M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Terjegal Perang dan Prospek Suku Bunga, US$ 4.000 jadi Level Bottom?

Harga Emas Terjegal Perang dan Prospek Suku Bunga, US$ 4.000 jadi Level Bottom?
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergulir tipis di atas US$ 4.000, setelah turun selama dua sesi. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan biaya energi, sementara pembuat kebijakan moneter AS meningkatkan kemungkinan untuk kenaikan suku bunga demi mengekang inflasi.

Mengutip Bloomberg, Selasa (14/7) pukul 11.56 WIB, harga emas spot diperdagangkan sedikit naik 0,4% menjadi US$ 4.018,73 per troi ons, setelah ambles 2,9% pada sesi perdagangan Senin.

Pelemahan harga emas terjadi di tengah Presiden AS Donald Trump memberlakukan kembali blokade terhadap Iran dan menuntut kargo yang melintasi Selat Hormuz agar kembali, saat kedua pihak saling melancarkan aksi. Harga minyak dan gas alam Eropa melonjak, memicu kekhawatiran inflasi, yang dapat mendorong kebijakan moneter lebih ketat, sehingga membebani logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Di AS, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan para pembuat kebijakan mungkin perlu mengerek suku bunga dalam jangka pendek, jika inflasi inti terus mengindikasikan tekanan harga yang luas. Peluang kenaikan suku bunga 25 bps yang tersirat di pasar swap pada akhir bulan ini telah meningkat menjadi sekitar 50% dari sebelumnya kurang dari 10%.

Baca Juga: Harga Emas Antam Selasa (14/7) Turun ke Rp 2.615.000 per Gram, Buyback Susut Rp43.000

Harga emas lanjut turun bulan ini setelah terpangkas 14% pada kuartal kedua, yang merupakan kinerja terburuk sejak 2013. Penurunan harga didorong oleh peningkatan ekspektasi bahwa The Fed akan terpicu untuk memperketat kebijakan, dengan dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat.

Pekan lalu, kepemilikan dalam dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) mencapai titik terendah sejak September, turut menekan harga emas.

Pada Selasa ini, para pedagang akan mencermati data harga konsumen AS bulan Juni, serta penampilan perdana Kevin Warsh di hadapan Kongres sebagai Ketua The Fed, untuk mencari petunjuk tentang prospek suku bunga AS.

Christopher Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengatakan harga emas bertahan di sekitar US$ 4.000, tetapi pasar mungkin sedang mengamati petunjuk. "Kondisi jangka pendek untuk emas tetap menantang jika harga minyak tetap tinggi dan imbal hasil terus meningkat," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.

Baca Juga: Ingin Lebih Cepat Untung? Cek Merek Emas dengan Spread Paling Tipis

Terlepas dari tantangan makro, menurut Robin Tsui, ahli strategi di State Street Investment Management, masih ada sedikit bukti bahwa investor mengambil posisi jual (short) dalam skala besar sebagai antisipasi penurunan harga lebih lanjut.

Menurut Tsui, sentimen di Asia khususnya, sangat kuat. Investor melihat level harga saat ini sebagai titik masuk yang menarik. "Begitu harga emas mencapai US$ 3.900, saya yakin investor Asia ingin mengakumulasi emas. Yang kita butuhkan saat ini adalah uang dari investor AS," ujarnya, sebagaimana dilansir dari Bloomberg, Selasa (14/7).

Dia sangat yakin bahwa US$ 4.000 per troi ons adalah harga terendah baru untuk emas, dengan kemungkinan besar logam tersebut dapat kembali ke atas US$ 4.700 per troi ons sebelum akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Keputusan Hidup Ini yang Akan Ubah Arah Finansial Kamu di Masa Depan

Lima keputusan hidup ini bisa memengaruhi masa depan finansial kamu lo, dari membangun aset hingga memilih risiko karier secara bijak.

5 Biji-bijian Buat Diet yang Tinggi Serat dan Bikin Kenyang Lebih Lama, Coba yuk

Temukan rekomendasi biji-bijian buat diet yang kaya serat dan protein untuk membantu mengontrol nafsu makan. Mulai dari chia seed hingga quinoa.

4 Manfaat Tidur Malam dengan Lampu Mati untuk Kesehatan, Bisa Cegah Obesitas lo

Tidur kondisi gelap memberikan manfaat tidur malam yang luar biasa bagi fisik dan mental. Mulai dari perbaikan sel-sel tubuh hingga menjaga mood.

Harga Emas Dunia Tumbang ke Bawah US$ 4.300, The Fed jadi Sorotan

Kenaikan harga minyak membuat pasar semakin memperhitungkan kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini, yang negatif bagi harga emas.

Intip Bocoran Drama The Leading Stars dari Cheng Lei

Cheng Lei membocorkan beberapa hal yang bisa dinantikan penggemar dalam drama The Leading Stars.     

Waralaba Bisa Menjadi Pilihan UMKM Dongkrak Kasta

Penerapan waralaba yang sudah mempunyai sistem dan struktur usaha bisa menjadi pilihan UMKM untuk pengembangan usaha.

Suahasil Gantikan Purbaya, Begini Proyeksi Dampaknya ke Pasar Obligasi

Pendekatan fiskal Suahasil yang lebih konservatif berpotensi memperkuat kepercayaan investor dan menekan yield SBN tenor menengah hingga panjang.

Yuk Nobar Moto GP Sebelum Ajang Grand Prix of Indonesia 2026

Pertamina  melanjutkan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia melalui nonton bareng (nobar) MotoGP San Marino di Grha Pertamina, Minggu (13/9)

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (15/9), Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Berikut

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 15 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

4 Tanda Skin Barrier Mulai Membaik dan Kembali Sehat, Apa Saja?

Berikut adalah 4 tanda skin barrier mulai membaik dan kembali sehat secara bertahap yang wajib Anda tahu.