MOMSMONEY.ID - Simak yuk, tabungan emas digital jadi solusi aman menjaga nilai uang di tengah inflasi dan gaya hidup serba online. Catat ulasan penting berikut.
Biaya hidup yang terus naik membuat banyak orang mulai mencari cara baru untuk mengelola keuangan dengan lebih aman. Menyimpan uang tunai saja kini terasa kurang efektif karena nilainya bisa tergerus inflasi dari waktu ke waktu.
Di sisi lain, emas kembali naik daun karena dikenal lebih stabil dan tahan terhadap gejolak ekonomi. Menariknya, emas sekarang bisa dimiliki tanpa harus disimpan di rumah atau dibeli dalam jumlah besar.
Melansir dari OCBC, tren tabungan emas digital terus meningkat karena dinilai praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Emas sejak lama dipercaya sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Fatwa MUI Ungkap Keunikan Tabungan Emas Non-Tunai, Kok Bisa Halal? Simak Yuk
Alasan emas kembali dilirik masyarakat modern
Emas bukan instrumen baru, tapi fungsinya tetap relevan hingga sekarang. Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, emas sering dijadikan aset pelindung nilai karena harganya cenderung stabil dibandingkan uang tunai.
Saat inflasi naik, emas justru berpotensi mempertahankan bahkan meningkatkan nilainya.
Bagi masyarakat usia produktif di Indonesia, emas kini tidak lagi dianggap sebagai investasi kuno. Dengan hadirnya sistem digital, emas menjadi lebih fleksibel dan mudah diakses, termasuk oleh pemula yang baru mulai mengatur keuangan.
Cara kerja tabungan emas digital secara sederhana
Tabungan emas digital memungkinkan seseorang membeli emas berdasarkan nominal rupiah, bukan berat gram tertentu. Artinya, siapa pun bisa mulai menabung emas meski dengan dana terbatas.
Misalnya, dengan Rp10.000, dana tersebut langsung dikonversikan menjadi saldo emas sesuai harga di hari transaksi.
Sebagai gambaran, pada 26 November 2025 harga emas tercatat sekitar Rp 2.618.000 per gram.
Jika seseorang menyetor Rp100.000, maka saldo emasnya akan tercatat dalam pecahan gram sesuai harga saat itu. Saldo ini akan naik dan turun mengikuti harga emas harian dan tercatat secara real time.
Meski tidak dipegang secara fisik, emas tersebut disimpan oleh lembaga kustodian resmi dan diawasi, sehingga kepemilikan tetap aman dan sah secara hukum.
Keunggulan tabungan emas dibanding menyimpan uang
1. Lebih praktis dan fleksibel
Tabungan emas bisa diakses melalui aplikasi tanpa perlu datang ke toko emas. Proses beli dan jual dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan.
2. Bisa dimulai dengan nominal kecil
Berbeda dengan emas batangan yang umumnya harus dibeli minimal 1 gram, tabungan emas memungkinkan masyarakat menabung secara bertahap dengan dana yang lebih ringan.
3. Risiko kehilangan lebih rendah
Karena emas tidak disimpan di rumah, risiko pencurian atau kerusakan bisa diminimalkan. Semua saldo tercatat secara digital dan transparan.
4. Mudah dicairkan saat dibutuhkan
Jika membutuhkan dana, emas digital bisa dijual kembali sesuai harga buyback yang berlaku dan hasilnya langsung masuk ke saldo atau rekening.
Baca Juga: Uang Terasa Cepat Habis? Hindari Risiko Ini dengan Pisahkan Rekening Anda Sekarang
Tabungan emas sebagai solusi keuangan jangka panjang
Menabung emas bukan soal mencari keuntungan instan, melainkan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Dengan menabung sedikit demi sedikit, masyarakat bisa memiliki aset yang relatif stabil untuk tujuan jangka panjang, seperti dana darurat atau perencanaan masa depan.
Pendekatan ini juga cocok bagi masyarakat Indonesia yang ingin mulai berinvestasi tanpa tekanan besar dan tanpa harus memahami instrumen yang rumit.
Di tengah tantangan ekonomi dan inflasi yang masih menjadi perhatian, tabungan emas digital hadir sebagai alternatif yang realistis dan mudah diakses. Praktis, aman, dan terjangkau, instrumen ini menjawab kebutuhan masyarakat modern yang ingin menjaga nilai uangnya.
Pemahaman yang tepat dan konsistensi menabung, tabungan emas dapat menjadi langkah cerdas untuk membangun kestabilan keuangan di masa depan.
Selanjutnya: Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Aksi Protes, Lebih dari 3.000 Orang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News