MOMSMONEY.ID - Ekonomi kreator Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya jumlah followers menjadi modal utama untuk mendapatkan cuan dari endorsement, kini kreator semakin didorong untuk memiliki sumber pendapatan di luar endorsement saja.
Perkembangan industri konten kreator saat ini, tidak hanya melahirkan peluang ekonomi dari endorsement atau kerjasama dengan brand saja. Melainkan, konten kreator juga dapat mendapatkan sumber penghasilan dengan mengubah jumlah audiens mereka menjadi konsumen atas produk digital seperti e-book, kelas online, template diital, konsultasi hingga konten eksklusif.
Salah satu platform yang dapat mewadahi para kreator untuk mengembangkan sumber pendapatan mereka adalah Lynk.
Pernahkan Anda melihat Instagram konten kreator yang menulis kalimat "lihat link di bio" pada unggahan mereka? Arti kalimat tersebut mengacu pada informasi produk atau jasa yang bisa pengikut beli. Aktivitas tersebut bisa dilakukan melalui platform Lynk.id yang menyediakan halaman khusus sebagai storefront untuk menjual produk digital seorang konten kreator.
Melalui Lynk konten kreator jadi bisa menjual produk digital, course, jasa, evet dan lainnya.
Agusleo Halim, Co-Founder Lynk.id, mengatakan ia mendirikan Lynk atas dasar observasinya di dunia digital. Peluang ekonomi di industri ini tidak hanya dimiliki oleh kreatr yang bisa menghibur, tetapi juga oleh mereka yang memiliki pengetahuan, keahlian atau pengalaman untuk dibagikan.
Baca Juga: Indosat Gandeng Adobe Express Cetak 15.000 Kreator Konten di Indonesia, Ini Caranya
Alhasil, melalui Lynk seorang educator, coach, konsultan, guru, freelancer hingga profesional yang tidak memiliki jutaan followers juga bisa tetap mendapatkan penghasilan dari produk atau jasa mereka yang bernilai. Jadi, monetisasi kreator tidak lagi hanya bergantung pada iklan, endorsement dan brand deal.
Lynk juga menyederhanakan kreator dalam menjajakan produk dan jasa mereka. Sebab, melalui platform ini, kreator tidak perlu lagi harus menggunakan banyak tools berbeda untuk membuat landing page, menerima pembayaran, mengirim produk digital, membuka kelas, hingga event.
"Lynk hadir untuk menyederhanakan proses tersebut dalam satu platform dan membuka jalan bahwa semua orang punya kesempatan untuk membangun sesuatu du dunia digital dan membuat proses monetisasi jadi lebih mudah," kata Agusleo, Senin (15/9).
Sejak berdiri di 2021, Lynk kini berkembang dari sekadar menyediakan fitur link-in-bio atau tempat menjual produk digital, menjadi menyediakan fitur kebutuhan bisnis lain.
Berikut fitur yang dapat kreator manfaatkan untuk kebutuhan bisnis mereka.
- Landing Page - membangun halaman untuk personal brand, produk, atau campaign.
- Blog - membuat dan memonetisasi konten tulisan.
- eCourse - membuat dan menjual kelas online.
- Appointment - menjual konsultasi, coaching, atau layanan berbasis waktu.
- Event - membuat dan menjual tiket webinar maupun event.
- Digital Product -menjual ebook, template, file, dan produk digital lainnya.
- Custom Domain - menggunakan domain sendiri agar bisnis terlihat lebih profesional.
- Clipping - membuka kesempatan bagi komunitas atau clipper untuk membantu distribusi konten.
- Dan lainnya - termasuk email marketing, physical product, donation, dan fitur lainnya
Baca Juga: Aturan Baru YouTube Tekan Kreator Baru Kejar 8.000 Jam Tayang
Saat ini, Lynk.id telah digunakan oleh lebih dari 5 juta creator atau users dan memproses miliaran transaksi dengan profil pengguna yang semakin luas.
"Bukan hanya influencer yang menggunakan Lynk, tetapi juga ada guru, educator, consultant, freelancer, coach, professional, sampai pemilik bisnis," jelas Agusleo.
Mengenai model bisnis, Agusleo menjelaskan Lynk menerapkan kombinasi transaction fee dan subscription. "Untuk mulai di awal bisa gratis, ketika kebutuhan bisnis bertambah kreator bisa menggunakan paket berbayar untuk mendapatkan fitur yang lebih lengkap," jelasnya.
Saat ini Lynk dapat diakses melalui website dan dibuat mobile-first. Agusleo mengatakan ia sengaja membuat Lynk dapat diakses tanpa perlu download aplikasi karena traffic kreator sebagian besar berasal dari Instagram, TikTok, YouTube, WhatsApp dan platform sosial lainnya.
Audience cukup klik satu link dan langsung bisa membaca blog, melihat landing page, membeli course, booking appointment, membeli tiket event, atau melakukan transaksi.
Baca Juga: ShopeePay & SPayLater Ajak Kreator Indonesia Ikut Kompetisi Desain Batik Nasional
Agusleo melihat internet ke depannya tidak danya membuka kesempatan pada orang yang memiliki jutaan followers saja. "Guru bisa membuat eCourse, consultant bisa membuka appointment, komunitas bisa membuat event, writer bisa membangun blog, dan seseorang dengan keahlian tertentu bisa mengubah knowledge-nya menjadi bisnis," imbuhnya.
AI akan mempercepat tren ini karena biaya untuk membuat content dan produk semakin rendah. Tetapi, tantangannya juga berubah. Ketika semua orang semakin mudah membuat sesuatu, creator harus semakin baik dalam membangun trust, mendapatkan audience, menjual, dan mendistribusikan produknya.
Itu sebabnya arah Lynk.id ke depan bukan hanya menjadi platform untuk menjual produk digital. Menurut Agusleo, ia ingin membangun ekosistem yang membantu seseorang dari: Create → Publish → Sell → Distribute → Grow. Mulai dari landing page, custom domain, blog, eCourse, appointment, event, digital product, sampai clipping untuk membantu distribusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News