MOMSMONEY.ID - Simak rekomendasi teknikal Mirae Sekuritas untuk saham EMTK, BUMI dan DEWA, Rabu (14/1/2026), berikut ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Pada pukul 09.02 wib, indeks naik 0,60% atau setara 53,39 poin ke level 9.001,70.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tasrul Tannar menyebutkan secara teknikal sejumlah indicator IHSG menunjukkan fase konsolidasi. Pada Rabu (14/1/2026), pergerakannya akan berada dalam rentang 8.800- 9.025.
IHSG ditutup di 8,948 masih dalam pergerakan jangka pendek yang terbentuk selama period 93 hari terakhir dan masih relatif solid.
Namun Z-Score 1.79 menunjukkan posisi harga sudah relatif tinggi terhadap rata-rata historisnya, sehingga potensi kenaikan lanjutan mulai terbatas. Critical level berada di 8,797, menjadi batas utama untuk menjaga validitas tren naik saat ini.
Dari sisi momentum, indikator mulai menunjukkan pelemahan. MACD berada di 7.57 dengan signal 13.15, mengindikasikan momentum bullish melambat.
MFI 36.42 menandakan arus dana belum kuat, sementara RSI 45.65 berada di area netral cenderung melemah. Williams %R di -28.83 masih relatif tinggi, dan CMO di -8.69 mengonfirmasi momentum jangka pendek yang mulai negatif. Kombinasi ini mengarah pada fase konsolidasi, bukan pembalikan tren.
Baca Juga: IHSG Bisa Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (14/1)
Selain memberikan rekomendasi teknikal IHSG, Tasrul juga memberikan rekomendasi teknikal untuk beberapa saham. Berikut rinciannya :
1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
Saham EMTK.JK ditutup di 1,015, tepat pada Support 1 di 1,015 (0.00%) dalam konteks jangka panjang (period 209). Tren struktural masih positif namun melemah, tercermin dari r-squared 0.721 dan slope 5.04 yang landai.
Beta 1.343 menunjukkan volatilitas di atas pasar, sementara Z-Score -1.08 menempatkan harga di bawah rata-rata historis dan membuka peluang rebound terbatas.
Momentum jangka pendek masih bearish, dengan MACD -7.00 (signal -3.43) serta indikator berada di area oversold ekstrem (MFI 8.13, RSI 2.98, W%R -96.50, CMO -94.04).
Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang sangat kuat, namun mulai membuka potensi technical rebound jangka sangat pendek. Selama bertahan di atas 990, peluang rebound masih ada; penembusan di bawahnya memperkuat bias bearish lanjutan.
Pada awal perdagangan Rabu (14/1/2026), saham EMTK dibuka di level Rp 1.015 per saham
Support : Rp 990 – Rp 1.015
Resistance : Rp 1.065 - Rp 1.090
Rekomendasi : Buy on weakness
2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BUMI)
Saham BUMI.JK ditutup di 406, berada dekat Support 1 di 404 (-0.49%) dalam konteks jangka pendek (period 54). Tren jangka pendek masih naik namun sedang terkoreksi, tercermin dari r-squared 0.935 dan slope 6.50 yang tetap positif.
Correlation 0.907 menunjukkan keselarasan tren, beta 1.437 menandakan volatilitas tinggi, sementara Z-Score -1.85 menempatkan harga jauh di bawah rata-rata jangka pendeknya dan membuka peluang pantulan teknikal.
Momentum masih bearish dengan MACD -1.09 (signal 5.56). MFI 15.90 dan RSI 10.39 berada di area oversold ekstrem, diperkuat W%R -73.45 dan CMO -79.22, mencerminkan tekanan jual yang sangat dominan. Kondisi ini meningkatkan risiko lanjutan koreksi, namun secara teknikal juga mulai memicu potensi technical rebound jangka pendek.
Selama harga bertahan di atas 394, peluang pantulan teknikal masih terbuka, namun penembusan di bawahnya akan memperkuat bias bearish lanjutan.
Pada awal perdagangan Rabu (14/1/2026), saham BUMI dibuka di level Rp 414 per saham
Support : Rp 394- Rp 404
Resistance : Rp 434 - Rp 452
Rekomendasi : Buy on weakness
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (14/1)
3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Saham DEWA.JK ditutup di 710, tepat pada Support 1 (0.00%) dalam konteks SHORT TERM (period 33). Tren jangka pendek masih naik namun sedang terkoreksi, tercermin dari r-squared 0.869 dan slope 13.16 yang tetap positif.
Beta 4.505 menunjukkan volatilitas sangat tinggi, sementara Z-Score -1.52 menempatkan harga di bawah rata-rata jangka pendek dan membuka peluang pantulan teknikal.
berada di area oversold ekstrem, yakni MFI 13.02, RSI 15.88, W%R -72.83, dan CMO -68.25, mencerminkan dominasi seller dan tekanan jual berlebihan.
Kondisi ini meningkatkan peluang technical rebound jangka pendek, meski risiko lanjutan koreksi masih ada. Selama harga bertahan di atas 685, peluang pantulan teknikal masih terbuka, namun penembusan di bawahnya memperkuat bias bearish lanjutan.
Pada awal perdagangan Rabu (14/1/2026), saham DEWA dibuka di level Rp 730 per saham
Support : Rp 685 - Rp 710
Resistance : Rp 765 - Rp 790
Rekomendasi : Buy on weakness
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News