MOMSMONEY.ID - Sebanyak lima perusahaan dianggap layak mendapat dukungan hibah dari DBS Foundation karena model bisnisnya yang menciptakan dampak sosial. Di Indonesia, DBS Foundation memberikan dana hibah sebesar SGD 850.000 atau sekitar Rp 11,2 miliar kepada lima social enterprise dan business for impact (BFI).
Kelimanya yakni Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Dukungan tersebut diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
“Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan," ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam keterangan resminya Selasa (10/3).
Bukan hanya menyediakan pendanaan, DBS Foundation juga memperkuat fondasi para social enterprise dan BFI melalui pendampingan dan akses jejaring agar mereka dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampaknya.
DBS Foundation Grant Program merupakan inisiatif DBS Foundation sejak 2014 untuk mendukung ratusan social enterprise dan BFI di Asia yang menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, hingga ketenagakerjaan inklusif.
Tahun ini, lima penerima hibah dengan pendekatan solusi yang beragam dipilih untuk memperluas dampaknya di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Pulau Jawa hingga Indonesia Timur.
DBS Foundation juga memperluas cakupan dukungannya ke sektor kesehatan melalui hadirnya DoctorTool di bidang healthtech, sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer dan memperluas akses bagi masyarakat yang masih kurang terlayani (underserved).
Berikut daftar social enterprise dan BFI penerima DBS Foundation Grant Program 2025:
- Parongpong RAW Lab
Parongpong Raw Lab dipilih karena meningkatkan pendapatan nelayan dengan mengolah limbah jaring ikan (ghost net) menjadi bahan bangunan bernilai tinggi dan ramah lingkungan (Prototile).
- Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN)
Konekin merupakan impact platform yang berfokus pada penciptaan lingkungan kerja yang lebih inklusif bagi 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, serta pendampingan praktik rekrutmen yang setara dan berkeadilan.
- Nazava Water Filters
Nazava menyediakan akses air bersih yang terjangkau melalui teknologi penyaring air yang memurnikan air sumur, air keran, air sungai, atau air hujan tanpa perlu merebus atau membeli botol air plastik. Filter Nazava adalah satu-satunya filter air minum buatan Indonesia yang disertifikasi oleh WHO. Nazava secara khusus berfokus pada memastikan keluarga berpenghasilan rendah memiliki akses ke air minum yang lebih aman dan terjangkau.
- DoctorTool
DoctorTool merupakan startup healthtech yang berfokus pada transformasi layanan kesehatan primer melalui pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas dan akses layanan, khususnya bagi masyarakat underserved dan peserta JKN.
- Sosial Business Indonesia (SOBI)
SOBI berfokus dalam mengembangkan rantai pasok inklusif dan pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan, ketahanan, dan keamanan pangan para petani kecil.
Seluruh inisiatif dari DBS Foundation di Indonesia tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang DBS Bank Ltd (Bank DBS) yang mengalokasikan hingga SGD 1 miliar serta 1,5 juta jam kegiatan sukarela karyawan dalam 10 tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News