MOMSMONEY.ID - Cek kesalahan umum mengelola uang Rp100 juta agar tidak cepat habis dan bisa berkembang jadi aset jangka panjang, simak penjelasannya!
Punya uang Rp100 juta sering dianggap sudah aman secara finansial, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang justru kehilangan peluang membangun masa depan karena salah mengambil keputusan sejak awal.
Di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, cara mengelola uang menjadi faktor penentu kondisi keuangan jangka panjang.
Melansir dari OCBC, dana besar yang tidak dikelola dengan strategi tepat cenderung habis tanpa memberikan nilai tambah.
Berikut membahas kesalahan yang mungkin sering Anda lakukan saat memegang uang Rp100 juta, lengkap dengan sudut pandang yang relevan dan aplikatif.
“Jumlah uang yang besar tidak menjamin kestabilan finansial jika tidak disertai perencanaan dan disiplin pengelolaan,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: 5 Kesalahan Finansial yang Sering Bikin Rencana Menikah Tertunda
Menyimpan seluruh uang di tabungan biasa
Banyak orang memilih menaruh semua uang di tabungan karena dianggap paling aman. Sayangnya, bunga tabungan umumnya tidak mampu mengejar inflasi. Akibatnya, nilai beli uang perlahan menurun meski nominalnya terlihat tetap.
Tabungan sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan likuid seperti dana darurat, sementara sebagian dana lain bisa diarahkan ke instrumen yang berpotensi tumbuh.
Tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas
Uang Rp100 juta tanpa tujuan ibarat bekal tanpa rencana perjalanan. Tanpa target yang jelas, uang mudah terpakai untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak.
Tujuan keuangan seperti dana pendidikan, modal usaha, atau persiapan jangka panjang membantu seseorang lebih disiplin dan terarah dalam mengelola uang.
Terlalu cepat meningkatkan gaya hidup
Saat memiliki uang dalam jumlah besar, godaan untuk memanjakan diri hampir tidak terhindarkan. Membeli barang mahal atau liburan mewah memang terasa menyenangkan, tetapi efeknya hanya sementara.
Kesalahan ini sering baru disadari ketika uang berkurang drastis tanpa meninggalkan aset yang bermanfaat di masa depan.
Mengabaikan dana darurat dan perlindungan risiko
Banyak orang merasa Rp100 juta sudah cukup untuk menghadapi segala situasi. Padahal, satu kejadian tak terduga bisa langsung menguras keuangan jika tidak ada dana cadangan.
Dana darurat dan perlindungan risiko berperan penting menjaga kestabilan keuangan agar rencana jangka panjang tidak terganggu.
Baca Juga: Tabungan Ideal untuk Usia 30 Tahun? Cek Panduan Realistis Amankan Finansial
Mudah percaya pada janji keuntungan cepat
Keinginan melipatgandakan uang dalam waktu singkat sering membuat orang mengabaikan logika dan risiko. Tawaran keuntungan besar tanpa penjelasan yang masuk akal patut diwaspadai.
Kurangnya riset dan literasi keuangan bisa membuat uang Rp100 juta hilang dalam waktu singkat tanpa perlindungan apa pun.
Tidak memperhitungkan likuiditas dan kewajiban pajak
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menempatkan seluruh dana pada aset yang sulit dicairkan. Saat membutuhkan uang cepat, akses dana menjadi terbatas.
Selain itu, kewajiban pajak sering luput dari perhitungan sehingga hasil bersih tidak sesuai ekspektasi. Portofolio yang seimbang membantu menjaga fleksibilitas dan efisiensi keuangan.
Mengelola uang Rp100 juta bukan soal seberapa besar jumlahnya, melainkan seberapa bijak keputusan yang diambil. Dengan menghindari kesalahan umum dan memahami dasar perencanaan keuangan, dana tersebut bisa menjadi fondasi yang kuat untuk masa depan.
Pendekatan yang realistis, disiplin, dan berbasis pengetahuan akan membuat uang bekerja lebih optimal. Pada akhirnya, keputusan finansial hari ini menentukan kualitas hidup di kemudian hari.
Selanjutnya: 6 Jenis Buah yang Bagus Dikonsumsi saat Sakit, Ini Daftarnya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News