagian orang yang mengalami sleep apnea. Posisi tersebut dinilai dapat membuat tidur lebih nyaman sekaligus membantu membuka saluran pernapasan.
Meski demikian, sering terbangun pada malam hari memiliki beragam kemungkinan penyebab. Karena itu, keluhan yang berlangsung terus-menerus tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Ini Durasi Tidur Siang Berdasarkan Jenisnya, Ada Manfaatnya Semua
DrRest® hadir di Indonesia
Berangkat dari kebutuhan tersebut, DrRest® resmi diperkenalkan di Indonesia pada 24 September 2026 melalui showroom pertamanya di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Jakarta.
Indonesia menjadi negara pertama di luar Australia yang menghadirkan merek tersebut. DrRest® dikembangkan oleh empat dokter spesialis Australia, yakni Dr. Gerald Quan, Dr. Nick Antoniades, Dr. George Michael, dan Dr. Peter Liodakis.
DrRest® menggunakan technogel untuk membantu distribusi tekanan, mengelola panas, serta mendukung posisi tubuh saat tidur. Produk ini juga dikembangkan dalam satu konfigurasi, bukan berdasarkan pilihan tingkat kekerasan seperti soft, medium, atau firm.
Presiden Direktur Massindo Group, Jeffri Massie mengatakan desain DrRest® memiliki bagian bahu yang dibuat terpisah agar dapat mengikuti posisi bahu ketika pengguna tidur menyamping.
"Kasur yang baik adalah yang sesuai dengan body profile itu. Kasur DrRest® memiliki feature bahwa di bagian bahu ini terpisah," kata Jeffri.
Saat ini, DrRest® dihadirkan Massindo Group melalui showroom di Indonesia Design District, PIK 2. Perusahaan juga menyampaikan rencana membuka showroom berikutnya di BSD dan berharap dapat memperluas kehadirannya ke Jakarta Pusat serta kota-kota besar lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News