MOMSMONEY.ID - Kebiasaan pola makan tinggi serat dan konsumsi air lemon ternyata bisa bantu jaga asam urat normal.
Selain itu, metode memasak makanan yang tepat juga memainkan peran penting untuk pencegahan dan pengendalian asam urat tinggi.
Mengurangi garam, minyak, bumbu, dan makanan yang lebih ringan dapat membantu mengendalikan atau mengurangi kadar asam urat.
Dr. Ashley Braun, dokter ahli gizi menganjurkan, agar asupan garam harian tidak melebihi 5gram dan minyak goreng harian tidak melebihi 25-30gram.
Kurangi metode memasak seperti menggoreng, menumis, dan mengawetkan. Dianjurkan untuk merebus daging sebelum dimakan dan sebisa mungkin menghindari makanan tinggi purin.
Baca Juga: Kunci Sukses Diet Asam Urat: Turunkan Berat Badan dan Redakan Serangan
Daging yang diawetkan, diasamkan, atau diasap memiliki kandungan purin dan garam yang tinggi. Sehingga, penderita asam urat tinggi dan asam urat sebaiknya tidak mengonsumsinya.
Dilansir dari Verywellhealth.com, ini dia kebiasaan pola makan sehat yang bantu menjaga asam urat:
Mengapa harus mengurangi makanan kaya purin?
Membatasi makanan kaya purin dalam diet dapat membantu mengurangi kambuhnya asam urat. Faktor yang berkontribusi pada kambuhnya asam urat salah satunya karena produksi purin.
Penggunaan beberapa obat, seperti diuretik juga bisa meningkatkan produksi urin. Terakhir, risiko asam urat bisa meningkat jika ada masalah ekskresi ginjal.
Pola makan sehat bantu menjaga asam urat
Jalani pola makan sehat seperti berikut ini untuk membantu menjaga kadar asam urat normal:
1. Ikuti pola makan nabati
Makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Untuk mengatasi kadar asam urat tinggi, lakukan diet tinggi serat seperti diet DASH.
Ada beberapa alasan mengapa diet berbasis tumbuhan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat. Hal ini berkaitan dengan respons insulin terhadap kadar karbohidrat yang lebih rendah.
2. Konsumsi air lemon
Vitamin C bermanfaat untuk penyakit asam urat, karena makanan kaya vitamin C seperti jeruk, paprika, stroberi, dan brokoli dapat membantu tubuh membuang asam urat. Selain itu, konsumsi air lemon bisa bantu mengubah tingkat pH darah dan urin.
Dengan begitu, air lemon ini bisa mengurangi jumlah asam urat.
Baca Juga: Kristal Asam Urat Menumpuk? Cek Daftar Makanan Pemicunya
3. Konsumsi suplemen tambahan
Suplemen makanan dapat membantu mengelola kadar asam urat tinggi. Jika Anda kekurangan vitamin dalam makanan, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin A, vitamin E, atau vitamin C.
Ketiganya dapat membantu mengurangi peradangan dan menurunkan kadar asam urat. Beberapa mineral juga dapat memberikan efek positif pada kadar asam urat dan penyakit asam urat.
Kekurangan kalium, seng, kalsium, tembaga, besi, atau selenium berpotensi menyebabkan perkembangan penyakit asam urat.
4. Tingkatkan asupan serat
Kesehatan usus juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan. Anda harus mengonsumsi jumlah serat yang tepat dapat membantu mengatasi asam urat.
Mengonsumsi serat sehat dapat membantu mengatur peradangan pada penyakit asam urat dan mengurangi produksi asam urat. Anda dapat menemukan serat sehat dalam biji-bijian utuh, sayuran, dan buah-buahan.
Diet DASH dan diet Mediterania sama-sama menganjurkan konsumsi serat nabati ini.
5. Aktiflah secara fisik
Beraktivitas fisik tidak hanya dapat membantu mengurangi rasa sakit tetapi juga memperbaiki suasana hati. Temukan aktivitas berdampak rendah yang tidak memberatkan persendian seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.
Tetapkan target selama 150 menit untuk berolahraga tiap minggunya. Anda bisa melakukan aktivitas fisik 30 menit selama lima hari dalam seminggu untuk mencapai target ini.
Baca Juga: Tips Mencegah Lonjakan Kolesterol & Asam Urat Saat Liburan, Lakukan Hal Berikut!
Siapa saja yang berisiko terkena asam urat?
Penyakit asam urat memiliki beberapa faktor risiko. Beberapa di antaranya tidak dapat dikendalikan seperti usia dan genetika. Namun, Anda bisa memodifikasi faktor-faktor lain seperti pola makan dan aktivitas.
Faktor risiko terkena asam urat meliputi beberapa hal seperti berikut:
- Pola makan tinggi purin, fruktosa, dan alkohol meningkatkan risiko terkena asam urat.
- Semakin naik berat badan Anda, maka ginjal akan kurang efektif dalam mengeluarkan asam urat dari tubuh. Jika kelebihan berat badan, Anda berisiko lebih tinggi terkena asam urat dan mungkin mengembangkannya lebih awal dalam hidup.
- Di bawah usia 50 tahun, pria cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi. Lalu, kondisi menopause pada wanita juga meningkatkan risiko terkena asam urat di kemudian hari.
- Kondisi medis seperti penyakit ginjal, diabetes, sindrom metabolik, dan tekanan darah tinggi berkontribusi pada peningkatan risiko asam urat. Memiliki kerabat yang menderita asam urat berarti Anda lebih mungkin mengidapnya.
Itulah rangkuman detail yang meringkas tentang kebiasaan pola makan sehat yang bantu menjaga asam urat.
Selanjutnya: Trump Memberlakukan Tarif 25% untuk Impor Beberapa Chip Komputasi Canggih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News