M O M S M O N E Y I D
AturUang

6 Kesalahan Mengelola Uang Rp100 Juta yang Sering Terjadi Tanpa Disadari

6 Kesalahan Mengelola Uang Rp100 Juta yang Sering Terjadi Tanpa Disadari
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Cek kesalahan umum mengelola uang Rp100 juta agar tidak cepat habis dan bisa berkembang jadi aset jangka panjang, simak penjelasannya!

Punya uang Rp100 juta sering dianggap sudah aman secara finansial, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang justru kehilangan peluang membangun masa depan karena salah mengambil keputusan sejak awal. 

Di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, cara mengelola uang menjadi faktor penentu kondisi keuangan jangka panjang. 

Melansir dari OCBC, dana besar yang tidak dikelola dengan strategi tepat cenderung habis tanpa memberikan nilai tambah. 

Berikut membahas kesalahan yang mungkin sering Anda lakukan saat memegang uang Rp100 juta, lengkap dengan sudut pandang yang relevan dan aplikatif.

“Jumlah uang yang besar tidak menjamin kestabilan finansial jika tidak disertai perencanaan dan disiplin pengelolaan,” mengutip dari laman OCBC.

Baca Juga: 5 Kesalahan Finansial yang Sering Bikin Rencana Menikah Tertunda

Menyimpan seluruh uang di tabungan biasa

Banyak orang memilih menaruh semua uang di tabungan karena dianggap paling aman. Sayangnya, bunga tabungan umumnya tidak mampu mengejar inflasi. Akibatnya, nilai beli uang perlahan menurun meski nominalnya terlihat tetap.

Tabungan sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan likuid seperti dana darurat, sementara sebagian dana lain bisa diarahkan ke instrumen yang berpotensi tumbuh.

Tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas

Uang Rp100 juta tanpa tujuan ibarat bekal tanpa rencana perjalanan. Tanpa target yang jelas, uang mudah terpakai untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak.

Tujuan keuangan seperti dana pendidikan, modal usaha, atau persiapan jangka panjang membantu seseorang lebih disiplin dan terarah dalam mengelola uang.

Terlalu cepat meningkatkan gaya hidup

Saat memiliki uang dalam jumlah besar, godaan untuk memanjakan diri hampir tidak terhindarkan. Membeli barang mahal atau liburan mewah memang terasa menyenangkan, tetapi efeknya hanya sementara.

Kesalahan ini sering baru disadari ketika uang berkurang drastis tanpa meninggalkan aset yang bermanfaat di masa depan.

Mengabaikan dana darurat dan perlindungan risiko

Banyak orang merasa Rp100 juta sudah cukup untuk menghadapi segala situasi. Padahal, satu kejadian tak terduga bisa langsung menguras keuangan jika tidak ada dana cadangan.

Dana darurat dan perlindungan risiko berperan penting menjaga kestabilan keuangan agar rencana jangka panjang tidak terganggu.

Baca Juga: Tabungan Ideal untuk Usia 30 Tahun? Cek Panduan Realistis Amankan Finansial

Mudah percaya pada janji keuntungan cepat

Keinginan melipatgandakan uang dalam waktu singkat sering membuat orang mengabaikan logika dan risiko. Tawaran keuntungan besar tanpa penjelasan yang masuk akal patut diwaspadai.

Kurangnya riset dan literasi keuangan bisa membuat uang Rp100 juta hilang dalam waktu singkat tanpa perlindungan apa pun.

Tidak memperhitungkan likuiditas dan kewajiban pajak

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menempatkan seluruh dana pada aset yang sulit dicairkan. Saat membutuhkan uang cepat, akses dana menjadi terbatas.

Selain itu, kewajiban pajak sering luput dari perhitungan sehingga hasil bersih tidak sesuai ekspektasi. Portofolio yang seimbang membantu menjaga fleksibilitas dan efisiensi keuangan.

Mengelola uang Rp100 juta bukan soal seberapa besar jumlahnya, melainkan seberapa bijak keputusan yang diambil. Dengan menghindari kesalahan umum dan memahami dasar perencanaan keuangan, dana tersebut bisa menjadi fondasi yang kuat untuk masa depan. 

Pendekatan yang realistis, disiplin, dan berbasis pengetahuan akan membuat uang bekerja lebih optimal. Pada akhirnya, keputusan finansial hari ini menentukan kualitas hidup di kemudian hari.

 

Selanjutnya: 6 Jenis Buah yang Bagus Dikonsumsi saat Sakit, Ini Daftarnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Es Krim Alfamart Spesial Valentine, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek promo es krim Alfamart Spesial Valentine periode 14 Februari 2026 untuk borong es krim di hari Valentine.

Promo Starbucks: Buy 1 Get 1 serta Minuman Rp 88 Spesial Valentine & Imlek Menanti

Promo Starbucks spesial Valentine dan Imlek hadir. Minuman kedua cuma Rp 88 & Buy 1 Get 1 menanti, segera cek sebelum habis.

Katalog Promo JSM Alfamidi Periode 13-15 Februari 2026, Ada Promo Jumat Berkah

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 13-15 Februari 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Membeli paket makan CFC kini cuma Rp 15 ribu saja. Temukan cara klaim voucher-nya di Grab untuk makan hemat hingga 26 Februari.

46% Orang Indonesia Dehidrasi Ringan, Ini Tips Cukupi Cairan Khususnya Saat Puasa

​Aquviva menghadirkan kampanye 3–2–1 sebagai panduan sederhana agar kebutuhan 2 liter cairan per hari tetap terpenuhi, termasuk saat puasa.

7 Film Romantis Wajib Tonton Jomblo, Dijamin Bikin Semangat Move On

7 film romantis ini bukan sekadar hiburan, tapi juga panduan untuk melewati masa jomblo dengan penuh semangat dan harapan baru.

Kualitas Foto HP Xiaomi Kini Setara DSLR Berkat HyperOS 3 AI

Membeli HP Xiaomi terbaru? Fitur AI Photos Enhancement HyperOS 3 siap mengubah foto buram Anda jadi jernih. Pelajari cara kerjanya di sini! 

Promo Chatime Valentine: 2 Minuman Silken Series Hemat, Jangan sampai Ketinggalan!

Rayakan Valentine lebih hemat. Chatime tawarkan 2 Silken Series cuma Rp 43.000. Jangan lewatkan kesempatan terbatas ini!

IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun 0,7% ke level 8.204 pada pukul 9:07 WIB, Jumat pagi (13/2) 

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Jumat (13/2)

IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (13/2/2026).​ Berikut daftar saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas