M O M S M O N E Y I D
AturUang

Simak yuk 7 Strategi Kelola Keuangan Cerdas Saat Dana Anda Terbatas

Simak yuk 7 Strategi Kelola Keuangan Cerdas Saat Dana Anda Terbatas
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Simak cara kelola keuangan cerdas meski gaji pas-pasan. Yuk, pelajari strategi finansial low budget yang bisa bantu kamu tetap menabung!

Mengatur keuangan bukan soal besar kecilnya gaji, tapi bagaimana kamu bisa memanfaatkannya dengan bijak. Di tengah biaya hidup yang terus naik, banyak orang mulai mencari cara agar tetap bisa memenuhi kebutuhan, menabung, bahkan berinvestasi meski dengan dana minim.

Melansir dari OCBC, prinsip pengelolaan keuangan yang sehat dimulai dari perencanaan yang matang, disiplin dalam pengeluaran, dan kebiasaan menabung sejak dini. Melalui langkah yang tepat, siapa pun bisa mencapai stabilitas finansial meski anggaran terbatas.

Baca Juga: 7 Strategi Nyata Naik Kelas Sosial dari Menengah ke Atas yang Efektif

1. Buat anggaran super detail agar tahu arah uangmu

Kunci utama keuangan sehat adalah rencana anggaran yang rinci. Catat semua pemasukan dan pengeluaran—mulai dari kebutuhan pokok, transportasi, hingga pengeluaran kecil seperti kopi atau jajan.

Dengan mencatat secara teratur, kamu bisa melihat ke mana uangmu mengalir dan menemukan area yang bisa dihemat. Gunakan spreadsheet atau aplikasi keuangan gratis untuk memudahkan pemantauan.

2. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Salah satu penyebab keuangan bocor adalah sulit membedakan antara “butuh” dan “ingin”. Fokuskan pengeluaran pada hal-hal penting seperti makan bergizi, tempat tinggal, dan transportasi kerja.

Menunda keinginan sementara waktu bukan berarti tidak boleh bersenang-senang, tapi ini bagian dari strategi finansial jangka panjang agar keuangan tetap stabil.

3. Terapkan gaya hidup hemat yang realistis

Hidup hemat bukan berarti hidup pelit. Ini soal prioritas dan kesadaran finansial. Masak di rumah, gunakan promo belanja, atau pilih transportasi umum bisa menghemat pengeluaran tanpa menurunkan kualitas hidup.

Cobalah evaluasi kebiasaan bulananmu misalnya, ganti langganan hiburan premium dengan versi gratis, atau beli kebutuhan rumah tangga dalam jumlah besar untuk menghemat biaya.

4. Sisihkan tabungan di awal, bukan di akhir

Banyak orang menabung hanya jika ada sisa di akhir bulan, padahal sering kali tak ada sisa sama sekali. Terapkan prinsip “bayar diri sendiri lebih dulu”, langsung sisihkan 5–10% gaji ke rekening tabungan atau instrumen keuangan yang aman segera setelah menerima penghasilan.

Langkah kecil ini membangun disiplin dan menciptakan rasa aman finansial.

Baca Juga: Cara Cerdas Melunasi Pinjaman Online Tanpa Ribet untuk Meringankan Beban Finansial

5. Cari penghasilan tambahan sesuai keahlian

Ketika penghasilan utama belum mencukupi, cari peluang menambah pemasukan dari side job atau usaha kecil. Misalnya menjadi freelancer, menjual produk digital, membuka jasa sesuai keahlian, atau bahkan membuat konten online yang bermanfaat.

Pastikan pekerjaan tambahan tidak mengganggu fokus utama dan tetap seimbang dengan waktu istirahat.

6. Gunakan produk keuangan yang tepat

Manfaatkan teknologi finansial untuk membantu mengelola uang. Gunakan rekening tanpa biaya admin, e-wallet dengan cashback, atau aplikasi budgeting untuk mencatat transaksi.

Langkah kecil seperti ini bisa mempercepat kamu mencapai target finansial tanpa harus menambah pengeluaran.

7. Mulai investasi meski nominal kecil

Investasi tidak harus menunggu punya banyak uang. Saat ini, kamu sudah bisa mulai berinvestasi dari Rp10.000 di platform yang terpercaya.

Untuk pemula, fokuslah pada instrumen aman seperti reksa dana pasar uang atau emas digital. Tujuan utamanya bukan mencari keuntungan cepat, tapi membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Mengelola keuangan memang butuh waktu dan disiplin. Namun dengan kebiasaan mencatat, menghemat, dan berinvestasi secara konsisten, kamu bisa perlahan memperbaiki kondisi finansial tanpa tekanan.

Yang terpenting, jangan menunggu kondisi ideal untuk mulai, mulailah dari yang kamu punya hari ini, sekecil apa pun itu. Karena setiap langkah kecil dalam mengatur keuangan, adalah pondasi menuju kehidupan yang lebih stabil dan sejahtera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

15 Makanan Diet yang Mengenyangkan untuk Menggantikan Nasi

Apa saja makanan diet yang mengenyangkan untuk menggantikan nasi, ya? Intip daftarnya di sini, yuk! 

13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet

Mari intip beberapa makanan rendah kalori yang bagus dikonsumsi saat diet berikut ini. Apa saja, ya?

12 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari jika Ingin Berat Badan Turun

Intip sejumlah makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin berat badan turun. Apa sajakah itu?

8 Makanan dan Minuman Sehari-Hari yang Terpapar Mikroplastik Paling Banyak

Ini dia beberapa makanan dan minuman sehari-hari yang terpapar mikroplastik paling banyak. Apa saja?  

Pasar Kripto Rebound, Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir!

Di pasar yang rebound, Humanity Protocol salah satu yang menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir. 

Begini Cara Mendorong Perempuan Muda Berani Masuk Dunia Teknologi

​Melalui Amazon Girls’ Tech Day, para siswi mendapat pengalaman belajar langsung di bidang AI dan teknologi digital.    

Dari Rumah ke Waste Station, Kampanye Ini Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

​SoSoft bersama Rekosistem menghadirkan waste station di Padalarang untuk mendorong warga memilah dan menyetor sampah plastik dari rumah  

Ada Tengah Bulan Cuan Blibli, Ini Berbagai Kebutuhan yang Bisa Dibeli Sambut Ramadan

Blibli menghadirkan Tengah Bulan Cuan yang berlangsung pada 15-16 Februari 2026. Ada produk Buy 1 Get 1 hingga diskon sampai Rp 500.000.

Harga Emas Global Rebound Setelah Tumbang 3% Kemarin, Ini Penyebabnya!

Meskipun bergejolak, harga emas diperkirakan akan menutup minggu ini dengan kinerja relatif stabil. 

Nutella Siapkan THR Gift Set dan Donasi Takjil di Ramadan

​Setiap unggahan resep Nutella selama periode Ramadan akan disalurkan dalam bentuk menu berbuka untuk anak-anak yang membutuhkan.