MOMSMONEY.ID - Tak memiliki riwayat kredit formal sering menjadi tantangan bagi UMKM, peminjam pertama kali, hingga masyarakat di sektor informal untuk mendapatkan akses pembiayaan.
Kini, pemanfaatan data alternatif mulai membuka peluang yang lebih luas dalam proses penilaian kredit di industri keuangan.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pemanfaatan data perilaku penggunaan layanan telekomunikasi sebagai pelengkap informasi kredit.
Data ini membantu lembaga keuangan mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai profil risiko calon debitur, terutama bagi mereka yang belum tercatat dalam sistem kredit formal.
PT Credit Bureau Indonesia (CBI) mengembangkan pendekatan ini melalui Bureau Telco Score, yakni sistem penilaian kredit yang menggabungkan data kredit dengan perilaku penggunaan layanan seluler.
Dengan model ini, penilaian kelayakan kredit diharapkan menjadi lebih akurat dan inklusif.
Baca Juga: Mesin Tua Mau Diganti! Kredit Murah 6% Jadi Harapan Baru Industri Tekstil dan Sepatu
Pendekatan tersebut dinilai dapat memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan formal, termasuk di wilayah pedesaan dan sektor ekonomi informal, sekaligus membantu lembaga keuangan mengambil keputusan kredit yang lebih cepat dan terukur.
“Perluasan kemitraan ini mencerminkan komitmen XLSMART untuk bekerja sama dengan mitra yang memiliki visi yang sejalan dalam mendukung agenda inklusi digital dan keuangan Indonesia,” ujar Andrijanto Muljono, Direktur & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSmart, dalam keterangan resmi Senin (22/6).
Ia menambahkan, pemanfaatan data secara bertanggung jawab diharapkan dapat mendukung pertumbuhan layanan digital yang lebih inklusif seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas di Indonesia.
Sementara CBI menilai, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem penilaian kredit berbasis data yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Kolaborasi yang terus berlanjut sejak tahun 2022 ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa kemitraan data yang bertanggung jawab merupakan fondasi penting dalam memperluas akses keuangan,” ujar Anton Adiwibowo, Direktur Utama CBI.
Kolaborasi CBI dan XLSmart ini pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat inklusi keuangan di Indonesia dengan membuka akses pembiayaan yang lebih luas berbasis data alternatif yang lebih inklusif dan relevan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News