M O M S M O N E Y I D
Santai

Serangan Phising saat Ramadan Meningkat, Perlu Keamanan Jaringan Berbasis AI

Serangan Phising saat Ramadan Meningkat, Perlu Keamanan Jaringan Berbasis AI
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini, serangan phishing dan penipuan meningkat hingga 30%, dengan phishing berbasis identitas (22%) dan rekayasa sosial (11%) sebagai pendorong utama.

Pola ini menunjukkan, ancaman kini juga mengeksploitasi perilaku pengguna yang makin sulit dibedakan dari interaksi yang sah.

Lonjakan transaksi digital selama Ramadan dan Idulfitri bukan hanya mendorong aktivitas ekonomi, tapi juga memperlihatkan satu hal yang makin jelas: semakin terhubungnya ekosistem keuangan Indonesia, semakin besar pula permukaan serangannya, terutama dengan masuknya ancaman berbasis AI.

Di sisi lain, percepatan menuju masyarakat tanpa tunai membuat integrasi antara platform pembayaran, jaringan merchant, dan layanan identitas digital semakin kompleks. Kondisi ini menuntut perubahan pendekatan: dari keamanan yang reaktif menjadi proaktif, terintegrasi, dan didukung AI.

Pada puncak perayaan Ramadan dan Idulfitri, lonjakan transaksi digital menciptakan klaster risiko yang lebih tinggi dan menempatkan sektor jasa keuangan di Indonesia pada titik yang krusial. 

Saat ini, ketika memasuki ekonomi berbasis AI, memastikan bahwa infrastruktur keamanan siber yang dimiliki sudah cukup tangguh bukan lagi sekadar tindakan defensif.

Melainkan fondasi yang memungkinkan sektor yang kritikal ini untuk mengembangkan bisnis mereka dengan aman dan menjawab permintaan yang masif selagi nasabah bersama-sama merayakan Hari Kemenangan.

Peningkatan serangan phishing maupun penipuan sebesar 30% selama periode Ramadan dan Idulfitri kini semakin diperkuat dengan meningkatnya serangan berbasis AI. 

Baca Juga: Waspada! Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lebih Tinggi dari Negara Lain

Data Unit 42 dari Palo Alto Networks, dalam keterangan tertulisnya Senin (30/1), juga menunjukkan, phishing berbasis identitas (22%) dan rekayasa sosial lainnya (11%) tetap menjadi pendorong utama pelanggaran keamanan terkini. 

Saluran digital telah mengakselerasi risiko dengan sedemikian rupa cepatnya, sehingga diperlukan pergeseran strategis dari mitigasi penipuan yang bersifat reaktif menuju keamanan proaktif di seluruh ekosistem.

Bersama mengamankan ekosistem keuangan Indonesia

Pergeseran Indonesia menuju masyarakat tanpa tunai, yang didukung oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meningkatkan  ketergantungan dalam sistem keuangan serta kompleksitas operasional.

Seiring dengan semakin terhubungnya platform pembayaran, jaringan pedagang, dan layanan identitas digital, risiko bagi perusahaan pun meningkat, terutama selama lonjakan permintaan selama bulan Ramadan.

Untuk mengatasi ancaman berbasis AI yang semakin lincah, institusi keuangan harus beralih dari mitigasi yang bersifat reaktif ke arsitektur keamanan yang proaktif, terpadu, dan didukung oleh AI. 

Dengan menerapkan kapabilitas keamanan berbasis AI, organisasi dapat menganalisis peringatan dalam jumlah besar dari berbagai sistem secara real-time, memungkinkan adanya deteksi anomali sehingga insiden dapat ditangani sebelum berkembang lebih jauh.

Pendekatan AI defensif ini penting untuk melindungi kredensial serta memastikan proses autentifikasi tetap berjalan dengan aman di berbagai API yang saling terhubung.

Dengan begitu, teknik penyamaran dan rekayasa sosial yang semakin canggih, yang sering luput dari sistem keamanan tradisional, dapat diantisipasi.

Baca Juga: Cara Aman Menggunakan Kartu Kredit di Tengah Maraknya Penipuan Online

Kemudian, guna memastikan ketahanan dalam jangka panjang, lembaga penyedia layanan keuangan perlu memprioritaskan langkah-langkah strategis berikut:

Mengatasi fragmentasi melalui strategi platform terpadu. Penyedia layanan keuangan perlu beralih dari solusi yang terfragmentasi menuju platform yang mengintegrasikan data telemetri jaringan, cloud, endpoint, hingga aplikasi kritikal ke dalam satu sumber data.

Dengan cara ini, penerapan kebijakan dapat dilakukan secara konsisten di seluruh sistem, sekaligus memberikan visibilitas yang lebih menyeluruh terhadap risiko dan lanskap ancaman.

Menyeimbangkan inovasi dengan pendekatan zero-trust. Seiring institusi keuangan yang terus berinovasi, menjaga keamanan ekosistem menjadi semakin penting.

Artinya, setiap interaksi harus terus diverifikasi, tidak lagi mengandalkan kepercayaan implisit, dengan menerapkan akses berbasis kebutuhan minimum (least privilege), menjaga autentifikasi berkelanjutan di seluruh jaringan API, serta melindungi kredensial dengan dukungan AI defensif.   

Beralih dari ketahanan operasional yang reaktif menjadi proaktif. Lanskap ancaman saat ini menuntut organisasi untuk menerapkan kapabilitas keamanan berbasis AI guna menganalisis tingginya volume peringatan dari berbagai tools dan sistem.

Dengan cara ini, organisasi tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu merespons secara proaktif terhadap setiap anomali di dalam arsitektur mereka.

Dengan mengadopsi postur keamanan berbasis AI, sektor jasa keuangan Indonesia diharapkan mampu beralih dari sekadar pertahanan reaktif hingga menciptakan infrastruktur digital yang tangguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Minum sebelum Baca Ini! 5 Cara Mengonsumsi Teh Hijau biar Lemak Cepat Luntur

Salah minum bisa memicu asam lambung dan bikin insomnia. Ketahui cara mengonsumsi teh hijau yang ampuh mendongkrak pembakaran kalori Anda di sini.

Waspada Produk Ilegal! Ini 6 Ciri-Ciri Kosmetik Palsu & Efek Buruknya Buat Kesehatan

Mulai dari manipulasi tanggal kedaluwarsa hingga harga terlampau murah, kenali ciri-ciri kosmetik palsu secara cermat untuk lindungi kulit Anda.

4 Warna Lipstik yang Harus Dihindari Pemilik Bibir Hitam, Bikin Wajah Kusam dan Pucat

Salah memilih warna justru bisa membuat bibir terlihat abu-abu. Inilah 4 warna lipstik yang harus dihindari pemilik bibir hitam.

Hasil French Open 2026, 3 Ganda Indonesia Melaju ke 16 Besar

Hasil French Open 2026 babak 32 besar hari pertama, Selasa (20/10), dua ganda putri dan satu ganda campuran Indonesia melaju ke 16 besar.

Hujan Lebat Turun di 10 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/10)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 21 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Favorit Anak tapi Bikin Cemas! Ini 4 Bahaya Mainan Squishy & Solusi Memilih yang Aman

Temukan fakta di balik bahaya mainan squishy bagi kesehatan anak-anak. Dapatkan trik memilih mainan squishy yang teruji bebas bahan berbahaya.  

4 Kesalahan Makeup Natural yang Bikin Hasilnya Kurang Menyatu, Catat Ya!

Beberapa kesalahan kecil dapat membuat makeup natural tampak tebal. Ini 4 kesalahan makeup natural yang wajib Anda perbaiki sekarang juga.

Ide Usaha Sepatu Motif Lukisan Yang Sudah Tembus Ekspor

Kementerian UMKM mencatat sudah ada beberapa pelaku usaha level UMKM menekuni usaha sepatu lukis dan sudah menjangkau pasar global.

Ramalan Shio Besok Rabu 21 Oktober 2026: Sabar Hadapi Perbedaan Pendapat

Ramalan shio besok Rabu 21 Oktober 2026, membawa gambaran menarik seputar karier, keuangan, percintaan, dan kesehatan untuk 12 shio. 

Ramalan Zodiak Besok Rabu 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Ujian Emosi

Cek ramalan 12 zodiak besok Rabu 21 Oktober 2026, mulai dari asmara, karier, hingga kesehatan. Simak saran untuk setiap zodiak.