MOMSMONEY.ID - Simak panduan ini agar kartu debit atau kredit kamu bisa dipakai naik transportasi umum luar negeri tanpa gagal tap di gate.
Menggunakan transportasi umum saat liburan ke luar negeri kini jadi pilihan banyak orang karena praktis dan hemat waktu.
Mulai dari MRT, kereta kota, hingga tram, hampir semuanya sudah mendukung pembayaran non-tunai dengan kartu debit atau kredit.
Meski terlihat simpel, tidak sedikit traveler Indonesia yang panik karena kartu mereka tiba-tiba tidak bisa digunakan saat tap di gate.
Kondisi ini sering terjadi bukan karena saldo atau kartu bermasalah, melainkan ada satu pengaturan penting yang terlewat.
Melansir dari laman BCA, kegagalan transaksi ini umumnya berkaitan dengan fitur transaksi internasional yang belum diaktifkan.
“Sebagian besar kendala pembayaran di luar negeri disebabkan fitur transaksi internasional pada kartu yang belum aktif,” mengutip dari laman BCA.
Baca Juga: 6 Kesalahan Mengelola Uang Rp100 Juta yang Sering Terjadi Tanpa Disadari
Alasan kartu gagal digunakan di transportasi umum luar negeri
Banyak orang mengira penyebab utama kartu tidak terbaca adalah fitur contactless yang mati. Padahal, untuk pembayaran transportasi umum di luar negeri, sistem secara otomatis memproses transaksi sebagai transaksi lintas negara.
Artinya, jika izin transaksi internasional belum aktif, kartu akan langsung ditolak oleh sistem, meskipun saldo dan limit masih tersedia.
Masalah ini sering luput diperhatikan karena kartu tetap bisa digunakan normal di dalam negeri. Akibatnya, kendala baru terasa saat sudah berada di negara tujuan dan sedang terburu-buru masuk gate transportasi umum.
Satu pengaturan penting yang wajib dicek sebelum berangkat
Agar kartu debit atau kredit bisa digunakan tanpa kendala, pastikan fitur transaksi internasional dalam kondisi aktif.
Inilah kunci utama agar pembayaran contactless di transportasi umum luar negeri berjalan lancar. Tanpa pengaturan ini, risiko gagal tap akan tetap ada, meskipun kartu dalam kondisi baik.
Cara mengaktifkan transaksi internasional lewat aplikasi perbankan
Aktivasi transaksi internasional bisa dilakukan sendiri dengan mudah melalui aplikasi perbankan digital. Secara umum, langkah yang perlu dilakukan adalah:
- Login ke aplikasi perbankan
- Masuk ke menu pengaturan
- Pilih kartu debit atau kartu kredit yang ingin diatur
- Buka menu kontrol transaksi
- Aktifkan transaksi internasional
- Lakukan konfirmasi menggunakan PIN transaksi
Disarankan untuk melakukan pengaturan ini sebelum keberangkatan agar tidak terburu-buru saat sudah berada di luar negeri.
Baca Juga: Ciri Pola Pikir Keuangan yang Bisa Menumbuhkan Aset dan Buat Anda Terjebak Utang
Fitur tambahan yang sebaiknya diatur demi keamanan
Selain transaksi internasional, ada beberapa pengaturan kartu lain yang patut dimanfaatkan agar perjalanan lebih aman dan nyaman, seperti:
- Mengatur limit transaksi contactless tanpa PIN
- Menyesuaikan batas penarikan tunai
- Mengontrol transaksi e commerce
- Memblokir kartu secara mandiri jika kartu hilang atau tidak ditemukan
Pengelolaan kartu secara aktif menunjukkan kesiapan finansial dan literasi digital yang penting, terutama bagi traveler dewasa.
Keuntungan menggunakan kartu untuk transportasi umum luar negeri
Mengandalkan kartu debit atau kredit untuk transportasi umum memberi banyak manfaat, di antaranya:
- Tidak perlu membeli tiket fisik
- Menghemat waktu saat berpindah moda transportasi
- Mengurangi risiko membawa uang tunai berlebih
- Riwayat transaksi tercatat otomatis
Kemudahan ini sangat membantu mobilitas harian, terutama bagi wisatawan yang ingin fokus menikmati perjalanan tanpa urusan teknis.
Baca Juga: Literasi Keuangan adalah Kunci Sukses Kelola Uang, Kredit, dan Utang
Kendala kartu gagal tap di transportasi umum luar negeri sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana. Mengaktifkan transaksi internasional sebelum berangkat menjadi solusi paling efektif agar perjalanan tetap lancar.
Persiapan yang tepat, pengalaman menjelajah luar negeri pun terasa lebih aman, nyaman, dan bebas panik di gate. Persiapan kecil hari ini bisa menyelamatkan banyak waktu selama perjalanan.
Selanjutnya: Xabi Alonso Pergi Setelah 232 Hari, Manajemen Madrid Anggap Proyek Gagal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News