MOMSMONEY.ID - Riset terbaru yang digagas oleh IBM, perusahaan solusi hibrid cloud dan AI, mengungkapkan bahwa para penggemar olahraga kini memiliki ekspektasi yang semakin tinggi terhadap layanan digital, seiring dengan semakin beragamnya platform, layanan berlangganan, dan teknologi yang mereka gunakan.
Menurut laporan terbaru IBM Sports Intelligence Report, yang disusun berdasarkan respons lebih dari 20.000 penggemar olahraga di 12 negara, sebanyak 46% responden menyatakan bahwa ekspektasi mereka terhadap pengalaman olahraga digital kini lebih tinggi dibandingkan satu hingga dua tahun lalu.
Perubahan ini juga mulai terlihat dalam kebiasaan mereka menonton olahraga. Sebanyak 30% penggemar olahraga yang disurvei menyatakan bahwa layanan streaming berlangganan menjadi pilihan utama mereka untuk menyaksikan pertandingan olahraga secara langsung, hampir setara dengan 29% responden yang memilih siaran televisi linear.
Responden yang menonton olahraga melalui platform digital, seperti layanan streaming, menyebut kemudahan (43%) dan akses terhadap konten eksklusif (27%) sebagai alasan utama mereka memilih platform digital dibandingkan siaran televisi konvensional.
Penggunaan AI Semakin Meningkat, Akurasi Menjadi Faktor Penting dalam Pengalaman Olahraga Berbasis AI
Baca Juga: Tombol AI dan Periskop 200MP Dongkrak Performa Oppo Find X10
Penggunaan AI di kalangan responden meningkat dari 52% menjadi 69% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, tingkat kepercayaan terhadap konten olahraga yang dihasilkan AI turun dari 63%, di tahun sebelumnya, menjadi 59%. Meski demikian, riset juga menunjukkan bahwa tingkat pemahaman terhadap AI dapat memengaruhi kepercayaan.
Penggemar olahraga yang telah menggunakan AI tercatat hampir tiga kali lebih percaya terhadap konten olahraga yang dihasilkan AI dibandingkan mereka yang belum menggunakannya (74% berbanding 27%).
Riset ini juga menunjukkan bahwa akurasi menjadi pertimbangan yang lebih penting dibandingkan kecepatan, dengan 44% responden memprioritaskan informasi olahraga yang akurat, sementara 23% lebih mengutamakan kecepatan. Selain itu, 45% responden menyebut akurasi sebagai faktor utama yang mendorong kepercayaan terhadap wawasan berbasis AI.
Aplikasi Olahraga Semakin Menjadi Pusat Pengalaman Digital bagi Para Penggemar
Hampir tiga perempat (72%) penggemar olahraga yang disurvei menyatakan menggunakan aplikasi olahraga. Proporsi yang hampir sama (74%) menyatakan kepercayaan terhadap aplikasi olahraga dan platform digital sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat diandalkan, menempati posisi kedua setelah saluran penyiaran konvensional dengan tingkat kepercayaan sebesar 79%.
Baca Juga: Teknologi AI Ini Bisa Bantu Cek Gerakan lo, dari Jalan hingga Olahraga
Temuan ini juga menunjukkan adanya kebutuhan akan pengalaman digital yang lebih terpusat dan terintegrasi. Sebanyak 47% responden menyatakan kemungkinan akan mengunduh dan menggunakan satu aplikasi olahraga terpusat, namun hanya 29% yang bersedia berlangganan dan membayar untuk menggunakannya.
Akses terhadap siaran langsung premium serta kemudahan menikmati seluruh konten dalam satu platform merupakan faktor yang paling berpotensi mendorong langganan berbayar, masing-masing sebesar 61%, disusul konten eksklusif dan pengalaman tanpa iklan yang masing-masing mencapai 58%.
Di antara pengguna aplikasi olahraga yang disurvei, 40% menyatakan kemudahan mengakses berbagai informasi dalam satu platform menjadi alasan utama mereka menggunakan aplikasi olahraga, sementara 35% menggunakannya untuk mendapatkan pembaruan secara real-time ketika tidak dapat menonton atau mendengarkan pertandingan.
Selain itu, 30% responden menyatakan bahwa mereka kini lebih sering menggunakan fitur statistik dan analisis secara langsung dibandingkan satu hingga dua tahun lalu, menjadikannya fitur aplikasi dengan pertumbuhan penggunaan tercepat dalam riset ini.
Aplikasi olahraga kini tidak hanya digunakan untuk mengakses informasi dan berinteraksi, tetapi juga untuk melakukan transaksi. Dalam satu tahun terakhir, 33% pengguna yang disurvei membeli tiket, 30% memesan makanan atau minuman saat menghadiri pertandingan secara langsung, dan 29% membeli merchandise melalui aplikasi olahraga.
“Penggemar olahraga menginginkan pengalaman digital yang konsisten dan terintegrasi, yang menyatukan seluruh kebutuhan mereka dalam satu platform sehingga tidak perlu berpindah-pindah di antara berbagai aplikasi,” ujar Kameryn Stanhouse, Vice President, Sports and Entertainment Partnerships, IBM, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News