MOMSMONEY.ID - Kini, melihat gerakan tubuh tak harus menggunakan alat khusus. Teknologi kecerdasan buatan atau AI sudah bisa membantu menganalisis gerakan tubuh hanya melalui rekaman video dari kamera biasa.
Teknologi ini disebut Human Motion Analytics. Sederhananya, AI mengenali posisi tubuh dan gerakannya dalam bentuk tiga dimensi.
Dari sana, pola gerakan bisa dianalisis untuk mengetahui apakah gerakan seseorang sudah tepat atau masih perlu diperbaiki.
Teknologi ini tidak membutuhkan sensor yang dipasang di tubuh maupun studio khusus. Karena itu, penggunaannya bisa lebih praktis, misalnya, di tempat latihan olahraga atau klinik.
Lantas, apa manfaatnya?
Baca Juga: AI Buka Ruang Eksplorasi Baru bagi Kreator di Industri Film dan Hiburan
Dalam olahraga, teknologi ini bisa membantu melihat teknik gerakan atlet, meningkatkan performa dan mengurangi risiko cedera.
Analisis gerakan juga bisa digunakan untuk membantu proses rehabilitasi setelah seseorang mengalami cedera.
Sementara bagi lansia, teknologi ini dapat digunakan untuk melihat kemampuan gerak dan mendukung latihan yang bertujuan mengurangi risiko jatuh.
Ada beberapa penerapan Human Motion Analytics yang dikembangkan Fujitsu. AI Gait Analysis, misalnya, dapat menganalisis pola jalan dan mobilitas seseorang.
Ada juga Senior Functional Training untuk kebugaran lansia, Rowing Performance Analysis untuk melihat teknik mendayung, serta Golf Swing Analysis untuk menganalisis gerakan saat melakukan ayunan.
Teknologi ini dibawa ke Indonesia melalui kerja sama PT Alita Praya Mitra (Alita) dan Fujitsu Limited. Keduanya menyasar pemanfaatan teknologi tersebut di bidang olahraga dan kesehatan.
Baca Juga: Lagi Ramai Dipakai, Begini Cara AI Membantu Mengatur Keuangan Pribadi
“Teknologi ini membuat analisis gerak yang tadinya hanya bisa dilakukan di laboratorium menjadi jauh lebih terjangkau,” kata Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol dalam keterangan resmi Senin (14/9).
Menurut Joseph, teknologi tersebut nantinya tidak sekadar didatangkan ke Indonesia, tetapi akan dikembangkan sesuai kebutuhan di dalam negeri.
“Alita sebagai perusahaan teknologi lokal akan mengembangkan penggunaan teknologinya dengan konteks Indonesia agar benar-benar menjawab kebutuhan atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Indonesia,” ujarnya.
Teknologi Human Motion Analytics diperkenalkan kepada publik dalam Indonesia Sports Summit 2026 akhir pekan lalu.
Ke depan, Alita dan Fujitsu akan menjajaki penerapan teknologi ini bersama berbagai pihak di bidang olahraga, kesehatan dan pendidikan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News