MOMSMONEY.ID - Ada beberapa penyebab lutut terasa nyeri setelah berolahraga, lho. Mari simak pembahasan lengkapnya di sini!
Olahraga sering menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasakan lutut terasa nyeri setelah selesai beraktivitas fisik. Rasa tidak nyaman ini bisa muncul sesaat setelah latihan, beberapa jam kemudian, atau bahkan bertahan hingga beberapa hari.
Lutut merupakan salah satu sendi yang bekerja cukup keras saat tubuh bergerak, terutama ketika berlari, melompat, berjongkok, atau mengangkat beban. Ketika ada beban berlebih, teknik yang kurang tepat, atau tubuh belum siap menerima intensitas latihan tertentu, lutut dapat mulai menunjukkan respons berupa rasa nyeri.
Tidak semua nyeri lutut setelah olahraga menandakan kondisi serius. Namun mengenali penyebabnya dapat membantu Anda menentukan langkah yang lebih tepat agar tetap aktif tanpa mengabaikan kesehatan sendi.
Baca Juga: 9 Tanda-tanda jika Olahraga Berlebihan yang Penting Diketahui
Penyebab Lutut Terasa Nyeri Setelah Berolahraga
Melansir dari Health, di bawah ini beberapa penyebab lutut terasa nyeri setelah berolahraga:
1. Bursitis
Bursitis terjadi ketika bursa, yaitu kantung kecil berisi cairan yang melindungi tulang, otot, dan tendon, mengalami iritasi dan peradangan.
Kondisi ini biasanya menyebabkan nyeri di bagian depan lutut. Penyebabnya bisa karena cedera, terlalu sering menggunakan lutut, atau tekanan berulang seperti terlalu lama berlutut.
Gejalanya dapat meliputi:
- Nyeri saat lutut ditekan
- Rasa sakit di sekitar lutut
- Nyeri saat bergerak maupun diam
- Kemerahan dan bengkak
- Lutut terasa hangat dan kaku
2. Sindrom Gesekan Iliotibial
Kondisi ini terjadi ketika pita iliotibial atau jaringan tendon di sisi luar kaki bergesekan dengan tulang saat lutut ditekuk.
Gesekan tersebut menyebabkan iritasi dan nyeri di bagian luar lutut. Cedera ini cukup sering dialami pelari, pesepeda, pemain basket, hingga pemain sepak bola.
Risiko meningkat jika Anda kurang melakukan pemanasan sebelum olahraga.
Gejalanya biasanya muncul saat mulai berolahraga dan bisa semakin parah saat duduk terlalu lama atau berlari menuruni bukit.
3. Jumper’s Knee
Jumper’s knee atau tendinitis patela adalah cedera pada tendon lutut yang sering terjadi akibat aktivitas melompat berulang.
Kondisi ini umum dialami atlet basket, voli, pelari jarak jauh, dan pemain ski.
Gejalanya meliputi:
- Nyeri di bawah tempurung lutut
- Lutut terasa kaku
- Nyeri saat naik tangga, melompat, atau berlutut
Istirahat biasanya membantu meredakan keluhan.
4. Robekan Ligamen
Ligamen adalah jaringan yang menghubungkan tulang dan membantu menjaga kestabilan lutut.
Cedera ligamen seperti ACL dan MCL cukup sering terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan cepat dan perubahan arah mendadak.
Gejalanya dapat berupa:
- Bunyi letupan saat cedera terjadi
- Lutut terasa tidak stabil
- Nyeri
- Pembengkakan beberapa jam setelah cedera
Cedera ini sering terjadi akibat benturan, salah pijakan, atau gerakan memutar secara tiba-tiba.
5. Robekan Meniskus
Meniskus adalah bantalan tulang rawan pada lutut yang berfungsi meredam benturan.
Robekan meniskus bisa terjadi saat jongkok sambil mengangkat beban berat, memutar lutut, atau terkena benturan saat olahraga.
Gejalanya meliputi:
- Lutut terasa terkunci
- Nyeri saat berjalan atau menekan lutut
- Pembengkakan setelah cedera
Baca Juga: Nyeri Sendi Hilang, Ini Panduan Makanan Sehat Pengontrol Asam Urat
6. Osteoarthritis
Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan sendi mulai menipis akibat usia atau penggunaan sendi dalam jangka panjang.
Kondisi ini cukup umum terjadi pada lutut dan dapat menyebabkan:
- Nyeri saat bergerak
- Lutut kaku
- Pembengkakan
- Bunyi gesekan saat berjalan
Keluhan biasanya semakin terasa jika terlalu lama berdiri, naik tangga, atau kurang bergerak.
7. Runner’s Knee
Runner’s knee atau nyeri tempurung lutut sering dialami pelari dan orang yang aktif berolahraga.
Gejalanya biasanya berupa nyeri di sekitar tempurung lutut yang memburuk saat:
- Naik tangga
- Berdiri dari duduk
- Berlari
- Jongkok
- Duduk terlalu lama
Kondisi ini dapat muncul akibat perubahan intensitas latihan, teknik lari yang kurang tepat, atau tekanan berulang pada lutut.
8. Ketegangan dan Keseleo
Ketegangan otot dan keseleo dapat terjadi akibat gerakan mendadak atau aktivitas fisik berlebihan.
Ketegangan adalah robekan pada otot, sedangkan keseleo terjadi pada ligamen.
Gejala yang umum muncul meliputi:
- Nyeri
- Pembengkakan
- Memar
- Lutut terasa kaku
- Sulit digerakkan
Pemanasan sebelum olahraga dapat membantu mengurangi risiko kondisi ini.
9. Infeksi Sendi
Infeksi bakteri, virus, atau jamur juga dapat menyebabkan nyeri lutut.
Kondisi ini terjadi ketika infeksi menyebar ke sendi dan memicu peradangan.
Gejalanya bisa berupa:
- Demam
- Menggigil
- Sendi merah dan bengkak
- Sulit menggerakkan lutut
Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.
10. Tempurung Lutut Tergeser
Tempurung lutut dapat bergeser akibat benturan atau gerakan memutar yang tidak tepat.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja saat olahraga.
Gejalanya meliputi:
- Bunyi letupan
- Nyeri hebat
- Bentuk tempurung lutut terlihat berubah
Biasanya membutuhkan penyangga dan istirahat beberapa minggu untuk pemulihan.
11. Tempurung Lutut Patah
Meski jarang, kecelakaan atau jatuh dapat menyebabkan tempurung lutut patah.
Gejalanya meliputi:
- Nyeri hebat di bagian depan lutut
- Bengkak
- Lutut terasa lemah
- Sulit naik tangga
- Nyeri saat disentuh
Pada kondisi tertentu, operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki tulang yang patah.
Nyeri lutut setelah olahraga tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai bengkak, sulit berjalan, atau rasa sakit yang terus memburuk. Jika keluhan tidak membaik setelah istirahat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Baca Juga: Nyeri Lutut: Kenali Beda Asam Urat dan 5 Penyakit Mirip Lainnya
Itu tadi beberapa penyebab lutut terasa nyeri setelah berolahraga. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News